Another Loved

Another Loved
174. Meminta Restu


__ADS_3

#Jangan lupa Vote, like dan Follow IG writterdevvu, Terimakasih untuk dukungan kalian yang selalu buat author jadi semangat terus. love you all❤💕


#Selamat membaca 🌞


.


.


.


.


♡♡♡


Seperti yang sudah di rencanakan, Gianna bertamu di kediaman Mommy pada malam harinya.


"Mommy sangat merindukan Anna" Ujar wanita paru baya itu di pelukan Anna.


"Anna juga merindukan mommy"


"apa keadaanmu baik sayang? "


"sangat baik mommy"


"tubuhmu bahkan lebih berisi dari sebelumnya" Ujar Indah dengan memandang tubuh Anna dari atas hingga bawah.


"Yaa aku bahagia mommy"


"benarkah? " ujar mereka tertawa lirih.


Indah melirik kearah Nando yang ada di samping mereka.


Nando yang juga melihat itu, Memberikan senyum terbaiknya sebagai bentuk penghormatan.


"Oh astaga kau datang juga, mari masuk semuanya, Mommy sudah siapkan makanan khas Indonesia untuk kalian"


"Benarkah wow itu pasti enak kan mom? " Tanya Anna


mereka berjalan bersama memasuki ruangan, dengan Gianna dan Indah sebagai pemimpin sedangkan Nando ada di belakang mereka.


namun sesaat pandangan Nando tertuju pada foto besar yang terpajang di dinding ruang tenang.


Hanya dengan melihatnya saja Nando sudah bisa memastikan.


"Sangat mirip dengan Hector" Gumamnya.


Namun dalam sela waktu dia memperhatikan paras wajah seseorang, Tiba-tiba di kejutkan oleh tangan yang melingkar di lengannya.


Nando mengalihkan pandangannya.


"Honey kau mengagetkanku" Ujar Nando.


"bukankah seorang Gangster seperti mu sudah seharusnya siap siaga? "


Nando yang mendengar itu hanya memberikan senyum manis.


"Entahlah insting ku mulai berkurang karena saat ini aku lebih nyaman dengan sentuhan kalian"

__ADS_1


Anna terkekeh dibuatnya, Kemudian Anna melirik kearah samping dimana sebelum nya objek yang di perhatikan oleh Nando.


Sesaat memandang manik paras dan wajah seorang yang berada didalam foto tersebut.


dan tak lama pandangan nya kembali terarah kan ke depan melihat laki-laki yang kini ada di hadapan nya.


"Ayo kita bergabung di meja makan"


Nando mengangguk dan mengikat telapak tangan untuk bersatu dengan tangan Anna.


"Ayo duduk lah " sapa Indah melihat keduanya.


Gianna dan Nando datang menghampiri mereka yang ada di meja.


"Anna Apa Hector sudah makan?"


Anna mengalihkan pandangan nya melihat Hector yang kini memegang biskuit bayi di tangannya.


"aku rasa dia sudah kenyang mom karena tidak menangis sejak tadi. "


"baiklah"


Beberapa waktu mereka habiskan untuk bercanda, bercerita dan mengobrol.


Indah merasa bahagia, Rumahnya terasa hidup kembali diisi dengan canda tawa di sekeliling nya.


Melihat Anna yang sejak tadi memperlihatkan senyum nya.


itu merasa tenang di hati Indah, Lepas dari apa yang sudah dia lalui.


tidak jarang Indah melihat Anna menangis di rumah ini.


Kini sisi gianna yang lama telah hilang, sudah kembali seperti dulu.


Indah bersyukur untuk itu.


"Maaf semuanya mungkin saya memotong pembicaraan dan akan mengubah suasana" Kalimat Nando yang seketika mengheningkan keadaan.


Anna melirik kearah Nando di sampingnya.


dia tidak tau apa yang akan Nando lakukan, dan itu membuat dirinya sedikit memberikan kode pada kekasihnya.


Nando yang melihat itu dia menggenggam telapak tangan Anna.


seakan memberikan keinginan untuk dipercayai Anna.


Anna yang melihat perilaku Nando yang saat ini menggenggam tangannya itu tidak enak dengan sekeliling nya.


Indah yang melihat , hanya memberikan anggukan beserta senyuman.


seakan mengerti keadaan.


"Baiklah mungkin ini adalah waktu yang tepat bagi saya, terutama kepada Ny. Hernandez, Saya Fernando Orlando datangnya saya disini sekaligus meminta ijin dan restu kepada kalian untuk menjadi kan Gianna sebagai istri dan pendamping hidup saya. saya harap kalian dapat mendoakan yang terbaik untuk kedepannya. "


Gianna melihat kearah Nando betapa dia tidak menyangka dengan ucapan yang baru saja dia dengan.


Anna sangat terharu mendengar dan melihat moments itu.

__ADS_1


"Mommy kembalikan lagi pada Anna bagaimana pun ini yang akan dia jalani. "


"Gianna apa kau yakin pada pilihanmu? " Tanya Indah dengan senyuman.


"Ya mom, Gianna sudah memikirkan ini sejak lama, dan Gianna sudah melihat pengorbanan Nando untuk Gianna, Gianna merasa Nando adalah hadiah Tuhan untuk Anna. "


Mendengar jawaban itu entah mengapa hati Nando begitu teduh.


"Nak, sudah mengerti kan jawaban Anna? Saya harap kamu bisa menjaga Anna dengan Tulus silahkan melangkah bersama dan Anna bangunlah istana cinta bersama Nando, yang pernah kamu kubur "


"Iya mom, terimakasih sudah baik pada Anna selama ini"


Keduanya berpelukan setelah beranjak dari tempat masing masing.


Nando melihat manik Gianna yang membendung air mata.


Nando tahu itu adalah air mata bahagia seorang Gianna.


Beberapa waktu berlalu.


waktu sudah menujukan semakin malam, hal itu membawa Gianna dan Nando pulang ke Hotel mereka.


Keduanya berada di kursi belakang dengan Hector berada di tangan suster yang kini duduk di bangku depan.


Sedangkan Nando mengaktifkan kaca pembatas di dalam mobil tersebut.


dimana kini Anna dan Nando merasa begitu dekat.


tak sesekali mereka saling berpeluk dan bercumbu.


membuat keduanya terlihat romantis.


Kini Anna berada di pangkuan Nando, dengan tangan yang mengikat di leher Nando.


Hal itu membuat Nando dapat mengakses tubuh Anna lebih dekat.


"Aku mencintaimu" ujar Anna.


Tidak ada jawaban dari Nando hanya ada senyum yang terukir.


Anna yang melihat itu cukup badmood, Dia terus berkomentar.


"Kau tidak mencintai ku? kau tidak menjawab perkataan ku, aku di abaikan? " Ujar Anna yang bergerak untuk turun dari pangkuan Nando.


Namun tangan Nando menahan pinggang Anna di sana.


"Apa semua cinta harus di ungkapkan? bukankah cinta juga bisa kau rasakan? "


Anna yang mendengar itu dia memilih untuk diam.


.


.


.


.

__ADS_1


♡♡♡


__ADS_2