Another Loved

Another Loved
23.Bakat Terpendam


__ADS_3

#Hai teman taman jumpa kembali, jangan lupa kasih vota dan like ya biar athor tambah semangat terimakasi semua🤎


.


.


.


Sesuai janji, karna bagi Erland tanggung jawab adalah hal terpenting bagi hidupnya maka dari itu setiap janji ucapanya akan dia tepati selama dia mampu.


seperti saat ini Erland yang bertujuan akan mendatangi kediaman Gianna pun terlihat sangat bersemangat, terlihat betapa bahagianya dia saat ini. sikapnya itu tidak hanya dirasakan aneh oleh sang ibu saja, rupanya itupun dirasakan oleh Andre, karnanya selama berapa tahun lamanya dia bekerja dengan Erland baru kali ini tingkahnya terlihat begitu aneh dan mencurigakan.


Terlebih saat Erland berpamitan kepada ibunya bahwa ada urusan yang harus dia jalankan membuat Andre semakin bingung pada bosnya sendiri. pasalnya waktu menunjukan hampir pukul 5 sore secara tidak langsung jam kantor sudah selesai dan berakhirnya rapat siang tadi menutup deadline Erland Hernandez.


Saat Erland tengah melangkah dia teringat bahwa saat ini dia tidak sendiri. "Andre"


"ada apa tuan muda?"


"Aku akan pergi, kau boleh pulang sekarang"


"bukankah anda bilang, Anda masih ada urusan tuan?"


"ya, ini urusan pribadiku, jadi kau tak perlu ikut turun tangan" Ucap Erland dengan santainya.


"Baiklah tuan, tapi jika kau membutuhkanku, kau tinggal menghubungiku"


"Ya saya mengerti"


"Baiklah tuan sampai jumpa." Ucap Andre sopan


Erland mengibaskan tanggannya yang langsung di mengerti oleh Andre, yang mana Andre segera mengambil langkahnya untuk pergi menjauh.


sementara Erland melanjutkan langkah kakinya sembari membuka ponselnya mencari nama sang kepunyaan.


"15 menit lagi aku sampai" Tulisnya.


♡♡♡


Saat ini Ambar telah bangun dari tidurnya, tidak terasa dia terlalu larut dalam tidur yang membuatnya merasa Fresh kembali setelah membuka matanya.


ambar menuruni Anak tangga guna melihat situasi dibawah. namun tidak ada orang disana kembali Ambar berjalan serta matanya menyoroti pintu balkon yang terbuka terlihat Anna yang tengah duduk sembari memainkan ponsel disebrang sana membuatnya enggan mengganggu.


karna rasa lapar melanda disebabkan karna bangun tidur, Ambar lebih memilih menuju dapur mencari makanan fikirnya. Saat Ambar tengah melewati meja makan dia di kejutkan oleh beberapa hidangan makanan yang tampaknya sangat lezat tersusun disana terlebih lagi dengan hanya ada dua hidangan membuat Ambar berfikir bahwa ini masakan Anna yang dibuat untuk mereka seperti biasanya. Tanpa menunggu Lama Ambar segera duduk di kursi makan.


"tumben banget ya Anna masak ginian, ya ampun sering sering aja nih jadi hemat pengeluaran hihihi" Ucap Ambar lirih dan mulai memakan masakan yang ada di depannya.


Tidak lama Anna kembali masuk, begitu melihat Ambar yang tengah asik makan di sana membuatnya seakan kehilangan kata kata dan hanya terpaku disana. Ambar yang melihat kehadiran Anna pun merespon.


"Anna ini masakan loe sumpah enak bangetttt" sembari mengacungkan jempolnya.


"aku engak nyangka lohh, loe bisa masak ginii" ucap Ambar dengan santainya.


"Gua yakin lu pasti lagi pingin sesuatu ke gua kan ngaku loe mangkanya jadi baik gini beberapa hari terakhir" masih dnegan ucapan Ambar yang terus berkomentara.


"Eh sini sini makan tuhh masih ada piring didepan diem diem aja loe" Ucap Ambar yang menyuruh Anna duduk lantara melihat Anna hanya diam disana.


"Ambbaaaaarr kenapa loe makan masakan gua" Ucap Anna geram


"Lah emang kenapa?"

__ADS_1


"baik baik berbagi deh biar dapet pahala lu, dan sini buru makan jangan diem doang yaa, jangan pikirin dah tu dietnya entar aja." tegas Ambar


"ini buat tamu?"


"Tamu siapa, sejak kapan appartement kita kedatangan tamu?"


"ish gua udah ngundang Erland Hernandez , dia mau kesini"


"Hah Erland Hernandez itu yang ...?"


"yang apah?" Tanya Anna sembari melotot


"Yang katanya punya Appartemen ini"


"tau ah lu udah ngecohin semua rencana gua" tegas Anna frustasi


"Ya aku minta maaf kan aku ga tau"


"dah lah hari ini udah banyak orang yang minta maaf sama gua udah cukup" Guma Anna kecewa. saat mereka tengah berbincang suara notifikasi Anna terdengar yang langsung di balas di baca oleh Anna.


"Oh my God mbar..." ujar Anna panik


"Ada apa?"


"15 menit lagi dia dateng"


"hah serius loe aduh terus gimana?"


"Yaudh gimananya nanti aku pikiran lagi mending sekarang loe jauh jauh dari sini" Ucap Anna sembari menarik narik tangan Ambar


"Hii ya terus aku kemana?"


"Yaudah deh aku kebawah aja duduk di starbuck"


"ya udah terserah loe deh gua pusing" ucap Anna yang masih frustasi


"Lah terus ini makanan gimana"


"udah besok gua masakin lagi."


"bener yaa" Akhrinya Ambar pun pergi menuju pintu guna pergi dari sana. Karna tak enak hati Ambar pun memilih mengikuti perintah dari Anna sebagai tanda kesalahanya dia harus nurut apa yang di suruh oleh Anna.


"Ih sumpah ya ambar gua ga tau lagi " Tak ada pilihan lain Anna segera membereskan semua hal yang sudah dikecohkan oleh Ambar dan menyusun seperti semula kembali.


♡♡♡♡♡


18 menit berlalu..


Erland telat sedikit dari janji yang dia buat tadi karna Erland harus pergi ke toko kue sebentar membeli bingkisan untuk Anna.


Saat ini dia sudah membawa paperbag yang berisi cake berbentuk emoji yang selama ini mereka pakai saat obrolan massanger. Erland bukan tipe lelaki romantis olehnya dia tidak tau harus membeli apa untuk diberikan kepada Anna yang ada di fikiranya dia membeli cake itu karna di fikirnya akan tanpak lucu.


Erland melangkah hingga dia tiba di tempat yang akan di tuju melihat nomor unit yang dikirimkan oleh Anna membuatnya kembali ragu dan gugup.


"harusnya sih ini" guma Erland


Dengan sejuta keyakinan Erland menekan bel disana, dan tak menunggu berapa lama pintu itu terbuka melihatkan seornag wanita cantik dan manis yang berada di balik sana menebarkan senyum terbaiknya membuat Erland seakan kagum.


"hai" sapa Erland

__ADS_1


"hai" Jawab Anna sedikit terlihat malu


"kau sudah menunggu lama?"


"iya tapi tak masalah menurutku yang terpenting kau hadir saat ini."


"benarkah?"


"iyaa" ucap Anna tersenyum


"Jadi apa aku boleh masuk sekarang?"


"oh ya Aku lupa silahkan Tuan Erland Yang terhormat selamat datang di kediaman ku, Maaf jika ini tidak sebagus dan sebaik milikmu." Ujar Anna memuji


"tapi ini pun bagus."


Erland perlahan masuk matanya menyoroti segala dekorasi yang ada. "aku rasa ini menarik"


"Terimakasi, aku rasa kehadiranmu bukan menjadi agen property yang menjelaskan detail rumah bukankah kau akan menjelaskan ditail masakanku." ucap Anna yang di balas anggukan oleh Erland.


"Biaklah kesini Erland" Ucap Anna yang di ikuti oleh Erland


beberapa waktu telah berjalan dan beberapa obrolan pun telah terlewatkan saat ini Erland tengah berada di meja makan.


"Aku rasa kau baru pulang dari kantor"


"Iya aku baru saja menyelesaikan beberapa urusan kantor dan pribadi."


"benarkah? jadi bagaimana dengan hari ini?"


"Baik, cukup baik"


"Maaf merepotkanmu Erland seharusnya aku yang membawa makanan ini untuk di bawa ke kantor dan kmu tidak perlu susah paya datang kesini" ujar Anna sembari nyiapkan makanan untuk Erland.


"tidak masalah kenapa kau berfikir begitu, jika kau tidak meyuruhku aku rasa aku tidak akan masuk ke appartemenmu"


"kau benar.."


Akhrinya Erland pun mencicipi makanan yang telah di buatkan oleh Anna, dan begitu terpakunya saat merasakan masakan itu, rasanya ini tidak kalah dengan masakan luar yang berada di hotel bintang 5, ini benar benar enak baru kali ini Erland merasa sensasi makannya yang luar biasa.


"Apa kau sekolah masak?"


"Iya di London" mendengar pernyatan itu membuat Erland tersedak.


"Hah hanya untuk sekolah masak?"


"iya itu sudah cukup lama saat aku masih kuliah, aku merasa bosan berada disana, jauh dari Indonesia , aku rasa aku butuh waktu produktif untuk menambah pengalaman jadi aku ikut les memasak"


"Jadi kau sekolah dimana?"


"Enrica rocca cooking school London"


"tapi ini memang enak tidak perlu di ragukan lagi"


"terimakasi kau menyukainya?"


"tentuu..."


kini keduanya tampak asik berbincang dan saling bertukar pertanyaan. hingga waktu menunjukan pukul 8 malam Erland baru saja berniat untuk pulang.

__ADS_1


♡♡♡♡♡


__ADS_2