
.
.
.
Anna tengah bersiap hari ini dia akan datang kekantor Hernandez estate TBK dimana Erland bekerja di sana.
Anna tengah memandangi dirinya di hadapan kaca dengan tangannya yang sibuk mengikat rambut.
Kembali Anna mengambil bedak yang berada di meja hias dan perlahan mengoleskan sedikit.
"oke sempurna" ujarnya mengagumi diri
dia kembali melangkah kearah lemari sepatu untuk mengambil sepatu mana yang akan dia pakai hari ini, sampai akhirnya dia menentukan satu pilihannya di sepatu warna putih itu.
setelah mengenakan sepatu itu Anna kembali melangkah matanya sekilah menengok kearah paper bag dengan brand Internasional itu.
dia jadi ingat bingkisan itu yang dibawa Erland kemarin, Anna dengan semangat mengambil paper bag itu dan membukanya dan ternyata di dalamnya terdapat satu tas Hermes kelly crocodile berwarna hijau daun dengan kesan elegan dan mewah.
"waaaah" ujarnya takjub
"ini pasti mahal"
"Kenapa orang kaya selalu memberikan hadiah yang berlebihan" gumanya santai.
Anna menaruh kembali bungkusan itu dan dia segera melangkah pergi dari appartemennya. sebelumnya Erland bilang bahwa dia akan menyuruh supirnya menjemput Anna jadi hari ini Anna tak perlu pergi membawa mobil.
setelah beberapa waktu berlalu kini mobil yang di tunggangi oleh Anna sudah masuk ke halaman depan perusahaan Erlanda.
para karyawan disana yang tersadar dan mengenalin mobil itu,mereka segera berhenti dari kegiatannya termasuk para penjaga keamanan di pintu utama yang siap bertunduk hormat pada pemimpinya.
namun sampai saat pintu itu terbuka mereka di kejutkan dengan keluarnya wanita cantik dari dalam mobil itu. sontak mereka terkejut di buatnya, Anna yang menyadari itu pun segera pergi berlalu tanpa memperdulikan orang- orang sekitar.
saat Anna tengah berjalan, dia mendengar bisikan samar dari beberapa karyawan wanita yang ada disana.
"itu bukannya Gianna tahalea ya? yang aktris itu?"
"iyaaa bener tuh"
"ngapain dia disini ?"
"lah loe ga tau, diakan yang lagi di gosipkan sama Bos"
"oh iya iya gua denger tuh beritanya"
"emang ya ga tau malu, mana kesini pake dijemput lagi"
Guma itulah yang sepintas terdengar di telinga Anna. namun Anna tetap melajukan langkahnya hingga dia masuk kedalam lift.
sesampainya di ruangan Erland dia bertemu dengan Andre.
"nona, anda masuk terlebih dahulu karna tuan Erland masih ada urusan yang harus di selesaikan"
"jadi Erland tidak ada di dalam?"
"tidak nona, tapi kau bisa menunggunya sebentar"
"oke baiklah terimakasi Andre"
"sama sama nona"
keduanya berlalu pergi..
♡♡♡♡
Saat ini Erland berada di rumah ibunya. keduanya tengah duduk di bangku yang berhadapan langsung dengan taman milik ibunya.
Erland tidak tau ada angin apa yang membuat ibunya meminta dia untuk menemuinya.
"Ada apa momy memanggilku?"
"apa kau sibuk?"
"tidak memang hanya beberapa proyek yang harus di tinjau"
__ADS_1
"ku rasa perusahaan setelah di pegang oleh mu, sekarang berkembang pesat"
"aku hanya mencoba melakukan yang terbaik"
"dady pasti bangga bukan?"
"apa momy merindukannya?"
"pastilah, namun momy tidak pernah merasa di tinggalkan dadymu"
"kenapa?"
"karna dia selalu ada didalam hati momy"
Erland yang mengerti arah pembicaraan itu, dia hanya tersenyum.
"momy hanya ingin kau selalu membagi waktu untukku, bisakah?"
"yaa akan aku usahakan"
"setidaknya aku tidak kesepian"
"apa momy selalu merasa kesepian?"
"yaa.."
"segeralah menikah dan berikan cucu untuku supaya rumah ini terasa hidup kembali."
"momy menikah itu tidak mudah"
"apa yang membuatmu berfikir seperti itu nak? uangmu banyak untuk menafkahi 5 istri pun tidak akan membuatmu miskin" ujar indah menggoda Erland
"momy kau fikir aku apa punya 5 istri"
"aku akan mencari wanita yang memiliki cinta untukku, seperti momy kepada dady"
"benarkah?"
"yaa, tidak pernah terputus"
beberapa saat setelah kedunya mengobrol santai, Erland menerima telfon dari Andre.
"Ada apaa?"
"nona Gianna sudah menunggu"
"Shittt__ aku melupakannya"
"diamana dia sekarang?"
"diruangan anda tuan"
"baiklah, suruh dia menunggu sebentar lagi aku akan kesana."
Setelah Erland berpamitan dengan ibunya dia segera berlalu pergi. namun saat ada di ruang depan. Alisya datang menghampiri kakaknya itu.
"Erland?"
"iyaaa?"
"aku tidak tau kau disini"
"ya aku di suruh momy datang kesini"
"aku punya kado untukmu?"
"kado apa?"
"ya tapi kadonya ada di kamar ayo ikut denganku" ujar Elisya yang menarik Erland.
sesampainya di kamar Elisya dia mengambil sesuatu di bagian lemari, Elisya membawa kotak yang ada di tangannya.
"apa ini?'
"kau buka saja"
__ADS_1
pada saat Erland membukanya ternyata di dalamnya berisi Suitter Rajut.
"ini untukku?'
"yaa, aku membuatnya sendiri untukmu lihat ada namamu disana, bagus bukan" tanya nya yang hanya di jawab oleh anggukan kepala.
"bukankah dulu saat kecil kau selalu menggunakan suitter? bahkan saat pertemuan pertama kita."
"ingatanmu bagus juga"
"aku bikinkah sepesial untukmu"
"baiklah terimakasih, aku harus pergi, sudah ada yang menunggu ku di kantor"
"baiklah hati hati" ujar Elisya memeluk dan mencium pipi Erland.
Erland hanya tersenyum dan mengusap ujung kepala Elisya , dia berlalu pergi.
♡♡♡♡
Setelah memakan waktu cukup lama Erland sudah tiba di kantor dia segera menuju kelantai atas
sampai di atas, Erland melihat sekertarisnya disana.
"apa dia masih disini?"
"ya tuan dia menunggu anda didalam"
Erland bergegas masuk kedalam ruangan nya, disana terlihat Anna yang tengah makan Eskrim di tangannya dan menonton tv.
"hai darling"
mendengar suara itu Anna menoleh, dia tampak kesal lantaran harus menunggu terlalu lama disini hingga di bosan.
"apa yang kau makan?"
"banyak" ujarnya ketus.
Erland melihat meja di depanya yang sudah berserakan dengan bungkus snack, Erland heran di buatnya biasanya meja disana selalu terlihat bersih.
"apa seperti ini perempuan jika merasa bosan?" gumanya dalam hati.
"apa kamu baru selesai rapat?"
"tidak aku datang ke suatu tempat."
"jadi akan kemana kita hari ini?" tanya Erland.
tanpa di sadari oleh Erland. Anna dari tadi memperhatikan Erland, dia melihat satu anak rambut yang tertinggal di jas Erland, Anna mencoba mengambilnya diam diam.
"kita ketoko"
"baiklah aku bersiap terlebih dahulu" Erland bangkit dari duduknya.
Saat Erland melangkah pergi sekilas Anna menyium aroma farhum wanita.
"ini bukan bau farhum Erland biasanya" ujarnya dalam hati.
pasalnya Anna sudah terbiasa menyium aroma khas milik Erland jadi dia mampu mengingat meski dari kejauhan.
saat Erland berlalu pergi dia melihat dan memperhatikan anak rambut itu di depan matanya.
rambut panjang dan berwarna coklat yang dilihat. sontak Anna betanya siapa pemilik rambut ini.
Namun karna Anna engan memikirkannya dia membuang rambut itu dan mencoba menetralkan pikirannya untuk tidak berfikir macam macam.
Anna duduk disana dan meneguk air di gelas itu. dia berusaha tenang pasalnya dia merasa itu bukanlah urusanya.bagaimanapun Erland adalah temannya bukan lebih dari itu jadi yang dipikirnya diharus berusaha tenang menghadapi hal ini. namun Entah mengapa ada rasa sakit yang kini terasa di dalam relung hatinya Anna tidak pernah menyadari akan hal itu dia tidak tahu mengapa tiba tiba saja rasa sakit itu muncul di dalam batinnya, Anna belum menyadari akan perasaanya terhadap Erland, membuat Anna bertanya tanya perasaan seperti apa yang saat ini sedang dihadapinya.
.
.
.
♡♡♡♡
__ADS_1