Another Loved

Another Loved
82.Erland Yang Malang


__ADS_3

.


.


.


.


.


Erland kembali dalam ruangannya dia mengechek segala berkas yang menumpuk yang harus di tandatanganinya.


beberapa proposal hasil laporan peninjauan proyek yang saat ini harus dia periksa.


membuatnya merasa mual melihat kertas dan kiriman Email yang menumpuk.


..."perasaan Anna yang tengah hamil kenapa aku yang merasa mual." guma Erland...


Namun Erland mengacuhkan segalanya yang dia inginkan harus segera menyelesaikan tugas dan kembali pulang menemui kekasihnya.


Beberapa menit berlalu Erland masih focus melihat lampiran yang ada didepannya.


hingga dia tidak sadar bahwa suara telfon sendari tadi berbunyi.


hingga ketiga kalinya Erland baru menyadari itu.


namun matanya tetap focus melihat ke depan dengan lincahan tangannya menekan tombol hijau.


"Hallo" Ujarnya


"Erlanddd" suara itu


seketika jantung Erland berdetak cepat mendengar suara manis yang dia rindukan.


"bagaimana sayang"


"apa kau tengah sibuk?"


"ahhh iyaa banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan. memangnya kenapa sayang?"


"hemm tidak papa lanjutkan pekerjaanmu"


"baiklah"


ujarnya Erland sembari mematikan telfon itu.


♡♡♡♡


Sedang ditempat lain.


Anna merasa dirinya begitu lemas jam jam nya dia lalui dengan muntah muntah yang membuatnya harus bolak balik kamar mandi.


sedang perutnya terus merasa mual


"Astaga apa tidak ada makanan yang bisa aku makan?" gumanya


"kenapa setiap aku makan pasti keluar lagi"

__ADS_1


Anna begitu khawatir dengan keadaan perutnya.


"ishh Erland kenapa dia harus sibuk." ujarnya kesal


"aku harus telfon onad"


Beberapa menit berlalu telfon itu terangkat.


"Hallo bagaimana sis kenapa kau tidak sesibuk oara artis di luar sana?"


"onadd bisakah kau datang kesini?"


"kau ada pekerjaan?"


"tidak"


"lalu"


"cepet kesini dan belikan aku ayam dengan sambal seperti biasa."


"ahh tapi terakhir kau makan itu lambungmu langsung kumat."


"Onadd pleasse sekali ini saja."


onad tidak memiliki pilihan yang harus membuatnya menurut dengan bosnya itu.


"tapi segala resiko di tanggung pemakan"


"yayayya" Ujar Anna malas menjawab.


Anna terus menunggu kedatangan onad dengan makanannya.


Anna melangkah menelusuri tangga dan melihat onad disana.


"ini pesananmu"


"terimakasi"


"sebentar biar aku ambilkan piring" ujar onad melangkah pergi.


"Bagaiamana dengan karirmu?" Ujar onad sembari mendekati Anna


"ku rasa aku sidah tidak terlalu tertarik."


"Maksudmu?"


"Aku akan mengambil beberapa pekerjaan yang aku mau saja dan tidak terlalu memaksakan diri ini seperti dulu."


"Astaga aku percaya kau sudah memiliki uang banyak tapi bagaimana dengan nasibku ini? hiks hiks"


"Astaga Onad apaan si ga usah cenggeng gitu ahh. emng selama satu bulan ini aku jarang ambil job apa gajih yang aku berikan berkurang?"


"aku rasa tidak"


"aku membayarmu sama dengan yang dulu dulu bahkan aku berikan bonuss kurang baik apa coba."


"astaga betul."

__ADS_1


"sudahlah yang penting kau harus tetap ada disaat aku butuh."


"Ah baiklah."


♡♡♡♡


Erland lupa jika Lyodra akan menemuinya hari ini.


Erland duduk di kursi tamu yang ada diruangannya dengan sabar menunggu kedatangan teman semasa kuliahnya dulu.


Sampai pintu terbuka memperlihatkan Andre disana


"Tuan nona lyodra .."


"beri dia jalan."


Andre meninggalkan tempat itu dan tak lama Lyodra masuk dengan baju yang dikenakannya begitu seksi dan menggoda.


Erland yang melihatnya begitu terkejut.


Sontak Erland memalingkan wajahnya kearah lain.


Lyodra datang menghampiri Erland disana sembari memberikan senyum terbaiknya.


"apa yang kau lihat?" Ujarnya


"Tidak, ada berita apa?"


"Tidak ada aku hanya ingin berkunjung."


"tapi aku tidak ada waktu"


"Astaga Erland aku sudah sampai disini."


"Lyodra" ujar Erland memperingati Lyodra yang mecoba mendekatinya terlebih kini tangannya sudah ada di kemeja bagian dada bidang Erland.


"Kau kenapa terlihat menghindariku."


"sebaiknya kita menjaga jarak"


"Untuk apa? kau ingat dulu kau dan aku sangat dekat bahkan kita tidak sungkan untuk berpelukan saat bertemu, seperti ini"


Sontak Erland kaget dengan lyodra yang kini memeluknya Erland hanya diam disana tanpa pergerakan.


"kenapa kau banyak berubah" tanya Lyodra


"karna ada hati yang harus aku jaga." Ujar Erland tegas


.


.


.


.


.

__ADS_1


♡♡♡♡♡


__ADS_2