Another Loved

Another Loved
76.Dua garis merah


__ADS_3

.


.


.


.


.


Beberapa hari telah berlalu.


beberapa minggu terakhir Anna lebih memilih untuk menghabiskan waktunya di rumah lantaran dia merasa tidak enak badan.


Anna mengecek suhu tubuhnya yang dia rasa masih bisa di toleransi.


sehingga membuatnya berkali kali untuk menahan niatnya untuk pergi ke dokter.


namun tidak untuk kali ini yang merasa semakin parah.


Anna terus merasa mual dan lemas.


untuk kesekian kalinya dia terus merasa mual dan muntah namun tidak kunjung keluar.


itu membuat Anna merasa frustasi.


bahkan anehnya indra penciumannya semakin sensitif yang membuatnya tidak bisa makan bebas.


"ini menyebalkan apa yang sebenerannya terjadi."


bahkan parahnya Anna tidak bisa makan nasi, setiap mencium bau nasi membuatnya ingin muntah.


saat Anna tengah minum air dia mendengar ponselnya berbunyi.


Anna mendatangi


dia sudah bisa menebak bahwa itu panggilan dari kekasihnya


"Erland?"


"yaa aku disini"


"bagaimana sudah selesau rapatmu?"


"ya baru saja, bagaimana kondisimu?"


"aku rasa aku harus kerumah sakit, aku takut terjadi sesuatu dan aku ingat aku sudah lama skip jadwal chek up."


"Aku setuju, tapi maaf sayang aku tidak bisa menemanimu. ku harap kamu bisa mngerti itu."


"tidak maslaah Erland aku bisa pergi sendiri."


"Baiklah jaga dirimu dan jangan lupa kabari aku."


♡♡♡♡♡


Hari ini hari yang padat untuk Erland mengingat banyak sekali rapat yang harus dia datangi.

__ADS_1


seperti saat ini Erland baru saja menyelesaikan rapatnya bersama para anggota direksi.


membuat Erland merasa setress seketika.


"Andre lanjutkan separuh pekerjaanku."


"baik tuan tapi anda akan kemana tuan?"


"saya akan kebawah sebentar kau urus saja yang aku perintahkan."


Erland turun ke lantai satu tanpa Andre di sampingnya.


Erland memilih memasuki cafe yang tidak jauh dari kantornya.


dia berharap dapat menenangkan pikirannya sejenak.


setelah mengurus segala pembayaran Erland pergi berlalu mencari kursi kosong.


"Erlanddd?"


panggilan itu membuatnya focus kearah depan.


begitu terkejutnya saat Erland melihat siapa yang saat ini ada di hadapannya.


"laody?"


"Erlandd" sontak Erland mendapatkan pelukan dari sang mantan kekasihnya itu.


Erland hanya terpaku disana.


"astaga aku tidak menyangka kau ada disini."


"Kebetulan sekali, ku fikir ini waktu baik untuk kita mengobrol." lanjut wanita itu.


"emm tapp___" belum sempat melanjutkan Erland telah di tarik wanita itu untuk ikut bersamanya.


♡♡♡♡


Sedangkan di tempat lain Anna masih menunggu gilirannya untuk masuk kedalam ruangan.


sembari memainkan hpnya Anna melihat beberapa koleksi foto-fotonya.


termasuk foto bersama Erland saat liburan bersama di Bali kala itu.


Anna tersipu malu mengingatnya.


"Gianna Tahalea di mohon memasuki ruangan."


mendengar namanya di panggil Anna segera beranjak.


"Selamat siang dok"


"Selamt siang nona"


"dokter maaf aku baru datang lagi kesini setelah sekian lama."


"tidak masalah saya tau apa yang terjadi pada kehidupanmu"

__ADS_1


"Astaga dokter hidupku terlalu rumit."


"Aku mengikuti setiap berita tentang kasus keluargamu di media sosial."


"jangan percaya sepenuhnya tidak semuanya benar."


"Ah baiklah lalu bagaimana dengan kondisimu setelah lama tidak melakukan chek up routin?"


"ku rasa ada sedikit maslaah"


"berbaringlah akan aku periksa."


10 menit berlalu...


setalah melakukan pengecekan Anna diminta menunggu beberapa saat


Anna masih menunggu di kursi meja kerja dokter itu.


Membuat Anna khawatir pasalnya ini tidak seperti biasanya yang langsung di jelaskan.


namun kini Anna berada di ruang sendirian menunggu sang dokter.


hingga akhirnya dokter itu pun masuk kembali kedalam ruangan dan berjalan menemui Anna.


"Dokter sebenarnya apa yang terjadi?"


"begini Nona Anna"


Anna terus menunggu


"ku rasa setelah ini anda harus ganti dokter chek up karna saya tidak beberapa bulan kedepan saya bukan lagi yang Nona butuhkan"


mendengar pernyataan itu sontak Anna pun terkejut.


"sebenarnya apa yang terjadi pada tubuh saya dok"


"dari keluhan yang anda sebutkan dan hasil yang telah kami periksa nona di nyatakan positif hamil."


Sontak Anna terkejut mendengarnya.


"selamat nona, Anda bisa menguhubungi dokter kandungan yang ada disini. sekali lagi selamat atas kehamilannya Nona."


Anna hanya tersenyum mendengar kalimat itu.


"baik dok saya mengerti."


Ucap Anna berlalu pergi setelah dirasanya cukup.


.


.


.


.


.

__ADS_1


♡♡♡♡


__ADS_2