Another Loved

Another Loved
107.Kembali Di Terima


__ADS_3

.


.


.


.


♡♡♡♡


Gianna memasuki pekarangan rumah yang sudah lama tidak dia masuki.


Anna ingat terakhir dia disini, merasa tidak nyaman atas perlakuan yang tidak seharusnya.


namun kali ini kedatangannya di minta oleh Erland, bahkan kali ini dia hanya seorang diri.


Anna keluar daru mobil itu melihat sekeliling rumah yang nampak besar dan tinggi.


Anna mencoba menarik nafasnya dalam


berharap rasa geroginya terkurangi.


Dia tidak ingin keluar dari tempat ini dalam keadaan menangis.


"Selama datang nona Gianna, Nyonya besar telah menunggu anda." ujar pelayan disana


Anna hanya menganggukan kepalanya dan melangkah mengikuti pelayan itu pergi.


Pelayan itu membawanya kehalaman belakang rumahnya.


Anna dapat merasakan udara segar yang menyapu sebagian helai rambutnya.


Tak lama mereka berjalan Anna mendapati seorang wanita yang tengah duduk sembari memegang cangkir di tangannya dan menghadap kearah danau.


"Silahkan nona" Ujar Pelayan itu memberi ruang kepada keduanya.


"Terimakasi " jawab Anna lembut.


Indah melirik kearah samping memperlihatkan wanita dengan dress moca polos tengah berdiri dengan anggun.


"Aku tidak munafik dia benar cantik bahkan dengan make up naturalnya pantas saja putraku tergila gila dengannya." Ujar Indah dalam hatinya.


"Anna duduklah" seru Indah.


Anna yanh terpanggil merasa kaget. apa lagi dengan nada suara yang tidak seperti terakhir dia dengar.


Ana melakukan itu dia memilih untuk duduk di samping Indah.

__ADS_1


"Bagaimana dengan kabarmu?" Tanya indah disana.


"Baik , bagaimana dengan kabar momy juga?"


"seperti yang kamu lihat."


Keduanya berbincang santai tanpa terasa. Anna melihat perubahan dalam diri Indah.


kini dia merasa kehadiranya telah di terima kembali seperti sedia kala.


Tak lain Anna menyukai moment ini.


dia menyukai kebersamaan itu.


♡♡♡♡


Erland melangkah menyusuri ruangan besar itu dia tau kemana dia akan pergi.


Erland berjalan hingga taman belakang.


sontak matanya terfokus pada dua wanita yang sedang bercanda tawa di ujung sana.


Ini keindahan bagi Erland.


"Aku sudah lama tidak melihat senyum itu mom, sejak dady meninggalkan kita, tapi aku berharap hadirnya Anna akan kembali membangkitkan apa yang pernah terpendam." Guma Erland.


Erland tidak melihat Indah seorang yang dulu.


Momynya yang saat ini banyak terdiam dan tertawa sesekali namun tidak seindah dulu.


Dan kini Erland melihat moment itu kembali hadir.


Tanpa banyak diam Erland segera pergi mendatangi keduanya.


"Hello guys apa yang kalian bicarakan." Sapa Erland


sontak keduanya melirik ke arah suara.


Anna terkejut melihat itu.


"Erland kamu...?"wajah bingung Anna


"Hallo sayang" Sapa Erland merangkul pinggang dan mencium kening Anna.


"Momy yang menyuruh dia datang." Ujar Indah


Anna tertawa tipis disana.

__ADS_1


"Ada hal penting yang ingin momy bicarakan maka dari itu Momy minta semuanya berkumpul." Ujar Indah.


Anna merasakan perasan yang tidak Enak.


"Santai saja sayang." Ujar Erland yang kini duduk di sebelahnya.


"Anna sebelumnya momy minta maaf jika ada ucapan momy yang membuat kamu tersinggung ataupun sakit hati." Ujar Indah


Anna hanya terdiam disana.


Indah menarik nafasnya dalam.


"Kini sudah saatnya momy membicarakan ini kepada kalian terlebih kamu Anna. Momy fikir, momy tidak seharusnya egois terhadap perilaku yang momy tunjukanpada Erland, momy hanya ingin memberikan yang terbaik, tapi Momy salah seharusnya dengan caraa momy memberikan yang terbaik artinya momy harus merelakan Erland mencari jalan dan pasangannya sendiri. dan saat ini mpmy sadar bahwa hanya kamulah yang di inginkan oleh Erland terlebih setelah kedatangan calon penerus Erland, momy melihat Erland yang tumbuh dewasa. bukan lagi anak laki laki yang suka menjahili teman kelasnya." Ujar Indah


Erland tertawa lirih mendengar kalimat yang kleuar dari mulut momy.


"Jadi momy Ingin kau menikah dengan Erland Anna." Ujar Indah


Anna yang mendengarnya begitu kaget dan terharu.


"Jadi momy merestui hubungan kita?"


"Ya tentu saja."


Anna segera beranjak dan pergi memeluk Calon ibu meŕtuanya.


"Terimakasi momy."


"Sama sama"


ujar Indah sembari mengelus punggung Anna yang ada di dekapanya.


"Sering seringlah datang kesini supaya Momy dapat merasakan menjaga Cucu momy."


Anna hanya menganggukan kepalanya itu karna dia tidak tau harus bicarakan apa kalimatnya tertahan oleh rasa bahagianya.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2