Another Loved

Another Loved
62.Erland Backingan Anna


__ADS_3

.


.


.


.


.


Kini Ambar telah mengetahui semuanya apa yang terjadi dan seperti apa keadaan yang saat ini harus di tanggung oleh Anna.


Perasaanya kini mulai tenang setelah melihat Anna yang sudah kembali normal tidak menangis lagi meski masih terdiam disana.


Ambar bersukur setidaknya Anna mau bercerita dengannya, dengan kodisi, situasi, dan keadaan yang terjadi dalam kehidupanya beberapa bulan ini.


Jujur beberapa tahun bersama Ambar tidak mengetahui semua ini, kadang dia merasa bersalah karnanya Ambar merasa begitu acuh pada Anna padahal ternyata jika ditanyakan lebih dalam nyatanya Ambar menyayangi Anna seperti adiknya sendiri.


Anna masih terpaku berada di lorong rumah sakit menunggu hasil visul dari dokter dan para kepolisian.


"Anna kau tidak ingin minum?" tanya Ambar


"Tidakkk" ujarnya datar.


Saat ini Keduanya berada di rumah sakit saat jenazah ayahnya dibawa ke rumah sakit ini untuk diotopsi.


Anna ingat jika beberapa waktu lalu dia sempat bertemu Anna dalam gedung yang sama namun acara yang berbeda.


"Hey bagaimana dengan pekerjaanmu" Tanya Anna yang mengingat kan Ambar.


"sudahlah lupakan"


"Kau akan kena sanksi Ambar."


Ambar menarik nafasnya dalam.

__ADS_1


"Aku khawatir melihat kondismu saat itu jadi aku berlari mengejarmu"


"Maafkan aku" ujarnya merasa bersalah.


"tidak kau tidak perlu meminta maaf bukan salahmu justru aku bersyukur aku ada disini, berada di dekatmu di waktu yang tepat." ujar Ambar


Saat mereka tengah berbincang tiba-tiba saja dua lelaki berjas datang menghampiri keduanya.


Anna begitu terkejut saat menadapati Erland dan Andre disana.


"Erland?" sapa Anna


"Kau baik baik saja bukan?" tanya Erland.


Sontak Anna segera menuju kepelukan Erland saat itu juga, yang mana membuat Ambar dan Andre merasa perlu pergi.


"Nona kita cari angin" ujar Andre.


"siapa loe gak kenal gua" tegas Ambar


Namun keduanya tetap pergi meninggalkan Erland dan Anna yang terdengar Anna kembali menangis di pelukan Erland.


"lepaskan sayang, mungkin dengan manangis kau akan merasa tenang" ujar Erland dengan mengelus Rambut Anna.


"hiks hiks hiks Erlanddd aku membasahi Jas mahalmu hiks hiks" Ujar Anna kembali menangis kencang.


Erland yang mendengarnya merasa tidak habis pikir dengan cara berfikir Anna bagaimana mungkin sedang dalam keadaan menangis pun masih memikirkan hal yang konyol.


"Astaga ku berikan sandaran gratis untumu my queen"


♡♡♡♡


Beberapa waktu berlalu kini dokter telah keluar dari ruangan itu.


seketika ruangan itu sudah kembali ramai setelah beberapa waktu tampak sepi dan hampa.

__ADS_1


kini di penuhi orang orang yang tadi ada di sekitar Anna dan di tambah lagi ibu tiri serta Gavin pun berada disana.


"Hasil otopsi mungkin akan keluar dalam waktu 3 sampai 4 hari mendatang, namun secara medis kami melihat tidak ada sesuatu yang jangal bahkan tidak ada tanda-tanda beliau mengalami keracunan ataupun apa kita melihat ini hanya sistem kerja jantung yang tidak normal."


"tidak mungkin dok, kau harus memeriksanya lebih jelas. atau mungkin otoposi tetap berlanjut." ujar Anna membantah.


"Astaga Anna mau sampai kapan kau melihat ayahmu menderita bahka setelah meninggal pun." Ujar Jihan


"Diam mulutmu aku tidak sedang berbicara denganmu!" ujar Anna tegas.


"lihat kau ingin sampai berapa lama melihat ayahmu menderita dengan keingianmu yang menginginkan otopsi berlanjut sedangkan diapun perlu di makamkan."


"sampai hasil otopsi jelas bahwa ayahku meninggal bukan karna jantung." Ujar Anan


"Dasar Anak keras kepala." ujar Jihan


Mendengar itu Erland mengenggan tangan mungil Anna yang membuat Anna mengerti bahka ini cara Erland untuk mengingatkan Anna tidak terbawa emosi dan menenangkan diri.


"Baiklah dokter terimakasi untuk penjelasan Anda, saya harap anda dapat berkerja dengan benar dan teliti." Ujar Erland


"Baik terimakasi Tuan Erland Hernandez." Salam dokter tersebut.


setelah bersalaman Erland membawa Anna pergi dari sana, Namun mereka engan untuk bersalaman dengan Jihan dan Gavin mereka lebih memilih pergi berlalu.


Keduanya melihat kepergian Ambar,Andre, Erland dan juga Gianna dari tempat itu.


"Kau lihat saja Anna apa yang akan terjadi, kau akan hacur mulai saat ini." Ujar Jihan lirih.


.


.


.


.

__ADS_1


.


♡♡♡♡


__ADS_2