
.
.
.
.
Ambar tengah berada di atas balkon sembari merawat beberapa bunga yang tertanam disana.
hari ini dia hanya ingin berdiam diri di rumah sembari menikmati pemandangan dibawah sana.
dia memperhatikan beberapa bangunan di depan matanya sembari mengingat kenangan awal pertama dia masuk ke appartement ini.
unit apartement ini termasuk mewah lantaran memang Ambar dan Anna memilih tinggal di unit kelas atas. berkat kerja keras mereka berdua dari honor yang di dapat selama ini membuat keduanya hidup lebih baik dari sebelum sebelumnya.
Ambar meningat saat pertama kali dia bertemu Anna dan membawanya pergi ketempat dimana dirinya tinggal, tempat rumah susun yang sempit, kecil dan kumuh. dari sanalah perjalanan pertama kali mereka dimulai hingga hari ini.
fikiran kembali tertuju pada dua remaja yang masih tanggung harus berjuang yang pasti untuk menyambung kehidupan.
Ambar kembali ingat memutar kembali memori yang ada bagaimana susahnya berjalan berkorban untuk kehidupan dan mereka sama sama mencari orang tua mereka masing masing.
Tanpa Anna ketahui sebenarnya bukan hanya dia saja yang mencari keberadaan ibunya. namun saat ini pun Ambar memiliki tujuan yang sama yaitu mencari keluarganya.
🍁Flashback on🍁
sore itu seorang anak yang memiliki wajah cantik dan ceria turun dari mobilnya dia baru saja pulang dari sekolahnya. dengan baju putih biru dia berjalan masuk kedalam rumah
ini tahun pertama dia berada di jakarta lantaran tempat lahirnya ataupun tempat masa kecilnya bukan di Jakarta.
namun kedua orang tuanya membujuk dia untuk ikut bersamanya karna sang ayah yang harus dinas di ibu kota.
hinggan akhirnya dia mau mengikuti kemauan orang tuanya.
kini keberadaanya sudah merasa nyaman disini karna dia memiliki teman banyak, sekolah dengan fasilitas intensif dan banyak faktor lainnya yang enggan membuatnya pergi dari sini.
"Mama aku pulang"
"tumben tumbenan kamu pulang jam segini Ambar?"
"ya guru guru lagi ada rapat jadi jam pelajaran di alihkan."
"baiklah Ambar, bisa kah kamu naik ke atas dan ganti bajumu, setelah itu pergi temuin ibu di kamar ada yang ingin ibu bicarakan."
"okee mama tunggu akuuuuu" ucapnya dengan ceriaaa
beberapa menit setelahnya. kini Ambar sudah berganti dengan longdress dan pita yang di sematkan di atas kepalanya menambah paras manisnya yang terpancar.
Sampai di depan pintu kamar sang ibu Ambar mengetuk pintu dengan sedikit rasa bingung lantaran dia merasa ada yang aneh dengan rumahnya yang terlihat sangat sepi hari ini biasanya ada 2 pelayan yang mengisi ruang bawah namun sejak pulang dari sekolah dia tidak melihatnya.
"masuk ambar" ujar sang ibu dari dalam. saat Ambar masuk kedalam kamar tersebut dia dikejutkan dengan 3 koper besar yang ada di samping lemari sang ibu.
"maa? ada apa?"
"duduklah biar ibu jelaskan."
Ambar menuruti kata sang ibu dia mendudukan diri diatas ranjang besar itu.
"mama dan papa berencana akan pulang kampung."
"hah kenapa mendadak gitu?"
"yaa ada urusan di kampung yang harus di selesaikan."
__ADS_1
"tapikan mah, biasanya juga kita pulang kekampung pas musim libur sekolah"
"ya kan ini biasanya tapi mama kurang yakin jika harus menunda sampai kmu libur sekolah."
"Kamu mau iku pulang kekampung?"
"berapa hari?"
"hemm klo itu mamapun belom bisa memastikan tapi kurang lebih 1 minggu tergantung dengan urusan yang harus di selesaikan."
"ohh gituuu yaudah deh mah aku ga usah ikutt.. mama papa sama adek aja yang pulang."
"kamu beneran ga mau ikut"
"iya ga usah karna hari kamis aku ada ulangan matematika jadi mama aja yang pergi ambar dirumah"
"baiklah kamu harus jaga diri disini jangan nakal. mama janji secepatnya mama pulang kesini."
"oke maa"
hari hari Ambar jalani sampai suatu ketika dia tengah berjalan setelah membeli makan ini sudah hampir 1 minggu namun mamanya tidak juga ada kabar padahal uang yang mamanya titipkan sudah berkurang.
saat tengah berjalan dia dikejutkan oleh seorang wnaita yang memiliki gestur tubuh yang sama denganya sedang duduk pinggir jalan.
Ambar terus memandangi wajahnya hingga dia baru sadar
"Dia bukannya Gianna tahalea kelas 8B?"
"Gianna?!!!" sepontan sang kepunyaan nama menengok kearahnya.
"kamu ngapain disini?"
"duduk"
"aku kabur dari rumah."
hingga akhirnya mereka mengobrol dan bercerita apa yang sebenarnya terjadi dengan Gianna hingga akhirnya Ambar memutuskan untuk membantu Anna dan mambawa Anna pulang
Namun Anna menolak dengan alasan dia tidak enak dengan keluarga Ambar. dan Ambar ingat tidak jauh dari rumahnya terdapat rumah susun yang tidak lain salah satu rumah susun itu sudah di beli oleh ibunya.
Ambar membawa pulang Anna sampai di rumah dia segera naik lantai atas dimana dia mencari kunci kamar rumah susun itu. hingga dia menemukannya.
"nah ini, kau bisa tinggal disana."
"tapiiii____"
"tidak papa nanti biar aku yang menjelaskan kepada orang tuaku. kau tidak perlu hawatir aku yang akan mengatasinya."
"apa tidak sebaiknya aku membayar tempat ini?"
"tidak usah anggap saja aku sedang membantumu."
2 minggu berlalu..
Keluargnya tidak juga datang, Ambar terus menunggu hingga sampai saat ini uang simpananya pun sudah habis.
akhirnya dengan terpaksa Ambar sering mendatangi Anna dan mereka makan bersama hingga mencari uang bersama justru itu yang membuat keduanya kini semakin dekat dan akrab.
sampai suatu hari Ambar dan Anna berlari larian bersama setelah pulang sekolah. layaknya remaja pada umumnya yang bercanda tawa saat sedang bersama teman temannya. saat keduanya sudah berada di jalan rumah Ambar.
"Ambar kamu masih disini?" tanya seorang ibu yang tengah membeli bakso di depannya.
"iya buuu"
__ADS_1
"saya kira kamu ikut ibu kamu"
"engak bu, mama bilang hanya sebentar mungkin minggu ini pulang?"
"hah yang benar saja orang rumah kamu aja udah di segel kok sama polisi tadi siang" mendengar ucapan itu membuat Ambar merasa seperti di timpa batu disiang hari.
tanpa menunggu lama Ambar segera berlari dan meninggalkan Anna yang masih terpaku merasa diam disana.
sampai akhirnya Anna mengejar Ambar, kini Anna melihat Ambar yang sudah duduk di aspal jalan itu sembari menangis.
melihatnya Anna tak tega sampai akhirnya dia menghampiri Ambar dan berkata
"sudah jangan menangis kau tidak sendiri ada aku" ucap Anna menghibur Ambar.
"Mama papa kemana ya?"
"Sudah jangan menangis mereka pasti menemuimu kok"
"kapan?"
"hemm aku tidak tau.. nanti kita cari orang tua kita sama sama yaa.."
🍁flashback off🍁
Dari situlah mulainya persahabatan mereka terjalin bahkan hingga detik ini setelah keduanya tinggal dirumah susun yang sama dan menjalanin kehidupan yang sama layaknya kakak beradik.
Ambar terus mengingat kejadian demi kejadian yang telah terlewatkan Anna dan Ambar telah merasakan pahit manisnya kebahagiaan. hingga kerja keras mereka terbayarkan atas apa yang mereka miliki saat ini.
karir yang gemerlap, kehidupan mewah, mobil bahkan segala hal yang mereka inginkan dapat terwujud dengan mudahnya.
namun tanpa orang tahun perjuangan seperti apa yang sudah keduanya lewati.
saat itu Ambar sempat pulang ke kampung halamnya guna mencari keberadaan ayah ibu serta adiknya itu.namun yang dia dapat bukan sesuatu yang mengenakan. saat dirinya tau bahwa ternyata kedua orang tuanya mengalami kebangkrutan bahkan sawah dan perkebunan milik keluarganya pun sudah ludes habis yang kini sudah dibangun perumahan dan pabrik.
Tapi Ambar berkata kepada Anna bahwa dia menemukan keluarganya disana dan mengatakan jika mereka tidak ingin pergi kekota dan hanya ingin hidup di kampung. jelas itu semua bohong hanya untuk menutupi sesuatu yang tidak benar.
"woyyyyy" ucap Anna yang mengagetkan Ambar di balkon sana,
"diem diem ajehhh luh? ngapain?"
"ekhmmm engak cuman lagi pingin menyatu dengan alam"
"hahah loe mau menyatu dengan alam tuh pergi kegunung, kepantai, mandi di sungai, menyelusuri hutaan.. baru menyatu dengan alam tuh biar pulang pulang dekil sekalian." jelas Anna
Ambar melangkah memasuki ruangan itu. dia berjalan kearah sofa
"gua mau ngomong sama loe?"
"ngomong, ngomong aja kaya ga biasanya aja"
"gua mau pindah"
seketika Anna diam terpaku saat dia tengah menuangkan jus jambu di gelas itu.
"kemana?"
"beberapa bulan lalu gua beli rumah, dan saat ini ruamhnya udah siap di pakai"
"mungkin besok gua udah bisa pindah"
"ohh baiklahh.. ya itu sih terserah loe ya aku ga bisa ngelarang.." jelas Anna datar.
♡♡♡♡♡
__ADS_1