Another Loved

Another Loved
34.Bertemu


__ADS_3

.


.


.


.


"Lia,aku akan lari pagi hari ini, kau jaga rumah, jangan lupa siapkan sarapan untukku." Teriak Ambar dari lantai bawah kepada assistennya


"okeee, hati hati"


"aku pergi dulu yaa"


Jika ada waktu Ambar menyempatkan waktu untuk olahraga seperti pagi ini.


Ambar belari kecil berkeliling di komplek perumahan barunya. Ambar membeli rumah di salah satu perumahan mewah yang sangat luas, jadi disini ada beberapa rumah lainnya yang mungkin jaraknya agak berjauhan.


Sebagai pendatang baru Ambar tampak takjub dengan desain rumah disekitar sini.


bisa dibilang disini kompleknya para kolongmerat pasalnya banyaknya rumah besar dan mewah berjejer.


"ternyata gua ga salah pilih rumah disini"


"seger bangett masih banyak tanaman hijau."


Ambar terus berkeliling menyusuri jalan, sembari membakar lemak dan menikmari instrument yang di pakai lewat earphone miliknya.


Ambar melihat taman yang ukurannya cukup besar disana. karna rasa lelah yang mulai dia rasakan membuatnya berniat untuk datang ketaman itu dan beristirahat disana.


Ambar melihat satu bangku kosong diapun menuju kearah sana. saat Ambar sedang duduk dan meluruskan kakinya dia melihat anak perempuan sedang bermain boneka diatas rumput hijau beralaskan karpet kecil disana.


Beberapa menit Ambar hanya memperhatikan anak perempuan itu, namun setelah sekian lama dia merasa anak itu sendirian dan ambar penasaran apa yang sedang Anak itu lakukan.


tanpa menunggu lama Ambar segera mendatangi anak itu.


"hallo.." sapanya


Anak perempuan itu melihat kearah Ambar


"hallo tante." ujaar Anak itu bingung.


"kamu lagi ngapain disini?"


"aku lagi piknik disini tante"


"oh ya? "


"iya tante"


"terus orang tua kamu mana?"


"aku sama bibi fani, dia lagi ambil roti sama susu buat aku"


"benarkah?"


"tante ngapain disini"


"tante habis olahraga tadi"


"boleh tante gabung sama kamu?"


"boleh"

__ADS_1


Akhirnya Ambar duduk bersama anak perempuan itu.


"nama kamu siapa dek?"


"vanessa Adiwangsa"


"nama yang indah"


Beberapa waktu berlalu kini keduanya terlihat akrab dan saling mengenal.


seorang wanita datang menghampiri keduanya.


"bibi fanii kenapa lama sekali?" tanya vannesa pada pengasuhnya


"maaf nonaa, saya mencari botol susu terlebih dahulu untuk nona" ujar fani memberi penjelasan


Ambar yang melihatnya hanya terdiam, fani menyadari kehadiran Ambar,mereka berdua tersnyum sbg sapaan


vanessa melihat keduanya.


"bibi fanii,ini tante baikkk" ujar vanessa memberi pengertian.


"hallo mbak, saya Ambarcitra"


"saya mengenal kamu, sering lihat di tv ternyata lebih cantik aslinnya"


"terimakasi"


"saya fani pengasuh nona Nessa"


"ohh senang bertemu denganmu"


1 jam kemudian


"tapi aku masih ingin bermain sama tante baik" rengek Vanessa


"tapi nanti deddy mencarimu"


"tidak apa sayang, nanti kita bisa bertemu lain waktu dan bermain lagi oke." bujuk Ambar


"beneran tante baik?" tanya Nessa dengan mata berbinar kepada Ambar.


"iya tante rumahnya disana kokk deket nanti tante sering sering main kesini"


"tante baik ayo ikut antar aku pulang, biar tante baik tau rumah aku, jadi tante baik kalo mau main ke rumah aku ga bingung."


"hemm gimana yaa?" ujar Ambar bingung pasalnya dia pun harus segera pulang fikirnya Lia pasti sudah menunggu, namun melihat wajah Vanessa yang menggemaskan dan memohon membuat hatinya luluh seketika.


"baiklahh ayo tante antar"


terlihat jelas kebahagian yang terpancar di wajah Vanessa.


Selama di perjalanan pulang, Vanessa engan melepaskan ikatan tangannya bersama Ambar mereka bahkan banyak mengobrol.


Fani sebagai pengasuh Vanessa sejak bayi dia merasa bersyukur dan ikut merasakan kebahagiaan yang di rasakan Vanessa bahkan ini pertama kalinya dia melihat vanessa begitu akrab dan terlihat jelas tawa kebahagian diantara keduanya.


"tantee ini rumah akuuuu" tunjuk vanessa


Ambar melihat rumah yang saat ini ada dihadapanya. rumah yang sangat besar bahkan halaman depanya pun sangat luas, Ambar terkejut melihatnya.


"baguslah, sekrang sudah sampai Nessa langsung masuk ya." suruh Ambar


"tante baik ga ikut masuk?"

__ADS_1


"engak sayang, tante harus pulang"


"Nessa Ayo masuk" ajak sang pengasuh


"bye bye tante baik" ujar Vanessa yang melambaikan tangannya.


Namun baru beberapa saat dari arah berdekatan datang mobil mewah hitam yang tertuju kehalaman itu.


"daaaaddyyyyy!!!" terik vanesa yang berlari ke arah mobil itu.


sontak mobil itu berhenti bersamaan dengan keluarnya seorang pria tampan berparas bule merentangkan tangannya ke arah Vanessa, bocah itu pun lari kearah dadynya.


"hallo my princess" Ujar lelaki itu memeluk anak gadisnya.


"dady aku bertemu tante baik"


"siapa?"


vanessa melepaskan pelukan sang dady dan berteriak.


"tantee baikkk siniiii"


Ambar yang melihat arahnya cukup jauh dari mereka pun sontak kaget.


"tantee sini"


Ambar yang merasa terpanggil pun datang ke arah tujuan.


"vanessa ada apa?" tanya Ambar


Lelaki tersebut bangkit perlahan untuk memperbaiki posisinya.


"dady ini tante baik, aku tadi di taman bertemu dengan tante baik. kita bermain dan tante baik cerita kisah kancil"


Ambar yang mendengar ucapan Vanessa gemas melihatnya.


"oh hallo terimakasi sudah menemani anak saya pagi ini." ujar lelaki tersebut kepada Ambar


"oh tidak masalah kita hanya tidak sengaja bertemu." ujar Ambar tersenyum


"baiklah perkenalkan saya Guntur Adiwangsa"


"oh saya Ambarcitra"


keduanya tersenyum dan berjaba tangan


"baiklah nessa tante pulang dulu bye bye" ujar Ambar sembari mencubit kecil pipi bocah itu.


keduanya melepas kepergian Ambar, mereka saling memberikan senyum kepada Ambar.


"tante baik, baik banget deh dedy."


"oh ya sebaik apa?"


"sebaik dedy padakuuu"


.


.


.


♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2