Another Loved

Another Loved
104.Erland yang membuat candu


__ADS_3

.


.


.


.


.


♡♡♡♡


"sayang berhentilah menangis" Suara Erland dari arah walk in closet miliknya.


"hik hiks hiks bagaimana aku bisa berhenti menangis sahabatku akan melepas masa remaja malam ini." Guma Anna dengan mengusap pipi nya yang masa karna air mata.


"Tapi kau harus senang karna Ambar akan menikah malam ini bukan?"


"Ya aku senang karna Ambar telah menemukan lelaki terbaiknya, tapi aku sedih mengingat kenangan kita dulu." Lanjut Anna masih dengan Air matanya.


"Tidak perlu kau tangis. kalian akan tetap bersama bukan?"


"aku harap seperti itu." jawab Anna


"Berhenti menangis 5 menit lagi, kau akan di rias." ujar Erland keluar dari ruangan itu menuju keberadaan Anna.


♡♡♡♡


Erland tengah duduk menikmati sekaleng soda di temani dengan film action kesukaanya sembari menunggu Anna yang tengah bersiap di lantai atas sana.


Bel berbunyi menandakan seseorang akan datang.


Erland tahu siapa itu.


tanpa banyak waktu lama Andre menghampir sang majikan bersama dengan seorang wanita paru baya dan satu anak gadisnya.


Andre mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa yang tak jauh dari keberadaan Erland disana.


Ketiganya berada dalam ruangan yang sama.

__ADS_1


"Tuan muda Erland" Ujar wanita parubaya itu


"biasa saja." jawab Erland tidak suka


"maaf maksud saya nak Erland. ibu ingin berterimakasi untuk semua fasilitas mewah yang anda berikan. saya sangat tidak enak hati. tapi terimakasi untuk semua kebaikanmu." Ujar wanita itu


"Tidak masalah bu, saya juga senang hati karna ibu dapat menerima tawaran dari Anna untuk ikut bersama kami, lagi pula sudah sewajarnya kita memberikan yang terbaik untuk tamu." lanjut Erland


"Tapi saya tidak menyangka Anda akan menempatkan saya pada tempat yang sangat mewah yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya."


"nantinya ibu akan terbiasa dengan semua itu, karna calon menantu ibu juga tidak kalah dengan saya." Guma Erland


Hingga saat ketiganya tengah berbincang santai sontak suara langkah kaki heels yang terdengar menuruni anak tangga mengalihkan obrolan mereka.


tak kala ketiga orang itu menghadap kearah Anna yang melenggak lenggok dengan anggun dan elegannya.


"Kau sangat beruntung memilikinya nak." Guma Ibunda Ambaar.


"Anda benar bu."


Anna yang tersadar sendari tadi di perhatikan dia segera mempercepat langkahnya mengarah ke Erland.


"Sudah siap?" Tanya Erland yang maniknya masih memandang dalam kekasihnya itu.


"sudah"


"mari kita berangkat aku rasa mereka sundah menunggu."


ke empatnya pergi meninggalkan ruangan itu.


♡♡♡♡


Erland dan Anna kini sudah berada di dalam mobil yang sama.


dengan ibunda Ambar dan silvia di mobil lain dan para ajundan Erland tetap mengawasi mereka.


Di dalam mobil Erland terus mengagumi Anna terlebih saat dia dapat kencium wangi parfum milik anak yang membuatnya terlihat lebih segar.


"Aku menyukai wangi tubuhmu." Ujar Erland yang menyadarkan lamunan Anna.

__ADS_1


sontak Anna terkejut di buatnya.


"Erland ingat kita sedang tidak berdua." Ujar Anna dengan menyubit pelan paha Erland.


Sontak Erland menekan tombol di bagian samping nya yang membuat pembatas antara supir dan kursi belakang tertutup.


"Beginikah yang kau mau?"


"Erland kau." Ujar Anna geram


Erland dapat merasakan kulit putih salju Anna dengan tekstur kulit yang lembab "kau tau, kau terlihat sangat cantik."


"Aku pun merasa begitu."


semakin dekat jarak keduanya membuat Anna merasa kan jantungnya seakan sedang berdetak lebih kencang pada umumnya.


Erland mengangkat sebagian minggang Anna dan membawanya kepangkuan tersebut.


"Akhrrr Erland." Ujar Anna yang merasa dirinya seakan terangkat.


"Kau akan lebih nyaman disini sayang." Jawab Erland santai.


Anna hanya tersenyum melihatnya.


dia dapat merasakan betapa ketulusan hati Erland terhadap dirinya.


tanpa Anna sadari dia tengah mengaggumu wajah Erland yang membuatnya kehilangan akal dalam hidungan detik Anna dapat merasakan lembutnya tekstur bibir Erland yang sudah menyatu bersama.


keduanya menikmati moment itu dengan dibarengi melajunya mobil yang membawa mereka.


.


.


.


.


.

__ADS_1


♡♡♡♡


__ADS_2