Another Loved

Another Loved
135.Amnesia


__ADS_3

.


.


.


.


.


♡♡♡♡


Mentari masih sangat pagi.


Gianna mendengar suara ponsel nya saat tak lama panggilan dari dokter itu tersambung.


"Nona Gianna, kondisi pasien sudah mulai stabil, dan perkiraan jam 7 masa bius habis ada kemungkinan dia akan sadar. "


Anna yang mendengar itu merasa lenga.


saat Akhirnya dia segera bergeges.


Turun ke lantai dasar.


Ibu nya yang tengah berada di Meja makan meras terkejut melihat Anna pagi pagi sudah turun ke bawah.


"Anna.?! "


"Ibu aku akan pergi. "


ujar Anna yang ternyata kini sudah berada jauh di depan mata ibunya.


"Pak ayo kita kerumah sakit kemarin. " ujar Anna saat melihat drivernya.


Anna segera masuk kedalam mobil.


♡♡♡♡


Nando sudah mulai menciun aroma ruangan yang membuatnya kini ingin membuka matanya.


Nando mecoba nya.


namun berapa kali dia merasakan pening di kepalanya.


"Astagaaa" ucapnya sembari melihat ruangan.


dia melihat selang infus di tangannya.


Nando mengingat kejadian itu.

__ADS_1


"shitt" umpat nya


"Peter sangat bodoh"


"mengapa aku harus tertangkap" ujar Nando.


namun matanya teralihkan saat pintu itu hendak di buka.


dan munculah Gianna disana.


Nando pura pura pingsan kembali.


Anna menaruh nampan yang berisikan makanan di meja itu.


hingga dia duduk di bangku panjang disana.


"Dokter bilang dia akan sadar sekitar jam 7 ini sudah hampir jam 8 dia tidak bangun juga."


kini Nando merasa lega saat di paham bahwa yang membawanya kesini adalah Gianna.


Anna berusaha sabar.


melihat kembali kearah samping, saat sajian makanan dan beberapa buah buahan di sana menambah selera makanan nya.


membuat perutnya terasa lapar.


kini dia sudah merasa lapar kembali.


Tanpa pikir panjang Anna mengambil nampan makanan Nando.


Nando yang melihat dengan mata kecilnya sangat senang melihat moment itu ketika dia menyaksikan Gianna makan sangat lahap.


Tak ingin mengganggu Anna, Nando menunggu waktu yang tepat.


hingga akhirnya makanan itu tidak ada yang tersisa.


Tak lama kemudian Nando mulai menggerakan tangannya mengarahkan ke kepala.


Dia berakting seperti orang pertama siuman.


Anna yang melihatnya dia membulatkan matanya.


"Nando.. Nando? " ujar Anna yang kini memegang lengan Nando.


Nando melihat sekeliling seperti orang tengah kebingungan.


"Dimana aku? "


"Mengapa aku ada disini. "

__ADS_1


"Nando kecelakaan aku yang bawa kamu kerumah sakit. "


Anna bingung melihat Nando seperti orang linglung.


"Nando siapa nando? " tanyanya.


dan disitu Anna mulai panik.


dia segera pergi keluar ruangan bergegas.


Nando yang melihat itu tertawa lepas.


"Ternyata membodohi mu hal yang menyenangkan" Guma Nando.


Tidak lama Dokter dan Anna kembali kedalam ruangan itu.


"Dok dia baru saja siuman, tapi perilakunya sangat aneh dok seperti orang kebingungan bahkan dia tidak mengenali dirinya sendiri. " guma Anna yang sembali melihat dokter itu mengecek kondisi Nando.


"Sebentar biar saya tangani. " ujar dokter tersebut.


Nando dapat melihat kepanikan Anna disana.


"Benarkah dia tidak mengenali dirinya sendiri? " tanya dokter tersebut.


Anna hanya mengangguk.


Dokter itu pun merasa heran lantaran dia tidak melihat adanya luka atau bekas benturan di kepala yang mungkin saja bisa menyebabkan amnesia.


Dokter itu menarik nafasnya dalam.


"Mungkin pasien mengalami amnesia ringan yang menyebabkan nya kehilangan memori jati dirinya bahkan mungkin orang lain, ini bukanlah masalah yang berat Amnesia ringan bisa di sembuhkan dengan cepat, dan kemungkinan tidak perlu melakukan terapi karna rata rata orang yang mengalami amnesia ringan bisa di sembuhkan dengan cara diingatkan nya lagi memori tentang dirinya dan lingkungan. " ujar dokter tersebut.


"lalu bagaimana bisa dia mengalami amnesia ringan dok? "


"saya rasa kecelakaan membawanya ke rasaa trauma berat , tapi tidak papa cepat atau lambat ingatnya akan segera pulih. " ujar Dokter itu.


.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2