
.
.
.
.
.
Anna kaget saat dia melihat Erland berada di depan pintu.
"apa yang kau lakukan disini?" Tanya Anna
"Aku menunggumu"
"kenapa?"
"tidak ada.."
Anna melangkah pergi lebuh dulu meninggalkan Erland disana.
"Ada apa dengan Anna dia terlihat cuak ahh mungkin hormon kehamilan." Guma Erland dalam hatinya.
Keduanya berada di ruangan makan sembari menikmati makan malam.
"bagaimana dengan dekorasi Appartement ini apa kau menyukainya sayang?" tanya Erland
"Yaa ini lumayan"
"bagian mana yang tidak kau suka.. aku bisa merenovasinya sesuai dengan keinginanmu" tanya Erland
"kau benar ingin membawaku tinggal disini?"
"Yaa ada apa? apa menurutmu ini kurang luas? kita bisa mencari yang lebih luas."
"hemm tidak bukan itu maksud ku"
"laluu.."
"apa tidak apa jika kita satu tempat?" tanya Anna hambar
Mendengar kalimat itu Erland sempat terpaku diam disana.
"kau tidak nyaman dengan ini? apa kita harus menggelar pernikahan lebih cepat agar aku bisa satu rumah denganmu?"
"hemm tidak bukan itu maksudku.." ujar Anna mencoba menjalaskan
__ADS_1
"jika itu keinginamu tidak akan jadi masalah bagiku.. tapi aku sedang banyak proyek kali ini barangkali aku tidak bisa turun tangan mengurus detail acara pernikahan."
"aku tidak terburu buru Erland" Ujar Anna dengan menggenggam tangan Erland disana guna menenangkan Erland.
"Aku hanya ingin menjagamu Anna aku hanya ingin memastikan kau dan calon bayi kita aman aku ingin kau selalu di sampingku supaya aku dapat melihat sendiri bahwa kau tidak apa apa." Ujar Erland mecoba untuk menjelaskan kepada Anna
"Aku akan ikut kemana pun kau pergi termasuk ikut denganmu disini."Ujar Anna dengan senyum terbaiknya
"kau juga bisa pulang keAppartementmu sayang, tapi ingat aku juga ada disana."
Keduanya tertawa bersama..
♡♡♡♡
Malam ini adalah malam minggu
dimana biasanya Ambar dan Anna menghabiskan waktu bersama.
namun beberapa bulan belakangan Anna dan Ambar sudah tidak bertemu semenjak Ambar memutuskan untuk beranjak dan tinggal di rumah pribadinya.
keduanya kini memiliki kesibukan dan urusan masing-masing.
namum hubungan komunikasi tetap berjalan.
seperti malam ini Anna menelfon Ambar untuk mengobrol bersama.
"Astaga Anna kenapa kau semakin tuli."
"Ambar sinyal loe jelek."
"enak aja sinyal loe kali."
"Apa tadi loe ngomong apa gua ga denger."
"besok loe ada waktu ga kita ketemu ditempat biasa."
"idih ngapain gue ketemu loe maaf ya aku sibuk." Jawab Anna bepura-pura.
"Heh awas ya loe ohh sekarang gitu ya nnti gilaran lama ga ketemu loe berisik kangen .."
"Hhaaha gua ga kengane sama loe"
"tapii ??"
"hanya rindu kata Dilan"
"Dasar loe ratu bucinnn!! teriak Ambar."
__ADS_1
"Yang ratu bucin tuh loee yaa"
"Ahha kalo ngomong suka bener." Jawab Ambar malu malu"
"oke besok yaa kita ketemu lagian Ada sesuatu juga yang pengin gua omongin sama loe."
"Sesuatu apa tuh? ngomong aja ah sekarang."
"Engak ahhh nanti ga suprise."
"oke tapi loe janji yaa buat cerita kehidupan loe semenjak kita ga serumah"
"begitupun sebaliknya."
Beberapa waktu akhirnya mereka memutuskan komunikasi saat Anna merasa Angin di luar semakin dingin terasa.
"siapa yang kau telfon sayang ?" Tanya Erland
"Ahh itu Ambar citra"
Erland merasa tidak asing dengan nama itu dia mengingat-ingat beberapa kali sempat mendengar nama itu.
"Ahhh calon tunangan Guntur?" Inget Erland kembali
"Kau mengenalnya?"
"Astaga kita berteman sejak kecil. aku dan dia sudah seperti kakak beradik sayang,banyak orang yang tahu karna memang banyak juga kerja sana kita yang sukses."
"Whattt?!" Ungkap Anna syok
"Ada apa sayang?"
"Ahh tidak."
Anna merasa dunia ini begitu sempit itu yang membuatnya terkejut.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
__ADS_1