Another Loved

Another Loved
126.Perpisahan bersama Ambar


__ADS_3

.


.


.


.


.


♡♡♡♡


Matahari menyoroti jendela kaca itu.


tak kala seorang gadis memandang kearah luar cahaya yang memperlihatkan indahnya kota itu.


Mata coklat yang indah memandang luas aktifitas kehidupan di bawah sana.


"jadi bagaimana kau akan pulang ke Indonesia?" *Tanya Ambar di ambang pintu.


"aku akan tinggal disini sementara waktu dan akan kembali disaat waktu yang tepat*."


Ambar menarik nafasnya dalam saat dia mendengar kalimat yang di ucaokan oleh sahabatnya itu.


namun Ambar tau ini mungkin sudah menjadi jalan satu satunya.


"baiklah aku mengerti, kau harus jaga diri disini. aku akan sering mengunjungimu ataupun berkomunikasi denganmu tetap hubungi aku saat ada perlu apapun." Jelas Ambar yang kini memegang bahu Anna.


Anna yang merasakan ketulusan sahabatnya itu dia balik badan menatap manik Ambar.


Anna segera meraih tubuh Ambar untuk memeluknya.


"kemasi barangmu. aku akan mengantarmu ke rumah Ibumu." Ujar Ambar yang kini berlalu pergi.


♡♡♡♡


Mobil sedang itu memasuki sebuah pekarangan rumah yang begitu besar dan megah.


Ambar dan Anna memandangi kawasan itu.


"apa benar ini rumahnya?" tanya Anna


"kalo dilihat dari alamatnya sih bener yah." ujar Ambar mengecek ponselny


"Tapi ini rumah gede banget."

__ADS_1


"bagus dong artinya orang tuamu kaya." Jawab Ambar yang berlalu pergi.


Kini keduanya sudah berada di Ambang pintu, tak pikir lama Ambar segera menekan bel itu.


tak lama seorang wanita muda dengan seragam biru maroon itu keluar membukan kan pintu.


tak lama Arra yang hendak mengechek tamu dia sontak kaget saat melihat putrinya datang ke kediamannya.


"Anna?" ujar Arra namun dia begitu bingung saat melihat Anna yang membawa beberapa koper besar di sampingnya.


hampir satu jam mereka mengobrol.


dan kini Arra begitu bahagia saat dia tau putrinya akan tinggal bersamanya.


"Anna pemberangkatanku sekitar 2 jam lagi aku harus pergi saat ini juga." ujar Ambar


Anna yang mendengarkannya sontak kaget.


"secepat itu?"


Ambar menganggukan kepalanya


"*bukankah kau sudah jadwal kepulangan hari ini?"


Ambar melihat wajah yang berbeda dari diri Anna membuatnya mengelus pundak Anna.


"tidak apa, kita akan bertemu dilain waktu dan tetao berkomunikasi bukan?" Ujar Ambar


Anna menganggukan kepalanya


Arra yang melihat itu tersenyum bahagia.


Tak lama mereka keluar bersamaan mengiring kepergian Ambar.


Namun saat Ambar hendak menaiki mobil langkahnya terhenti lantaran Arra yang mendekati.


"Ada apa tante?" Tanya Ambar bingung


"tidak ada nak, Tante hanya ingin mengucapkan banyak terimakasi kau telah membantu Anna selama ini dan menjadi teman baiknya, Tante tidak tau apa jadinya bila taka da kamu di sisinya. mungkin kamu juga alasan dia masih bertahan hingga saat ini." Ujar Arra


Ambar yang mendengarnya hanya tersenyum disana.


"Kita berdua saling melengkap satu sama lain tante." Ujar Ambar.


"baiklah terimakasi untuk semuanya, sampaikan salamku kepada suamimu"

__ADS_1


Ambar hanya mengangguk disana.


♡♡♡♡


Waktu menjelang malam.


kini Keluarga Arra tengah berkumpul di meja makan termasuk dengan Anna.


Arra mencoba membuka percakapan dari suasana keheningan.


"Baiklah Anna Ibu akan memperkenalkan 3 anak ibu yang dimana mereka adik kamu." ujar Arra disana


Anna hanya mendengarkan itu.


"anak pertama ini namanya William dia berusia 12 tahun , dan ini catline berusia 8 tahun , yang terakhir kevin yang bulan depan menginjak usia 5 tahun. mereka mahir berbahasa Indonesia jadi tidak akan ada kesulitan untuk kalian mengobrol." Jelasnya


namun Anna tetap diam disana.


membuat Arra tidak enak hati dengan suaminya.


yang membuatnya melihat wajah suaminya.


♡♡♡


Larut malam telah menyelimuti negara itu.


kini Arra tengah memandangi jendela di ujung kamarnya tak kala dia tengah mengobrol bersama suaminya.


"Aku melihat Anna , dia telah melewati banyak kesulitan dalam hidupnya dan aku tidak pernah ada disisinya. aku fikir aku tidak akan lagi bertemu dengan gadis kecil bermata coklat itu, rasanya sangat mustahil saat aku tidak lagi mengetahui di mana dia berada. tapi kini Tuhan mengabulkan atas semua doa doaku selama ini. kini dia ada di sisiku namun entah mengapa cinta dan hangat senyumnya tak lagi seperti dulu saat dia berterika memanggil dan mencariku." Ujar Arra dengan menyeka air matanya.


Suaminya datang mendekati Araa yang mana dia hanya bisa menguatkan istrinya itu.


"semua butuh proses dia juga butuh waktu untuk menjalin hubungan yang lama hilang bersamamu. tidak apa ini hanya tentang waktu. aku masih meraskaan kalian memiliki batin yang kuat karna cinta. itulah mengapa kalian masih di pertemukan. semua akan berjalan normal saat waktunya." Ujar suami Arra mencoba menenangkan.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2