Another Loved

Another Loved
154. Suara yang di Rindukan Nando


__ADS_3

.


.


.


.


♡♡♡♡


"Jadi kalian menikah astaga aku tidak menyangka" ujar Gianna yang berada di depan keduanya.


Kamila yang tersenyum malu itu hanya diam.


"sudahlah Kamila tidak apa, kau tidak bisa menyembunyikan rasa malu mu di hadapanku."


"Iya Nona Anna, saya juga tidak menyangka. "


Anna tersenyum melihat pasangan di hadapannya.


sebenarnya sejak tadi dia ingin sekali bertanya keberadaan Nando.


Namun Anna begitu ragu jika harus jujur.


dia menunggu waktu yang tepat.


sampai suara Hector mengalihkan ketiga orang itu.


"ah.. anakku pasti mencariku. hemm kalian tunggu disini sebentar saya akan naik." Ujar Anna yang berlalu pergi setelah mendapatkan jawaban dari kedua orang itu.


"Peter? apa kau tidak mau memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi? "


Peter perfikir sejenak.


itu juga yang sejak tadi mengisi otaknya.


Satu sisi Peter tidak tega melihat kondisi Anna, terlebih dia tau tidak mudah bagi keduanya harus terpisah tanpa tahu kabar satu sama lain. tapi disisi lain dia takut Nando mengetahui Peter membongkar apa yang terjadi.


" Aku sedang berfikir untuk itu baby, posisi seakan kebingungan "


"aku rasa kita bicarakan saja apa yang ada. lagipula mungkin ini waktu yang tepat. Nona Gianna pun mungkin terus mencari bukan kabar dari Tuan Nando"


Dan saat mereka mengobrol itu tiba tiba suara hentakan kaki terdengar.


Anna datang dengan senyuman.


"jadi rencana kemana kalian akan pergi"


"heumm kita akan ke Thailand" Ujar Peter


"astaga akan menyenangkan bukan."

__ADS_1


Peter menarik nafasnya dalam sembari menganggukan kepala.


" Aku tidak menyangka Peter kau akan menikah secepat ini bahkan kau mengalahkan Tuan mu itu. " ujar Anna disana.


Yang mana membuat Kamila dan Peter bertatap.


"heumm Nona, Sebenarnya Tuan Nando pun telah menikah. "


Anna mendengar kalimat itu seakan di sambar petir siang bolong hingga membuatnya tersedak tes yang tengah dia minum.


"Astaga Nona Anna apa kau baik baik saja" tanya Kamila


yang hanya di balas dengan tangan Anna seakan mengatakan di baik.


Hati Anna hancur seketika.


"menikah?! "


"maaf Nona sebelumnya Membuat nona hingga seperti itu. "


"ah tidak apa aku hanya ingin mendengar ceritanya Peter. "


Peter menatap mata Anna yang seakan ingin menaruh harapan.


"heumm ini cukup panjang. namun Nona satu hal yang harus kau janjikan kepadaku! "


"apa Peter? "


♡♡♡♡


Anna terus menatap jendela kaca itu yang memperlihatkan jalanan dibawah sana.


Tiba tiba seorang masuk kedalam kamarnya.


"Mbak Anna Hector sudah tidur apa sekarang aku pindahkan Hector ke sini? "


"Tidak usah Tiwi malam ini kau temani Hector tidur yah, aku sedang ingin sendiri. jika Hector ingin minum aku sudah siapkan pompa Asi di botol"


"baik mbak"


Anna kembali menatap langit langit itu.


mengingat semua kejadian yang terjadi dalam hidupnya.


Apa yang dia alami dan apa yang dirasakan yang mungkin hanya dia yang tahu.


Anna tidak kuasa untuk itu, dia menangis sendirian di pojok jendela itu sembari menyembunyikan Wajahnya di temukan lututnya.


Ini begitu berat dalam hidupnya.


"Tuhan berapa kali aku harus merasakan kehilangan? berapa kali Engkau ambil orang orang yang amat aku sayangi Tuhan?"

__ADS_1


Tangis Anna mengisi ruangan itu.


♡♡♡♡


sedangkan di tempat lain


Nando tengah menyelesaikan beberapa Dokumen yang mengantri untuk dia koreksi dan tandatangani.


Jauh dari Peter membuat Nando kualahan.


bahkan selama kurang lebih seminggu ini dia harus membawa pulang pekerjaan itu setiap malam.


membuatnya seperti kehilangan waktu tidur.


Nando melihat jam tanganya memperlihatkan pukul 9.


"Dan 2 jam lagi meeting" gumanya.


Nando mengusap wajahnya kasar mulai frustasi.


sampai mendengar ponselnya berbuju.


Membuatnya merasa tidak cukup 2 tangan.


dengan matanya yang focus mengedarkan pandangan kertas di mejanya.


Nando mengangkat ponsel itu.


"Awas saja jika ini kau Peter yang menghubungiku. aku akan menurunkan Gajimu karna liburan terlalu lama" gumanya dalam hati.


"Hallo" Suara Nando dengan ponsel yang di himpit antara telinga dan bahu.


"Nando" seketika Waktu seakan terhenti mendengar suara itu.


Suara yang sejak lama di rindukan.


"Anna? "


"Hiks hiks" Tiba tiba Nando mendengar jelas bagaimanapun Anna menangis disana.


"Anna ada apa honey?? " tanya Nando cemas


.


.


.


.


.

__ADS_1


♡♡♡♡


__ADS_2