
.
.
.
.
πππ
Siang ini Nando baru saja mendapatkan kabar jika Victoria sakit.
itu membuatnya harus menghentikan pekerjaan nya dan datang melihat istrinya itu.
Mobil sport itu memasuki pekarangan massion miliknya.
Setelah mematikan mesin mobil, Nando seger turun dari mobil tersebut.
Beberapa anak buahnya di sana sudah datang menyambut.
"selamat datang master" ujar ketua dari anak buah Nando.
Nando hanya menepuk lengan kanannya untuk menjawab sapaan.
setelah itu di segera memasuki Massion luas itu.
Mengedarkan matanya
Nando ingat dirinya sudah hampir 2 bulan tidak datang kesini.
Ruangan pertama yang di datangi Nando adalah kamar utama.
namun Nando tidak mendapatkan siapapun disana.
bahkan Victoria yang katanya sakit , tidak dia temukan di ranjang.
beralih ke ruangan lain.
Nando melihat satu pelayan tengah menunduk setengah badan untuk menyapa dirinya.
Sampai saat wanita itu sudah jalan melintas.
Nando memanggilnya.
"dimana Victoria"
Pelayan itu yang merasa Tuanya sedang bertanya pada nya dia menghentikan langkahnya.
"Nyonya besar ada di Taman Tuan"
"taman? "
Nando segera pergi mendatangi halaman belakang.
saat Nando melintasi pintu belakang.
Nando melihat Victoria tengah berdiri di tepi danau.
__ADS_1
Nando melangkah mendekati Victoria disana.
"Kau bilang sedang sakit" ujar Nando.
Victoria yang menyadari kehadiran Nando itupun masih diam disana.
"Itu alasanku untuk membawamu datang kesini" jawabnya
"Apa tidak ada cari lain? "
"Aku sudah berusaha untuk membujukmu pulang, tapi apa itu kamu lakukan? "
Victoria berbalik arah melihat seorang di belakangnya.
"apa kau pernah datang untuk ku? apa kau pernah datang hanya untuk menyentuhku? Tidak bukan? Sejak kau bertemu wanita ****** itu kau betul berubah! apa kurang aku padamu Nando?? Katakan!!! Katakan ke lebihan wanita itu yang membuat kau berpaling dari ku??! kau bahkan rela mendatanginya dan membawanya kembali ke sini! kau membohongi ku hanya untuk menemuinya. " ujar Victoria melangkah meninggalkan Nando.
Nando merasa bersalah dengan ucapan yang di katakan oleh Victoria itu memang benar adanya.
Dulu Nando memang mencintai Victoria dan Nando pun berencana untuk menikahinya.
Namun setelah Gianna hadir dalam hidupnya yang membawa perubahan besar dalam hidup Nando.
dia seakan tidak sanggup jika harus meninggalkan Anna.
Rasa bersalahnya kepada Victoria muncul saat Nando tau Victoria sudah lama menyimpan rasa sakit dengan apa yang dia lakukan.
Nando berjalan melangkah memasuki kembali Massion itu.
saat kini Nando melangkah kearah kamar utama.
Nando yakin Victoria berada di sana.
kejadian itu dirinya ikut serta merasakan sakit terlebih dia menanggung rasa bersalah.
Melepas satu persatu pakaian yang melekat di tubuhnya.
kini hanya tersisa Celana dan kemeja yang kancingnya pun sudah terlepas dua.
menaiki ranjang besar itu.
mendekati tubuh Victoria disana mengulurkan tanganya untuk di jadikan bantalan.
Nando dapat merasakan air mata itu membasahi pipi kiri Victoria, saat kini tangan Nando yang lain mengikat pinggang Victoria disana.
di tau pasti Victoria merindukan moment itu.
"berhenti lah menangis baby, Aku kini ada bersamamu"
bahkan kalimat "baby" yang sudah lama tidak terdengar di telinga Victoria itu pun begitu dia rindukan.
Victoria mencoba untuk menenangkan hatinya dan berhenti untuk menangis.
"Kau tau, Aku tidak bisa berada di situasi seperti ini jika terlalu lama Nando. Kau mungkin bisa memberikan aku segalanya, Tidur di ranjang besar, berteduh di Massion luas, makan di atas piring mas, Beraktivitas dengan pelayanan yang memudahkan dari segala hal tapi semua itu tidak ada artinya bagiku jika tidak ada dirimu, Kau yang aku butuhkan Nando. please dengarkan aku sekali lagi Nando, tinggal kan wanita itu hidup bersamaku seperti dulu." ujarnya.
Nando yang sejak tadi hanya diam mendengarkan dia menarik nafasnya untuk bicara.
" Tidurlah aku akan menemanimu"
__ADS_1
"Jangan katakan saat aku tidur kau akan pergi lagi"
"tidak aku ada disini"
Beberapa jam kemudian, Nando terbangun ternyata dirinya ikut terlelap disana.
Nando melihat kearah lain yang dimana dia menemukan Victoria masih tidur terlelap.
Nando menyadari sudah sore hari.
membuatnya kini melangkah kearah kamar mandi.
Nando membuka beberapa bajunya dan mendudukan dirinya di bath up yang terisi air hangat.
Sembari menyalakan rokok serta tangannya yang kini begerak lues diatas ponsel.
Satu nama yang ingin dia hubungi.
"Gianna hari ini aku tidak pulang, katakan kepada Hector pergi ke Time park weekend saja, Sampaikan maafku padanya aku sudah berjanji denganya hari ini tapi ada urusan mendadak yang harus aku lakukan." tulisnya
Tidak lama Nando mendapatkan ponselnya berbunyi, sudah bisa di pastikan itu dari Anna.
"Oh jadi kau sudah berjanji padanya pantas saja sejak tadi dia mencarimu, ya sudah nanti biar ku bujuk Hector"
"Baiklah, Jaga diri kalian baik baik aku tidak akan lama."
"Kau juga jaga diri disana, See youuu Aku mencintaimu Daddy kesayangan Hector πππ" Tulisnya.
dimana Nando merasakan kebahagiaan dan kehangatan cinta di dapatkan dari Anna saat ini.
namun saat dirinya tengah mengagupi foto profil Anna tiba tiba Victoria masuk menghampiri nya.
Nando yang menyadari itu segera mematikan ponselnya dan menaruhnya.
"Baby kau mengagetkan"
"benarkah" ujarnya yang kini sedang melepas handuk yang melilit di tubuhnya.
Kini Victoria sudah masuk dalam bath up dan bergabung bersama Nando.
dengan mengikat merangkut leher Nando, Victoria seperti sedang bermanja pada Nando.
" kenapa kau tidak membangunkanku"
"kau terlihat sangat lelah dan pulas tidur. "
"aku tidak pernah bisa tidur nyenyak selama ini karna menunggu kamu"
Nando yang mendengar itu dia tidak ingin banyak bicara.
yang kini hanya merangkul pinggang Victoria dan memeluknya.
.
.
.
__ADS_1
.
πππ