Another Loved

Another Loved
24.Kabar


__ADS_3

.


.


.


.


Bangun dari tidurnya Anna kembali ke aktifitas hari harinya, Hari ini akan menjadi hari panjang baginya karna hari ini dia berencana untuk pergi ke luar kota untuk promosi film yang dibintanginya beberapa bulan lalu memang Anna disibukan dengan menjalankan syuting untuk film layar lebarnya, dan dia berencana untuk menjadikan film itu sebagai film terakhir dia berperan atau berakting karna setelahnya Anna bercenana untuk tidak lagi bermain film.


Anna melihat Jadwal pemberangkatan pesawat di ponsel miliknya ternyata disana tertera jam 14:34 yang menandakan masih ada banyak waktu untuknya melaksanakan kegiatan lain.


seperti hari ini Gianna berencana untuk menjenguk ibu yang sempat di tolongnya tempo lalu berharap sang Ibu masih dirawat disana jadi dia tidak perlu susah payah mencari alamat rumahnya, Karna memang niat ini sudah ada sejak hari kemarin jadi dia akan memasak sesuai dengan menu yang kemarin dia buatkan untuk Erland.


Sejak pagi tadi Anna sudah berkecimpung di dapuran mulai dari membereskan dapur dan memasak mulai dia kerjakan. seperti saat ini Anna tengah membuat makanan. Kali ini Anna membuat Rendang dengan beberapa kombinasi dan bahan bahan menarik.


"Gua liat liat lu akhir akhir ini rajin masaka?" Tanya Ambar


"soalnya ga rajin tidur"


"bagus deh sering sering kaya gini"


"buat di makan sendiri apa ga nih?, ngomong dari awal ntar salah lagi."


"Ya nanti gua sisain buat loe"


"Hah sisain emng gua apa?'


"Maksudnya karna ini makanan udah mau gua bawa jadi bagi dia"


"bagi ke siapa?Erland?"


"Heh sembarangan kalo ngomong."


♡♡♡♡

__ADS_1


Indah tengah duduk dengan infus yang masih berada di tangannya dengan ponsel yang ada di tanganya saat ini ruang kamar terlihat sepi lantaran asistenya memang sengaja disuruh pulang oleh Indah.


saat indah tengah focus dengan ponselnya dia mender suara bel yang berbunyi.


"masukkkk" ucap Indah, Saat Indah melihat siapa yang datang dia tampak bingung.


"Halo selamat siang " ucap sang wanita


Indah memperhatikan dengan seksamak siapa wanita itu pasalnya dia merasa tidak pernah bertemu, Saat sang wanita didepannya masih berdiri terpaku disitu Indah baru ingat dia wanita yang menolongnya kemarin saat dia jatuh.


"Oh astaga kau yang menolongku waktu itu?"


"Iya betul"


"oh ya tuhan beruntung aku bisa bertemu denganmu kembali, duduklah" Ujarnya yang di balas dengan senyuman.


"Siapa namamu nak?"


"Saya Gianna Tahalea Bu, Anda bisa memanggil Saaya Anna saja."


"Oh ya saya membawa sedikit makanan untuk Anda, ini saya buat sendiri semoga Anda menyukai" ucap Anna sembari menaroh nampan diatas nakas.


" terimakasi nanti saya coba"


Beberapa waktu terlewatkan kini Anna sudah berniat untuk pulang pasalnya dia sudah cukup lama disana.


"aku tidak asing dengan wajahmu" ucap indah setelah memandangi wajah Anna lebih detail


"aku pernah bertemu denganmu saat acara Jakarta fashion week? " Ucap Indah ragu


"ohh mungkin anda benar melihat saya, kebetulan saja menjadi model disana"


"astaga pantasaja."


♡♡♡♡

__ADS_1


Anna mendengar kabar dari salah satu pelayan dirumahnya, bahwa Ayahnya saat ini tengah sakit bahkan kini matanya sudah tidak berfungsi secara normal, membuat Anna merasa cemas pasalnya baru kali ini dia mendengar kondisi Ayahnya yang cukup memperhatinkan, bagaimapun dia itu adalah ayahnya semarah apapun Anna pada ayahnya dia masih ada sedikit rasa perduli padanya tanpa sepengetahuan dari mereka sendiri.


Saat ini Anna sibuk mondar mandir kamarnya dengan berfikir dia harus melakukan apa untuk menolong Ayahnya pasalanya dia sudah curiga pada ibu tirinya, rasanya Anna ingin menolong ayahnya tanpa sepengetahuan dari ibu tirinya.


Anna mengambil ponselnya dan pergi kearah kursi, Anna segera mencari nama salah satu pelayan rumahnya yang di percaya.


Beberapa detik menunggu.


"Hallo bii?"


"ya nona.."


"bagaimana dengan kondisi Ayah? bibi dimana?"


"bibi lagi ada di belakang rumah non"


"Apa disana ada maklampir?" Ucap Anna yang membuat Pelayan itu kaget namun dia mengerti maksud Anna.


"Tidak, nyonya sedang pergi"


"bagus, jadi kapan waktu amanku untuk bertemu dengan ayah? aku tidak ingin bertemu dengan wanita itu."


"baik nona, nanti saya pikirkan kembali."


"ingat bi, kau harus mengikuti mauku."


"baik nona."


Selesainya dia menelpon Anna kembali berfikir bagaimana caranya dia mambantu Ayahnya, disamping itu dia bingung akan hal yang selama ini dia curigai mengenai ibu tirinya sejak dulu Anna sudah tau kedatangannya hanya untuk mengusai harta Ayahnya bukan mencintainya.


"aku harus mengambil langkah tegas mulai saat ini."


#Terimakasi untuk para pembaca teman teman🖤❤jangn lupa untuk vote,dan like 🙏🏻


♡♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2