Another Loved

Another Loved
149.Ancaman Dan Keputusan


__ADS_3

.


.


.


.


♡♡♡♡


Hari ini peter memimpin rapat menggantikan direktur utama yang ijin untuk hari ini.


seperti saat ini.


Nando baru saja bangun dari tidur siangnya.


ketika dia melihat seorang Anna tertidur di lengan kanannya.


Nando terus menatap wajah Anna yang bagikan putri tidur


terus mengusap ujung kepala Anna.


membuat Anna merasakan ada sesuatu yang membangunkan dia.


Anna melirik kearah sampingnya.


Dia menyadari keberadaan Nando disana.


itu membuatnya merasa lebih nyaman.


tanpa sadar Anna menarik erat pinggang sixpack Nando dan memeluk nya lebih dalam.


Nando hanya tersenyum melihat itu.


Beberapa menit berlalu Nando duduk termenung disana dia enggan bergerak sekalipun.


karna dia tidak mau membangunkan kekasihnya itu.


yang mana Nando tau beberapa bulan terakhirnya tidur Anna terganggu karna Hector selalu bangun di malam hari.


Namun dalam lamunan itu justru dia di ganggu oleh notif panggilan ponselnya.


membuat Nando berdecak malas.


"Kuu bilang bisahkan jangan hubungin aku untuk hari ini" ujar nya pada Peter di ujung sana.


"heumm maaf tuan jika saya menggangu waktu anda"


"saya maafkan jangan ulangi lagi"


"ya tuan, tapi maaf tuan saya disini hanya ingin menginfokan. bahwa Nona Victor datang ke kantor. dia membuat kericuhan Tuan yang mana karna dia mencari Anda. "


Nando mengusap Wajahnya malas.


"Astaga sampai kapan akan berakhir semua ini" keluh Nando.


"dimana dia sekarang?? "


"Ada du luar Tuan. saya terpaksa mengusir nya karna dia telah berprilaku tidak baik disini"


"Bagus. tolong urus saya akan datang ke sana. "


♡♡♡♡


Nando menurunkan kecepatan mobilnya saat jarak kantor sudah dekat.


Dari gerbang masuk dia sudah melihat keberadaan wanita itu.


Nando menuruni mobil itu.


Victoria yang menyadari itu.


dia segera datang menghampiri Nando.


Tanpa disadari justru Nando menarik kencang tangan Victoria.


"masuk"

__ADS_1


Victoria mencoba memberontak namun tenaganya kalah kuat dari Nando.


♡♡♡♡


"Bisakah kau datang dengan cara baik baik ?!! " ujar Nando dalam ruangan itu.


"Dimana kau menyembunyikan wanita Jal*ng itu?"


Nando hanya diam


"Aku tau kau membawanya bukan??! kau bahkan menyembunyikan ya? kau mencintai nya hah? " Tanya Victoria yang mengeraskan rahangnya dengan mendekatkan wajahnya ke arah Nando.


"Kau mungkin mencintai nya Fernando tapi ingat akulah yang akan kau nikahi. "


Nando yang sejak tadi menahan emosinya.


menarik tubuh Victoria yang kini berada di tembok.


dan Nando yang menjadi dominan.


"dengar Laura sekalipun aku menikahi kamu, tapi aku tidak akan pernah mencintaimu"


"Kau fikir aku akan menyerah semudah itu? " ujar Laura.


"jauhi wanita itu karna 1 minggu kedepan kita akan menikah."


"atau kalo tidak.. akan ku bunuh wanita jal*ng itu. " Ujar Laura dengan mendorongkan tubuh Nando yang membuatkan akses untuk dirinya menjauh.


Tidak lama dari itu pintu terdengar seperti tertutup.


yang mana kini artinya Victoria sudah pergi.


♡♡♡♡


malam hari Gianna baru saja menyelesaikan mandinya.


dan kini tengah memilih baju.


tiba tiba sebuah tangan kekar melingkar di pinggang wanita itu.


tidak lama Anna dapat merasakan kecupan hangat di dahi sana.


Nando hanya tersenyum.


"sudah makan??"


Anna menganggug sebagai jawaban.


Nando mendekati wajahnya Anna yang mana membuat Anna bisa merasakan hembusan nafas itu.


hingga akhrinya kedua orang itu memiliki akses berciuman.


Anna dapat merasakan kelembutan prilaku Nando terhadapnya.


Nando pergi membawa Anna dengan cara menggendongnya.


namun keduanya tidak melepaskan ciuman itu.


Hingga akhirnya Anna dapat merasakan kenyamanan kasur.


Yang mana kini Anna melihat Nando telah melepas handuk miliknya.


Nando memandangi Anna sejenak melihat Anna yang di bawah sana dengan wajah cantiknya.


Tanpa ragu Anna meraih leher Nando dan memberikan banyak tanda di sana.


di barengi dengan tangan Anna yang membuka jas Nando.


bersama Anna adalah kesulitan terbesar bagi Nando untuk menahan semua hasrat nya.


yang mana membuat Nando selalu ingin Anna.


begitupun sebaliknya.


tidak banyak keraguan bagi Nando yang mana dia melangsungkan kegiatannya.


kini Anna merasakan benda keras menghujam nya.

__ADS_1


Nando terus melajukan gerakanya.


Yang mana membuat Anna merasakan terbang karna itu dia mendapatkan apa yang di inginkan.


Beberapa waktu berlalu kini keduanya sudah saling mendapatkan apa yang mereka inginkan.


yang mana kini Anna terus mengatur nafasnya.


sembari melihat Nando tengah memunguti bajunya yang berserakan.


"Biar nanti ku bereskan. " ujar Anna


"tidak perlu Honey kau harus istirahat"


Nando mengambil Anduk yang sebelumnya di kenakan Anna.


Kini dia pergi berlalu menghampiri menuju kamar mandi.


Anna melihat itu dia merasakan sesuatu yang aneh.


"mengapa hari ini dia banyak diam? " ujar Anna


Anna mengahampiriny di dalam kamar mandi itu.


melihat nando tengah berada di bawah guyuran shower itu.


Anna mendatangi dan memeluk Nando dari arah belakang.


Namun tidak lama shower itu di matikan okeh Nando.


dan Nando melepaskan ikatan tangan itu.


"penerbanganmu 2 hari kedepan di Jam 8 pagi. "


Anna sangat bingung dengan apa yang di ucapkan Nando.


"penerbangan?? "


"ya.. dulu kau selalu ingin pulang bukan ke Indonesia? dan aku rasa ikan akan menjadi waktu yang tepat untuk kamu bertemu keluarga dan mungkin nenek Hector ingin melihat cucunya. " Ujar Nando dengan mengelap tangganya


"kenapa mendadak sekali"


"ini tidak mendadak kau hanya terkejut saja. "


"tapi Nando apa kau ikut aku pulang ke Indonesia"


Nando menarik nafasnya dalam.


"aku ada urusan Gianna."


Nando melihat wajah sedih Anna yang berusaha dia tutupi.


Itu membuat Nando seakan berada di sudut kesalahan besar.


Nando mendekati Anna disana.


"its oke, kau percaya bukan, bahwa cinta akan mempertemukan seseorang? "


"kau akan meninggalkan ku?? "


"aku akan datang untuk mencarimu dan menemukanmu lagi. "


Ujar Nando yang mengecup rambut Anna.


dan berlalu pergi.


Anna hanya diam termenung.


.


.


.


.


.

__ADS_1


♡♡♡♡♡


__ADS_2