Another Loved

Another Loved
35.Oleander


__ADS_3

.


.


.


.


Saat ini Anna tengah bersiap siap menuju rumahnya karna hari ini dia akan melaksanakan tugas yang di perintahkan oleh agen detektif untuk mencoba datang dan menyelediki tempat disana.


Anna sudah menghubungi salah satu pelayan rumahnya yang dia percaya.


pembantunya bilang hari ini rumah tampak sepi pasalnya ibu tiri Anna sedang pergi berbelanja dan ayahnya masih didalam rumah sakit.


dia berusaha menyamar. supaya orang rumah tidak ada yang curiga terhadapnya.


Anna menjalankan mobilnya menuju tempat yang akan di tuju.


saat ini mobilnya telah masuk kedalam halaman rumahnya dia berhenti sejenak sebelum turun dari mobil


melihat sekitar sekiranya cukup aman untuk penyamaran kali ini.


tanpa menunggu lama Anna segera mengenakan topi dan masker tak lupa dia juga menggunakan kacamata guna melangsungkan rencananya.


Anna berjalan menuju rumah itu dia menekan bel yang ada disana.


dan keluarlah pelayan yang lain.


"permisi saya dari agen desaind rumah, akan melakukan sebuah survei guna melihat tempat yang nantinya akan di renovasi." ujarnya pada pelayan itu


"oh silahkan masuk"


"terimakasi"


Anna memasuki rumah itu.


melihat sekitar, ini untuk pertama kalinya dia kembali ke rumah ini setelah sekian lama, tampak jelas segala kenangan yang tersimpan di dalamnya.


"ini tidak banyak yang berubah masih seperti dulu hanya saja foto mama sudah tidak tertempel disini." batinya


Anna kembali mengingat betapa bahagianya mama dan dirinya saat pertama kali pindah dirumah ini, seingatnya dia masih sangat kecil pada saat itu.


Anna mengingat dulu dia selalu berlari lari kesana kemari bahkan mengelilingi meja makan itu.


"permisi?" suara pelayan itu menyadarkan lamunan Anna


"ya bii?"


"apa ada yang perlu saya bantu."


"ya mungkin beberapa kau tunjukan ruangan ruangan yang ada disini."


"baiklah, ikut saya nona"


Anna pun mengikuti jalannya pelayan tersebut.


selang beberapa lama Anna bertemu dengan pelayan yang menjadi kepercayaannya.


dan pelayan itu pun mengenali Anna


"permisi mba, biar saya saja yang menggantikan Anda memperkanal kan tempat disini. anda kembali ke dapur selesaikan pekerjaan Anda." ujar pelayan kepercayaan Anna


"baiklahh" ujar wanita itu berlalu pergi.


saat pelayan itu pergi mereka berdua merasa aman.


"nyonya muda" sapa pelayan itu


"bibi jangan keras keras, takut ada yang mendengarkan"


"tidak tenang nyonya disini aman."


"baiklah"


"kau bilang dimana tempat itu?"

__ADS_1


"ada disana mari ikut saya."


"ya baiklah"


keduanya pergi ke arah halaman belakang disana terdapat beberapa lahan yang di jadikan tempat sayuran dan beberapa bunga.


"dimana?"


"disana nyonya."


"baiklah aku akan kesana"


Anna datang di arah hamparan bunga bunga disana, dia menemukan tanaman hias yang bernama bunga oleander.


Jika diperhatikan, sebetulnya bunga Oleander ini adalah tanaman cantik dengan bunga berwarna merah muda.


Sayangnya, di balik warna cantiknya ternyata bunga ini memiliki racun yang sangat mematikan.


segera Anna mengambil ponselnya dan mempotret bunga itu untuk dijadikannya barang bukti sebagai menguat penyeledikan selanjutnya.


"bagaimana nyonya muda?"


"sudah, apa masih ada tanaman lainnya yang mencurigakan?"


"sampai saat ini tidak ada nyonya."


"baiklah kita langsung kedalam saya sebelum ada yang melihat."


"baiklah lewat sini nyonya muda."Anna masuk ke dalam rumah


Didalam rumah dia baru ingat obat obatan ayahnya yang saat ini di konsumsi.


"Bii?"


"ya nyonya?"


"bagaimana dengan obat dokter?"


"untuk obat yang tuan konsumsi saya tidak tahu keberadaannya, karna saya pun tidak pernah melihat."


"Apa mungkin obat itu di simpan di kamar?"


"baiklah bi, bibi saya minta tolong jaga di bawah tangga saya akan naik keatas menuju kamar ayah."


"baik nyonya, berhati hatilah jangan sampai yang lain mencurigai."


"baiklah terimakasi bi"


Anna segera naik keatas dilantai dua, dia masih ingat persis tempat kamar Ayahnya. Anna melewati lorong disana tampak gelap.


saat sudah di depan kamar ayahnya Anna kembali nelihat sekitar, disana dirasa Aman namun Anna baru ingat jika setiap suduh tempat ini dilengkapi CCTV


Anna memandangi langit langit itu, dia baru melihat jika sorotan CCTV itu menyorot langsung kearah dimana saat ini dirinya berdiri yaitu di depan pintu kamar Ayahnya.


"Waww bisa gawat ni kalo ketahuan"


"sialan gua udah kaya maling dirumah sendiri."


"baiklah Anna kau harus bersiap untuk ini"


"ayo semangat...."


Ujarnya dalam hati.


Anna memberanikan diri masuk kedalam, ternyata segala hal dekorasi masih sama seperti dulu


tak usah banyak berfikir Anna segera menuju lemari itu dia mencari di setiap cela yang ada.


dengan tergesah gesah Anna mencari obat Ayahnya itu.


"Di simpen dimana sama mak lampir itu?" gumanya mulai kesal.


sampai akhirnya dia berlari kearah ranjang itu, dia melihat lemari kecil yang berada di samping ranjang disana terdapat banyak bungkus obat.


namun saat Anna baca disana tertera resep dokter.

__ADS_1


"ini yang asli dari dokter"Anna kembali mengeluarkan ponsel dan memotretnya.


Namun tidak jauh dari itu dia melihat satu bungkus plastik yang didalamnya berisi bungkusan obat


Anna tidak lupa memotret keduanya.


namun Anna mengambil beberapa obat yang saat ini dia pegang untuk diajukan kelaboratorium pasalnya yang dia pegang saat ini seperti obat yang biasa dikonsumsi bisa dilihat dari bekas dan wadahnya yang sudah terbuka.


sedangkan yang membuat Anna heran mengapa bungkus yang tertera resep dokter masih utuh dan terpacking rapih.


saat Anna hendak berdiri dia tidak sengaja menyenggol gelas yang ada disana dannn "prrrraaaaaaaakkk"


suara itu nyaring terdengar.


♡♡♡


ditempat lain dua pelayan sedang berada di lantai bawah dua mendengar suara pecahan gelas di lantai atas.


keduanya saling berpandang dan curiga.


sedang dibawah tangga pelayan kepercayaab Anna sedang merasa gelisah.


"apa yang di lakukan nyonya muda?"


tak lama dua pelayan sedang menuju kearah tangga.


"Eh kalian ngapain?"


"kamu dengar gak tadi ada suara pecahan gelas diatas."


"ehmm tidak mungkin kalian salah dengar"


"tapi tadi jelas banget" ujar teman satunya


"baiklah kalian tidak perlu khawatir aku akan mengeceknya"


"kalian pergi kerja, biar ini saya yang mengurus."


Kedua pelayan itu pergi berlalu, segera dia melangkah naik menuju lantai atas.


di lantai atas tidak berani masuk pasalnya dia takut tertangkap wajahnya di CCTV keluar dari kamar majikannya bersama orang tak di kenal


jadi dia memutuskan menunggu Anna dari kejauhan.


tidak berlangsung lama dia melihat pintu utu terbuka dan Anna kelaur dari kamar itu.


"bagaimana nyonya muda?"


"tidak maslah semua aman"


"baguslah"


"aku tidak sengaja memecahkan gelas didalam"


"iya nanti saya bersihkan"


"baiklah"


"nyonya muda lebih baik anda segera pergi dari sini sebelum semuanya mencurigai"


"baik terimakasi atas bantuanmu"


"tidakk maslaah.. aku akan selalu membantumu nyonya muda"


"terimakasi bi sekali lagi, jaga dirimu baik baik disini"


.


.


.


.


♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2