Another Loved

Another Loved
108. Kebersamaan membuat tenang


__ADS_3

.


.


.


.


.


♡♡♡♡


1 Minggu berlalu


"Baiklah, aku dan guntur sedang berada di bandara, kita akan memulai pemberangkatan saat ini." Ujar Ambar di sebrang sana


"Aku menunggumu Ambar."


"Haha aku pasti datang di hari pernikahan mu."


"Baiklah Ambar, sampai nanti."ujar Anna


Ambar menutup telfon nya, saat kini dia melihat Vanessa sedang tidur dalam gendongan pengasuhnya.


Tak lama Guntur hadir menemui mereka.


"Maaf sayang aku tadi ada urusan sebentar kini pesawat sudah di siap saat nya kita terbang."


"Baiklah"


Ambar bersiap siap untuk kepulangannya ke Indonesia hari ini.


Mengunjungi sahabatnya yang tengah menyiapkan pesta pernikahannya.


♡♡♡♡


Gianna melihat persiapan gedung yang kini tengah di dekorasi.


Anna begitu takjub tak kala dia melihat macam-macam bunga dan lampu kristal sebagai pelengkapnya.


Ini adalah mimpi pernikahan Anna.


bisa di wujudkan saat ini sebab Erland selalu bertanya bagaimana Dream wedding yang di inginkan Anna.


Dan Erland lah yang menciptakan mimpi itu.


"Sayang jangan disini, masih banyak para pegawai aku tidak mau terjadi apa apa denganmu." Begitu ucap Erland tak kala dia mengapai tangan Anna untuk mengikutinya.


Erland membawa Anna ketaman yang hijau berada di samping gedung ini.


bisa dilihat begitu Indah, apalagi ini adalah waktu sore menjelang malam.

__ADS_1


Matahari memperlihatkan ke eksotikan dari sebuah Senja.


"Aku menyukai hari ini Erland." Guma Anna


"Kau menyukai ini?"


"Yaa terimakasi kau membuat aku merasa di cintai."


"Memang aku mencintaimu." Jawab Erland yang mempererat ikatan tangan mereka.


"Duduk sini." Suruh Erland membawa Anna pada kursi kecil disana


Erland pun mendudukan dirinya di hadapan Anna.


Anna terus memandangi langit dan taman yang ada di sana.


dengan mengusapkan tangan pada perutnya yang mulai membuncit.


Membuat Erland yang melihatnya merasa senang.


"Sayang kau lihat bunga merah itu disana?"


Anna mencari cari dimana asal bunga yang di tunjuk Erland.


"Ya aku melihatnya dia tampak layu."


"Dia layu karna tidak ada sinar yang menerangi saja. tapi ku harap kau tidak begitu."


"Kau tau setiap orang memiliki masa layunya masing-masing jika mereka kehilangan harapan ataupun sesuatu yang berharga bagi mereka."


"Kau pernah mengalaminya Erland?" Tanya Anna


Erland pura pura berfikir.


"Aku fikir iya namun aku lupa hal yang mana"


keduanya tertawa disana.


"Kau juga harus tau bahwa hanya kamu satu satunya wanita yang aku cintai di dunia ini, namun kau tidak perlu mengingatku akan ada banyak kejutan di dunia ini yang akan kau temui."


"Artinya kau mau aku melupakanmu"


"Tidak aku hanya ingin kau mengenangku."


"mengapa harus di kenang kita akan menjadi suami istri, kau yang akan selalu aku temui di setiap bangun tidurku, beraktifitas, terimaa telfon darimu, bahkan sampai sebelum terlelap tidur pun aku akan melihatmu."


Erland tersenyum mendengar itu.


"yang harus kau ingat apapun keadaanya aku akan selalu mencintaimu dan ingatlah bahwa aku menjagamu seperti merpati menjaga cintanya." Ujar Erland


"Terimakasi Erland."

__ADS_1


hingga beberapa waktu mereka bercanda dan tertawa.


menghabiskan sisa hari di tempat yang sunyi dan nyaman.


hanya ada suara tawa dan obrolan mereka saja.


diiringi dengan langit yang mulai berganti gelap.


namun mereka tampaknya tidak memperdulikan itu.


yang ada di fikiran Anna saat ini adalah Dia merasa bahagia sebab Erland ada dalam hidupnya.


kehadiran Erland membuatnya lupa dengan luka yang selama ini menyelimuti kehidupan Anna yang tidak banyak orang tau.


Namun semua itu sudah Anna ceritakan pada kekasihnya itu.


hingga suara panggilan mengalihkan Anna.


"Anna momy cari cari rupanya kalian tengah berpacaran disini."


"Astaga mom, kau mencariku"


"Yaa ikutlah bersama momy kau akan melihat gaun pengantin yang akan di kenakan." Ujar Momy


Anna sempat melirik kearah Erland yang masih ada di hadapannya.


hingga momy melihatnya.


"Ashh sudah tinggalkan bocah tengil itu."Ujarnya menyuruh Anna


Hingga akhirnya Anna berhasil di bawa oleh momy kini meninggalkan Erland sendiri disana.


Erland menyalakan Api rokoknya.


sembari melihat keindahan di depannya Erland bersyukur dengan kehidupanya saat ini.


tak kala dia melihat begitu banyak berkah yang Tuhan berikan pada dirinya dan keluraga.


setidaknya Erland merasa lebih tenang saat ini.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2