
.
.
.
.
♡♡♡♡
1 minggu berlalu
Anna memandangi tubuhnya di cermin panjang itu.
Dia merasa sangat kagum terlebih pada tubuhnya saat ini. walau kini berat badanya telah naik 15 kilo tapi itu tidak menjadi masalah bagi Anna.
yang Anna rasakan saat ini hanyalah kebahagian.
Anna terus memandangi perutnya bahkan sesekali dia berpose pada cermin itu.
Anna menarik dress kebelakang membuatnya melihat semakin jelas perut buncitnya ini.
Hingga satu tangan kekar melingkar pada tubuh Anna.
"Apa yang kau lihat sayang." Tanya Erland dengan mengecup pelan kepala Anna.
Ann dapat merasakan aroma sabun yang di bawa oleh Erland.
"Maaf beberapa hari ini aku tidak ada waktu untuk mandi bersamamu." Jawan Anna
Erland terkekeh disana
"Apa yang kau fikirkan, aku tidak menuntut itu bukan?"
"Ya tapi aku merasa waktu kita berkurang saja, karna akhir akhir ini indra penciumanku terlalu sensitif aku lebih banyak mual dan tertidur."
Erland hanya menganggug paham.
♡♡♡♡♡
Beberapa waktu berlalu kini Anna hanya sendiri didalam Appartement itu lantaran Erland yang satu jam lalu telah pergi kekantor.
Anna hanya terbaring dan memainkan repot tv mencoba mencari channel yang menarik baginya.
namun hanya kebosanan yang Anna rasakan.
__ADS_1
hingga dia mendengar dering ponsel yang masuk.
Bergegas dia mencari.
"Astaga Ambar ada apa?"guma Anna melihat notifikasi pesan.
Anna membuka pesan masuk itu.
"Aku mengirim paket di alamat Appartement Erland, kau ada disaana?" Tulisnya.
Anna kembali merebahkan diri.
hari harinya terasa bosan.
terlebih kini Anna sangat mengurangi jadwal pekerjaannya.
Begini kehidupan sekarang.
♡♡♡♡
Erland yang sedang mengurus banyak berkas merasa terganggu takala sekertarisnya masuk kedalam ruangan.
"Maaf tuan Nyonya besar ingin bertemu." Ujar wanita itu
"Suruh dia masuk." Perintah Erland
"Baik Tuan."
Tak menunggu lama wanita parubaya yang terlihat cantik dan elegant itu masuk menemui putranya.
"Tidak biasanya Momy datang." ujar Erland
"Seharusnya kau menyambut momy bukan?"
Erland memilih diam dan mendudukan diri para sofa itu.
"Erland banyak pekerjaan jika momy datang kesini hanya untuk meminta Erland menikahi Elisya maaf tidak ada waktu bagi Erland."
Indah hanya terdiam disana.
"Kedatangan momy disini bukan untuk itu."
"Lalu apa bukankah uang bulanan sudah Erland transfer dalam rekening?"
"Erland dengarkan momy."
__ADS_1
Jika di ingat Erland masih memiliki perasaan marah dalam hatinya saat ibunya meminta dia menikahi adiknya sendiri menurut Erland itu adalah hal yang sangat konyol.
"Justru itu kedatangan momy disini ingin.." Ujar Indah terbata bata
namun Erland tetap menghargai ini.
"Momy ingin kau menikahi Anna."
Sontak Erland kaget dengan pernyataan itu.
"Tanpa momy suruh pun Erland akan menikahi nya, tapi untuk saat ini baguslah jika momy merestui hubungan kita sejak awal pun mungkin momy telah merestui itu namun momy terlalu terbawa omongan Elisya jika dia mencintai aku itu tidak mungkin terjadi."
"sudahlah saat ini kau tahu bukan momy menyukainya jadi segera nikahi Anna dan satu lagi momy ingin makan malam bersamanya."
"Baiklah akan Erland sampaikan." Ujar Erland santai
♡♡♡♡
Anna melihat kotak yang masih tergeletak atas meja.
Anna memilih untuk mengirimkan foto terlebuh dahulu kepada Ambar.
"Aku sudah menerima paketnya sebesar ini hummm kira kira apa ya isinya." Tulisa Pesan Anna yang dikirimkan kepada Ambar.
Anna terus melihat kotak itu.
"Ini bukan paper bag brand mahal." Guma Anna
"Apa ya isiiny?" lanjut Anna
"okelah mari kita buka." Guma Anna menirukan selebgram yang tengah viral itu.
.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
__ADS_1