
.
.
.
.
.
Erland merasa bersalan atas apa yang baru saja terjadi.
pikirnya Anna akan marah pasalnya dia berlalu pergi masuk kedalam ruangannya tanpa bicara sepatahpun
melihat respon Anna Erland segera mengejar dan meninggalkan laody disana
sedang laody merasa bingung dengan situasi yang ada.
Laody melihat kepergian Erland yang begitu panik bahkan meninggalkannya begitu saja.
membuatnya bertanya tanya.
"sebetulnya siapa wanita itu?" tanya nya dalam diam
"kenapa Erland begitu terburu buru ketika melihat nya?"
"ada hubungan ada antara keduanya?"
Kalimat itu yang terus berputar dalan benak laody.
membuatnya beranjak dari sofa itu dan kekuar dari ruangan.
Laody menemui wanita yang kini tengah focus menatap layar komputer dengan jari yang sibuk menari di keybord.
"permisi"
wanita itu segera bangkit dan memberi hormat kepada laody
"iya nona maaf ada yang biasa saya bantu."
"tidak ada aku hanya ingin bertanya siapa wanita yang sedang bersama Erland itu."
"oh itu nona Gianna Kekasih Tuan Erland."
Mendengar itu Laody lantas merasa kecewa.
"baiklah terimakasi."
Langkahnya berjalan mengikuti lorong pintu keluar itu.
sepanjang jalan Laody merasa geram pasalnya dia merasa memiliki saingan.
"Kenapa si disaat aku berharap untuk kembali kenapa harus ada penghalang" ocehnya.
__ADS_1
"astaga ini tidak bisa terjadi." ujarnya
♡♡♡♡
Anna hanya duduk diam diruangan itu tanpa berkata apapun dia hanya memainkan kakinya yang mengenangkan heels tinggi itu.
Erland memperhatikan Anna sembari menunggu jawaban.
pasalnya ketiga pertanyaan tadi belum juga di jawab.
"Anna? are you okeh?" tanya Erland.
"ya i'am oke"
Erland memindahkan posisi duduknya supaya bisa berdampingan dengan Anna.
"Lalu kenapa kau tidak menatapku"
"aku sedang tidak mood"
"katakan apa yang sedang kau inginkan supya bisa membuatmu kembali tersenyum." ujar Erland.
"ayolah sayang kau terlihat seperti bebek bila begini."
mendengar ucapan Erland Anna seketika Anna memberikan tatapan Sinis kepada Erland.
"Astaga kau tetap cantik" Ujar Erland disana.
"Aku ingin pulang saja."
"aku sedang tidak mood."
"baiklah ku antar kau pulang."
Erland mengambil kunci mobil dilaci miliknya.
Anna terus memandangi di luar jendela sembali melihat aktifitas orang di jalan.
"siapa wanita itu?" Tanya Anna
mendengar pertanyaan itu sontak Erland kaget dibuat.
sekarang Erland paham alasan Anna berdiam diri sendari tadi.
Erland meraih tangan Anna disana.
"sayang dia teman sekolahku dulu."
"benarkan?" Tanya Anna dengan memutaskan kepalanya menghadap Erland.
"Lalu kenapa wanita itu menatapmu sepeerti itu?".
"Maksdmu?" Tanya Erland dengan bingung
__ADS_1
"Aku bingung dia genit di depan mu"
Erland Tertawa disana.
"kau cemburu"
"tidak."
"aku dapat melihatnya."
"baiklah katakan yang sebenarnya."
"Dia mantan kekasihku"
Seketika Anna merasa emosi di buatnya entah apa yabg terjadi namun itu yang Anna rasakan.
dengan sepontan Anna memukul lengan Erland berulang kali.
"Dasaarr brani kau macam macam."
"Astaga Anna stop aku sedang menyetir."
"aku tidak perduli."
"dengarkan ..." Ujar Erland mencoba menghentikan kelakuan Anna
"sudah tidak ada lagi cinta diantara kita, memang aku sangat mengidam idamkannya hampir setengah mati aku melupakkanya tapi semenjak aku mengenalmu hanya kau satu yang ku tuju percayalah." Ujar Erland lembut
"buktinya?"
"buktinya aku disini bersamamu."
"benarkah kau memilihku?"
"of course apapun itu."
"Astaga" Ujar Anna dengan pipi malunya yang memerah disana.
Hati Anna berubah berbunga bunga, Anna bingung dengan situasi perasaan yang dia rasakan kini.
cepat marah dan sekalinya bahagia, rasanya bahagia sekali.
"astaga ini pengaruh dari Anaknya"Ujar Anna dalam hatinya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡