Another Loved

Another Loved
146. Hector Kristoffen Hernandez.


__ADS_3

.


.


.


.


.


♡♡♡♡


Hari ini Anna merasa sangat lelah berfikir.


fikiranya terkuras mengenai pembicaraan yang dia dengar.


membuatnya terus bertanya alasan di balik kebohongan Nando.


Anna ragu untuk mempertanyakannya.


"Bagaimana bisa dia melakukan hal sebodoh itu."


"Astaga apa aku harus bertanya langsung dengannya."


Kalimat itu terus bermunculan.


♡♡♡♡


Nando baru saja memarkirkan mobilnya di basement.


Pada akhirnya kini Nando membawa Anna dan anaknya untuk pindah di salah satu rumah miliknya.


yang berada di suatu pedesaan kecil, ini mungkin cukup jauh dari kota.


yang membutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih untuk bisa sampai di kantor.


namun tidak masalah bagi Nando yang paling terpenting baginya sekarang adalah Keselamatan Anna dan baby boy.


karna ketakutan terbesar Nando saat ini adalah kehadiran Victoria yang bisa saja datang menghacurkan kebahagian mereka terlebih jika harus menyakiti orang yang Nando amat sayangi.


Memasuki Sebuah ruangan.


yang menjadi tempat Favorit nando yang tidak bisa dia lewatkan setiap pulang dari kantor.


dari luar pun sudah terdengar suara anak mungil itu yang selama 1 bulan lebih mengisi rumah ini.


Nando membuka pintu itu.

__ADS_1


terlihat jelas keberadaan Anna serta bayi mungil itu yang berbaring di kasur.


Nando tersenyum melihat keduanya.


"Nando kau sudah pulang" tanya Anna.


"ya hari yang cukup melelahkan." ujar Nando sembari melepas jasnya.


"Namun kini sudah hilang seketika melihat kalian"


Anna hanya membalas dengan senyuman sembari mengambil jas milik Nando.


Nando menghampiri Anak itu.


"Hello Hector Dady pulang, apa kau tidak merindukan dady Nak?? " Ujar Nando yang kini membawa anak laki-laki itu.


Ya, Bayi laki laki itu bernama Hector Kristoffen Hernandez.


nama yang di sematkan Anna untuk putranya.


dia berharap nama itu menjadi doa untuk anak laki lakinya.


Gianna tetap memasangkan Hernandez sebagai nama yang di turunkan oleh ayah kandungnya.


Dan Nando pun tidak mempermasalahkan itu. bagaimana pun Erland Hernandez tetaplah ayah biologis nya.


"Omg Tubuhmu sangat harum sayang. Momy mu pasti sangat pintar merawatmu" ujar Nando yang terus mencium penuh wajah putranya.


Dan kini Hector terus tertawa merasakan geli karna rambut halus yang menempel di wajah dady nya.


"Dia bukan tertawa karna suka di cium, tapi geli karna rambut halus mu" Ujar Anna disana.


"Astaga benarkah sayang?? tapi momy mu menyukai ini , dia selalu melarang dady mencukurnya " Ujar Nando.


begitulah pembicaraan keduanya.


Sampai malam pun tiba dimana Anna melihat sekeliling rumah sudah tidak pelayan.


tapi bukan itu yang Anna butuhkan.


Kakinya terus melangkah mengarahkan ke sebuah kamar.


Dimana kamar itu adalah kamar Nando.


Anna memasuki Kamar tersebut.


dia mencari cari keberadaan Nando namun tetap tidak bertemu.

__ADS_1


Anna memasuki kamar mandi.


dia berharap dapat menemukan Laki laki itu.


namun kenyataan nya pun nihil.


Nando tidak ada disana.


lantas Anna memilih untuk dirinya keluar dari sana.


Dia mencari Nando di ruangan sekitar.


Namun yang ada hanyalah ruang kosong.


"Apa ada mobil keluar? tapi aku tidak mendengarnya? "


Namun langkahnya berhenti saat melihat seseorang tengah duduk di tepi kolam.


Anna menegaskan pandangannya.


Rupa nya, dia adalah laki laki yang di cari.


Anna keluar dari rumah itu untuk menemui Nando yang ada disana.


"Apa yang kau lakukan? " tanya Anna


" Hanya minum" ujar Nando tenang.


Anna menghembuskan nafasnya.


"Boleh kita berbicara? "


.


.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2