
.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
28 Hari berlalu.
Anna telah lebih dulu di beri ijin oleh dokter di ijinkan pulang dari beberapa minggu yang lalu.
namun dirinya dengan terpaksa meninggal anaknya yang masih di rumah sakit lantaran perintah dokter.
Anna hanya bisa membesuk anaknya selama ini, seperti saat tengah memberi asi atau mungkin kebutuhan lainnya.
namun hari ini menjadi hari yang di nantikan oleh Gianna.
bagaimana bahagianya ketika mendapatkan kabar Anaknya sudah bisa di bawa pulang karna kondisi nya yang sudah stabil dengan badan yang kini sudah besar karna mendapatkan nutrisi yang cukup dari ibunya.
Anna menuruni mobil yang membawanya.
bahkan dia lupa keberadaan Nando disana.
Nando yang melihat ibu begitu tersenyum sumringah melihat wajah Anna begitu ceria.
karna dia tau begitu besar harapan Anna menantikan hari ini.
hari diamana dia bisa membawa pulang anaknya.
Nando pergi memasuki rumah sakit itu.
menyusuri lorong menuju tempat yang dia bahkan sudah tau dimana tempat itu.
sesampainya Nando sudah melihat Anna beserta suster tengah mempersiapkan kepulangan bayi itu.
Nando merangkul pinggang ramping itu, dan Anna yang menyadari itu dia hanya melihat kearah samping tersenyum kepada laki laki itu.
"Bagaimana? " tanya Nando
"Dia akan pulang hari ini" Jawab Gianna eksetit
Nando yang melihat perilaku lucu itu hanya bisa memberikan kecupan di atas kepalanya.
"Maaf Tuan Orlando" suara itu membuat Nando menengok ke arah belakang.
"Dokter? "
__ADS_1
"Bisa kita bicara? "
"Oh ya tentu"
♡♡♡♡
Anna sudah menggendong bayinya yang kini telah tumbuh tanpa ada alat bantu lagi.
dia bahkan bisa merasakan hangatnya tubuh bayi mungil itu.
"Astaga kau sangat manis sayang." ujar Anna dengan mencubit tipis pipi anaknya.
Anna ingat bahwa dia harus keluar dari ruangan itu.
"Sus, terimakasi yah selama ini telah menjadi dan merawat Anak saya dengan baik"
"Sama sama nyonya itu sudah menjadi tugas dan kewajiban kami. "
"kalo begitu saya permisi."
Anna keluar dari tempat itu sembari menggendong dan tidak henti memandang wajah anaknya.
"Nona? "
"Astaga peter? apa yang kau lakukan disini"
"Saya menunggu Tuan Nando"
"Hello" Ujar Nando menyapa Anna dan Anaknya.
Anna hanya membalas senyuman itu.
"Semuanya sudah aku bereskan sekarang waktunya kita pulang" ujar Nando.
Keduanya berjalan bersama bersiap membawa bayi laki laki itu untuk pulang.
♡♡♡♡♡
Sesampainya dirumah Ternyata Kamilla dan beberapa asisten wanita lainnya sudah menyiapkan beberapa dekorasi untuk menyambut ke pulang bayi.
Dan begitu terkejutnya Anna saat pintu itu terbuka.
sudah banyak sekali balon serta beberapa makanan tertata rapi disana.
"Ouuuwoooah" Anna sangat terkejut dengan membulatkan matanya dan membuka mulutnya.
"Selamat datang Tuan mudaaa" ujar mereka bersamaan.
"Bisakah kalian tidak berisik, kalian bisa membangunkan nya. " ujar Nando
seketika ruangan disana menjadi hening.
Anna yang melihat itu dia hanya mengelus lengan kekar Nando.
__ADS_1
memberikan kode bahwa anaknya tidak apa.
"Anna sebaiknya kita naik keatas untuk membawa baby boy melihat kamarnya." ujar Nando
♡♡♡♡
Langit sudah berubah menjadi gelap.
Nando melihat menuruni anak tangga untuk makan malam.
namun kali ini berbeda hanya ada makanan yang telah tersusun di sana.
namun dia tidak melihat keberadaan Anna.
Nando menarik kursi untuk dirinya duduk.
tidak lama seorang pelayan wanita datang untuk menaruh sebuah sup di meja itu.
"Dimana Anna? "
"Nyonya belum keluar Tuan. " Ada beberapa pelayan wanita baru disini semenjak kepulangan Anna dari Rumah sakit.
lantaran Anna sering merasa kesepian katanya, membuat Nando tidak tega bila harus meninggalkan Anna terlalu lama karna urusan kantor jadi dia dengan terpaksa membawa beberapa pelayana wanita untuk menjadikan suasana Rumah menjadi lebih ramai.
dan para pelayan disini belom mengetahui fakta sebenarnya bahwa sebenarnya Anna bukanlah Istri Nando.
satu satunya yang mengetahui faktanya adalah Kamilla.
namun Kamilla pun lebih memilih untuk diam karna dia merasa tugasnya hanya berkerja disini dan menjadi asisten pribadi Anna. selebihnya dia tidak terlalu banyak mengungkit kehidupan Anna dan Nando.
Itu mengapa sebagian pelayan disini banyak yang menganggap Anna sebagai Nyonya Orlando.
Nando hanya diam disana, membiarkan wanita itu pergi dengan sendirinya.
Nando memakan dengan cepat karna dia ingin melihat keberadaan Anna dan bayinya.
hari ini cukup sibuk bagi Nando membuatnya kehilangan waktu untuk menanyakan kabar Anna dan keadaan bayinya di rumah.
selepas dia mengantar Anna dan baby boy, Nando segera pergi ke Kantor untuk menjalankan Meeting.
Membuatnya merasa bersalah lantaran Kehilangan waktu banyak.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
__ADS_1