
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
~6 bulan berlalu~
Victoria terus mencoba sepuluh test pack namun semuanya negatif.
"****!! kenapa aku tidak hamil juga!" ujarnya.
Victoria sudah mulai frustasi setelah beberapa bulan dia mencoba untuk menjalani program hamil.
bahkan dia rela mengeluarkan uang dalam hanya untuk suntik vitamin hormon.
semua itu dia lakukan karna dia ingin mendapatkan garis keturunan dari Nando.
dan membuat Nando melupakan wanita itu, dan memilih dirinya bersama Anaknya.
Semua itu Victoria lakukan karna dia mencintai Nando.
dalam kekecewaan itu Victoria mendengar suara Pintu kamar terbuka.
dia dapat memastikan bahwa Nando telah pulang.
Victoria segera membereskan semua peralatan dan sampah bekas test pack nya.
"Sayang kau sudah pulang"
Nando hanya menyambutnya dengan senyuman.
"bersiaplah nanti malam kita akan menghadiri pernikahan Peter."
Victoria yang tengah membersihkan jas yang telah di pake Nando itu terkejut.
"Peter asisten mu"
"ya dia menikah dengan seorang wanita mantan Asisten di rumahku"
"dirumahmu? bukankah kau tidak pernah memiliki asisten wanita."
Nando hanya tersenyum.
__ADS_1
dia lebih memilih pergi ke kamar mandi.
Victoria ingin menaruh jas Nando di keranjang pakaian kotor.
namun sorotan matanya teralihkan saat melihat Ponsel Nando yang masih menyala.
Victoria penasaran dengan wallpaper foto itu.
dia memilih menghampiri Ponsel itu dan memperlihatkan wajah Gianna disana.
Victoria melihat nya dengan senyum sinis miliknya.
"Bahkan menikah denganmu dan menjalankan kehidupan seperti layaknya suami istri pun tidak bisa mengubah perasaanmu padanya"
"begitu bodoh aku" ujar Victoria
tapi Victoria memilih diam setidaknya dia akan berusaha lebih keras untuk mengambil alih hati Nando hanya untuk dirinya dan keluarganya Nanti.
Nando menyalakan keran air itu untuk mengisi bathtub disana.
Nando melihat sabun cair miliknya telah habis untung dia ingat selalu meminta Victoria menyetok sabun yang sama dengan aroma yang sama.
ini adalah sabun cair dengan aroma mawar kesukaan Gianna.
Nando selalu memakai itu setiap mandi setidaknya itu salah satu cara dia mengingat aroma tubuh Anna.
Nando membuka segel itu.
namun saat tangan Nando masuk dia merasakan benda Aneh disana.
Penasaran dengan hal itu, Nando membuka penutupnya.
terlihatlah beberapa alat disana.
Nando mengerutkan alisnya heran dengan apa yang dia lihat, Mengambil satu alat dengan satu kertas yang dia yakini itu bungkusnya.
Membaca setiap prosedur bahkan kegunaan terus memahami hingga dia tau.
"Kau bahkan tidak bisa memberikanku Anak" Ujar Nando.
Nando ingat janji Victoria jika dia tidak juga hamil, Nando boleh pergi meninggalkanya.
♡♡♡♡♡
Hiruk-pikuk dentangan musik pernikahan dan acara pernikahan mewah itu menghiasi.
dimana Nando mendapatkan ruangan VIP untuk dirinya mendatangi acara Pernikahan Peter.
Disana terlihat beberapa foto prewedding dan nama Pengantin.
__ADS_1
Nando memilih untuk menyalami keduanya.
"Selamat Peter"
"Terimakasi Tuan"
"Terimakasih Tuan Nando atas kehadiran nya"
"Ya tidak masalah Kamila" Ujar Nando.
Setelah itu keduanya melangkah pergi di giring oleh beberapa WO Organizer untuk menuju ruang VIP dan menikmati hidangan.
Tidak lama dari kepergian mereka Peter memandangi wajah Kamila.
"kenapa kau terlihat sedih baby? "
Kamila menarik Nafasnya dalam.
"Aku merindukan Nona Anna, aku berharap dia ada disini" ujarnya
Peter disana hanya tersenyum.
"Suatu saat kau akan melihatnya kembali tidak perlu khawatir mungkin dia tidak datang saat ini tapi kita tidak tau masa depan barangkali dia akan datang disaat kau melahirkan anak kita" Ujar Peter yang menggodanya.
Kamila yang malu dia hanya mencubit pinggang Peter.
yang mana Peter justru tersenyum bahagia
"Apa Tuan Nando tidak pernah menghubungi Nona Anna? apa dia tidak merindukannya?? "
"untuk 3 bulan terakhir tidak pernah karna nomor Tuan Nando di ganti oleh Nyonya Victoria dan Nyonya Victoria berhasil membatasi akses komunikasi mereka"
"cikkh dasar wanita ular"
"Sayang bagaimanapun dia majikanku, dia membantu aku untuk membawa pernikahan seperti ini"
"Tapi kau di gajih oleh Tuan Nando dan kau sudah lama bekerja dengannya, aku tau Tuan Nando memberimu Gaji lebih dari cukup untuk membuat pernikahan semewah ini bukanlah hal yang mudah bagimu? " Ujar Kamila
Peter hanya tersenyum disana.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
♡♡♡♡♡