
#Jangan Lupa Vote dan Like yah dukung Karya Author ini, supaya Author tetap semangat untuk Update.
#Follow ig jangan lupa @writterdevvu
.
.
.
.
♡♡♡♡
Seperti yang sebelumnya mereka bicarakan kini Kamila dan Gianna memilih jalur berbeda pada penerbangan mereka.
Fernando telah menyiapkan Privat Jet untuk mereka gunakan.
Waktu terus berjalan dimana artinya keduanya akan berpisah.
"Sayang kau berjanji tidak lama bukan? " Tanya Nando saat di ruang pribadi yang di sediakan oleh pihak Bandara.
"Tidak ada hanya 5 hari"
Nando mengusap wajahnya kasar.
"Bisa ku tawar? "
"Tidak, bukan kah itu sudah penawaran juga? aku minta 7 hari bukan? "
"5 Hari masih terlalu lama sayang"
"Kau tau Labuan Bajo terlalu indah jika harus aku tinggalkan"
"seindah apa? "
"kau harus lihat nanti"
"aku akan melihatnya di internet"
"Sensasinya berbeda. "
Sampai pembicaraan mereka berhenti saat Peter masuki ruangan di susul oleh Kamila di belakang nya.
"Tuan Pesawat sudah siap"
Terlihat jelas wajah Nando yang tidak berseri seperti biasanya.
"Tidak apa, berangkat lah kau harus mengejar waktu bukan? Perusahaan mu lebih penting karena itu sumber yang akan menghidupi aku dan Hector" Ujar Anna dengan senyum di wajahnya.
__ADS_1
"Aku akan merindukan Hector"
Gianna mengambil Hector dari box bayi miliknya.
"Hector buka matamu berikan salah perpisahan dengan Daddy"
"Hei bukan perpisahan lah"
"ya kan kita mau jauh"
"Singkirkan kata perpisahan itu tidak enak di dengar karena aku tidak ingin berpisah dengan kalian"
"Tidak" Kata Anna menenangkan Nando.
Sampai tibalah mereka berpisah dimana Nando dan Peter sudah memasuki Private Jet milik nya, Yang saat ini sedang Take off di landasan.
Memang penerbangan Nando dan Peter lebih dulu, di karena sedang mengejar waktu.
Gianna memperhatikan moments itu di dalam ruangan jendela kaca dengan Hector di gendongan nya.
"Bye bye bye" Ujar Anna mencoba menggerakkan tangan Hector seperti melambaikan.
Sedangkan bocah itu tetap pulas tertidur.
Keduanya kembali pada ruangan sebelumnya dimana kini Kamila lebih banyak duduk di sofa.
"Apa kau haus atau lapar? " tanya Anna
"Ayolah Kamila Come on di luar pekerjaan kita adalah teman panggil aku seperti biasanya. "
"baiklah Gianna"
"Ya seperti itu contohnya"
"Apa kau keberatan dengan rencana ini? "
"Tidak sama sekali Anna, Pergi ke labuan bajo adalah mimpi ku. "
"Benarkah kau bisa mewujudkan nya bersama Peter, Uang di banyak Kamila, kau harus tau itu Nando memberikannya tidak main main. "
"Ya aku tau itu, tapi waktu begitu sedikit untuk kita bisa liburan"
"Benar, Nando selalu membutuhkan Peter" Ujar Anna mengingat itu.
"Apa ada kesulitan meminta ijin pada Peter? " Tanya akan kembali.
Kamila melihat sisi lain dari Gianna yang mungkin tidak pernah tau, Gianna adalah orang yang cerewet dan suka mengobrol.
Namun hal itu membuat Kamila senang setidaknya dia memiliki majikan yang juga seperti temannya.
__ADS_1
"Ya sangat sulit, dia menahan ku alasan ini itu, tapi aku berhasil membujuknya dengan menambahkan bonus 5 ronde"
Anna mendengar itu bergidik ngeri.
"Kau melakukan sebanyak itu dalam keadaan hamil? "
"Ya tapi aku tidak masalah karena dia suamiku"
"pasti kau kesulitan bukan? "
"Tidak sama sekali Peter selalu membuatku nyaman dan memperlakukan ku dengan lembut. "
"baguslah, Tapi Kamila jika aku boleh tanya bagaimana kau bisa menikah dengan Peter? "
Pertanyaan itu membuat Kamila merasa sangat malu mengingatnya.
Gianna melihat wajah merah jambu dengan paras oriental yang sedang salah tingkat.
"tidak apa bukan aku menanyakan itu? "
"Ya aku tidak masalah, tapi aku akan ceritakan nanti. "
Anna mengangguk paham.
Akhirnya obrolan mereka berhenti lantaran salah satu pramugari Jet pribadi mengatakan jam penerbangan mereka akan segera tiba.
Keduanya bersiap.
dengan Hector yang kini masih berada di dalam box brand ternama yang selalu dia gunakan.
Melangkah di atas aspal menuju Jet Pribadi yang sudah terparkir dengan karpet mereka di depan tangga.
"Apa tidur Hector sepanjang ini? "
"Ya dia seperti orang pingsan jika tidur. bayangkan saja di gigit nyamuk saja dia tidak perduli tetap larut dalam mimpi. semalam tidurnya di ganggu oleh Nando yah jadi beginilah Keadaanya. "
Kamila mengangguk paham.
Anna menyalakan ponselnya dan mencari nama seseorang yang akan dia hubungi.
"Ambar hari ini aku penerbangan ke labuan bajo. apa kau tidak tertarik ikut bersama kita? "
kemudian Anna mengirim pesan itu usai mengetik nya.
.
.
.
__ADS_1
.
♡♡♡♡