
.
.
.
.
Kini keduanya sudah ada di mall terbesar di kota itu, Anna dan Erland kembali menjadi sorotan publik setelah keduanya terlihat jarak yang berdekatan.
sebagian besar Mall disini adalah milik Erland, bukan hal yang sulit bagi Erland jika dia harus mengosongkan tempat ini untuk bisa berbelanja. namun hal itu di tolak oleh Anna lantaran dia pun menginginkan kehidupan normal yang seperti pada umumnya, mall digunakan oleh siapa saja dan untuk kapan saja.
"kita kearah mana?" tanya Erland
"sudah ku bilang aku ingin membeli beberapa furniture"
"baiklah aku ikut maumu"
"hari ini kamu jadi bodygruadku" mendengar penutusan iti Erland berhenti dari langkahnya.
"maksudmu?'
"yaa? kamu jadi bodyguardku kemanapun aku pergi"
karna ucapan itu munculah sebuah ide yang terbesit di pikirannya.
"baiklah, tapi kita sebagai manusia yang masih bernafas, kita harus saling menguntungkan satu sama lain"
"maksudmu?"
"yaa mudah saja, timbal balikk"
"apa seperti itu kehidupan para membisnis?"
"oh iya jelas, kita harus saling menguntungkan satu sama lain."
"baiklahh, apa maumu?"
"kamu meminta aku untuk menjadi bodyguardmu hari ini, dan besok kamu pun harus mengikuti apapun mauku bagaimana?"
"apapun?"
"ya apapun"
"baiklah tapi dengan satu syarat"
"apa lagi?"
"kamu pun harus membayar segala sesuatu yang ingin aku beli"
"hanya ituu?"
"yaaa"
"mudah saja"
jawaban Erland tengan tengilnya yang membuat Anna geram dan munculnya ide gila di kepalanya.
"awas saja kamu Erland"
♡♡♡
Saat ini keduanya sudah berada di toko yang di khususkan sebagai tempat furnitur, disini sangat lengkap mulai dari lampu, furnitur kamar mandi, dan banyak lagi.
Anna eksetit melihatnya di sangat menyukai keindahan bahkan rasanya tidak ingin pergi dari sana.
Anna terus berjalan matanya menyoroti setiap hal yang dirasanya menarik.
__ADS_1
dia mendapati sebuah meja rias yang panjang, lalu menghampiri meja tersebut.
"waaww ini besar bangt mantep kacanya nih.. ihh ada yang lampunya"
Erland yang melihat itu mendatangi Anna.
"kamu mau ini?"
"sebentar dulu aku masih pingin liat liat barangkali ada yang lebih bagus dan lebih mahal kenapa enggak iyakan mungpung gratis." ujaar Anna berlalu pergi.
Anna terus berkeliling di mendapai lemari yang terbentuk dari kaca fikirnya "ini akan cocok untuk tempat sepatu"
"Erlanndddd???" terik Anna namun matanya masih memandangi lemari itu.
"aku disini"
"bagaimana ini jika di gunakan untuk sepatu sepatuku?"
"kurasa cocok, jadi kau bisa memilihnya dari luar"
"oke pemikiran yang bagus. belikan ini untukku"
Erland milirik kearah pelayan disana memberikan kode padanya untuk proses pembayaran selanjutnya.
Karna Erland salah satu orang penting ditempat ini jadi selama kedatangan mereka didampingin sekitar 3 orang pelayan yang siap membantu barangkali ada sesuatu yang dibutuhkan.
Erland kembali meperhatikan Anna yang terus bertanya pada salah satu pelayan disana.
Anna sedang bertanya mengenai lampu kristal gantung yang ada disana.
"Erland??"
"hemmm"
"menurutmu lebih cocok yang ini atau yang di ujung itu untuk digunakan di walk in closet"
"tapi harus pilih salah satu."
"baiklah yang di ujung sana ku rasa cocok"
"tapi itu lebih besar dan lebih mahal"
"baiklah pilihan yang ini" ujar Erland menunjuk pilihan pertama
"hemm tapi ini aku tidak terlalu suka"
"lalu kau mau yang mana?"
"yasudah yang diujung sana.. kamu yang bayar bukan?"
"iyaaaa"
"baiklah terimakasi, ayuk kita lanjut cari lemari baju"
Sudah sekitar 1 jam lebih mereka berputar, kini Erland mulai merasakan lelah lantaran dia harus terus berjalan dan mengelilingi toko ini, dia pun di haruskan menjawab beberapa pertanyaan Anna dan pilihan Anna yang tak jarang membuatnya pusing lantaran banyak sekali pilihan yang musti harus di tentukan.
saat ini mereka hanya berdua karna para pelayan pelayan tadi sedang sibuk mencari barang barang yang di inginkan Anna.
Erland mencari celah untuk melihat sekitarnya dia merasa sudah Aman.
"bolehkan Aku duduk?" tanya Erland kepada Anna yang sedang sibuk memilih vas.
sebenarnya keinginan ini sejak tadi ingin dia lontarkan namun karna situasi rame dan Erland ingin terlihat Elegan di hadapan orang orang tadi.
"tidak"
"kakiku pegal"
__ADS_1
"ingat kau bodyguardku malam ini, kemanapun aku pergi kau ikut."
"hemmm" ekspresi Erland malas.
"aku salah menuruti keinginan Anna , harusnya aku kasihkan saja rekeningku biar dia pergi berbelanja sendiri tidak perlu susah susah ikut berkeliling. awas saja pembalasanku besok" ujar dalam benak Erland
beberapa menit berlalu Erland dan Anna sudah selesai berbelanja kini keduanya berjalan menuju tempat administrasi.
saat Anna keduanya sedang berjalan di sekita rak prabotan Anna melihat Anna celengan berbentuk karakter wanita dan laki laki yang terlihat manis. itu menarik perhatian Anna.
"ini akan cocok untuk kita?"
"kau menyukainya?"
"ya ini tampak lucu."
"ambilah jika kamu mau"
"ini persis seperti kita bukan?" Erland yang mendengarnya hanya tersenyum
"oh Godness lihat ini Erland Bantal couple, astaga lucu sekali"
"ambil jika kau mau"
mereka terus berjalan nyatanya berbelanja dengan wanita bukan lah hal yang mudah, diakan tergoda dengan apa saja yang dilihatnya menarik. termasuk Anna.
dia terus menyelusuri ruang ruang dan rak yang ada disana.padahal tadinya Erland dan Anna sudah berniat untuk menuju tempat pembayaran karna semua keperluan Anna yang dia cari sudah dibeli tapi nyatanya hingga detik ini belum berakhir.
beberapa menit setelahnya Anna merasa cukup dengan belanjaanya dia pun melihat keranjang yang sudah terisi penuh mulai dari Gelas, celengan,bantal, bingkai foto, selimut, patung mini, hingga sedok garpu, semuanya berbentuk karakter couple.
Erland yang melihatnya pun ikut senang lantaran dia merasa Anna terlihat sangat bahagia dengan segala hal yang dia temu kali ini, wajah ada yang memperlihatkan gadis wajah polos yang membuat Erland semakin gemas melihatnya.
sepanjang jalan keluar dari tempat itu Anna terus memandangi paperbag yang berisikan barang barang berbentuk karakter pasangan.
"apa kau menyukainya"
"ya sangat"
"kamu seprti belum pernah membeli hal semacam itu sebelumnya."
"bukan seperti itu maaf jika ini membuat kamu sedikit heran denganku, aku hanya eksetit saja melihatnya memang ini bukan kali pertama aku membeli hal semacm ini namun entah mengapa saat bersama mu dan menentukan barang bersamamu aku merasa senang setidaknya kita mengerti dengan selera kita satu sama lain"
"kau lebih dari yaang ku fikirkan" Erland yang mengusap Kepala Anna.
"memangnya apa yang kamu fikirkan tentangku"
"aku tidak ingin bemberi tahu"
"ih Erland"
Plakkkkk!!!
suara tangan Anna yang memukul bagian pundak Erland, suara itu memang agak nyaring hingga menarik perhatian beberapa orang disana.
Anna yang malu menjadi pusat perhatian dia hanya tersenyum kepada orang orang di sekelilingnya.
"Maaf Erland aku reflek"
"tidak masalah, aku rasa pukulanmu itu akan menyambarkan Rasa cinta"
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡♡