Another Loved

Another Loved
81. Andre sang pendengar


__ADS_3

.


.


.


.


Selama dia perjalan Erland hanya diam dia sangat merindukan Gianna disana padahal mereka masih satu kota dan negara namun wajah dan senyum Anna membuat Erland merasa candu.


"Tuan maaf sebelumnya ada apa dengan anda?" Tanya Andre


"tidak ada"


"aku merasa ada sesuatu yang berbeda darimu maaf sebelumnya mungkin hanya perasaanku saja."


Erland hanya tersenyum tipis mendengar kalimat Andre.


"Aku sedang mendapatkan kabar baik."


"kabar baik apa? ku rasa aku todak mengetahuinya."


"Aku akan menjadi seroang ayah"


Mendengar hal tersebut Andre terkejut bukan main, yang membuatnya respek menginjak rem kuat saat hendak berhenti di lampu merah.


dan membuat tubuh Erland sontak maju kedepan baiknya Erland dapat menahannya.


"Apa aku perlu mencari driver terbaik?" Tanya Erland


"Astaga Tuan saya minta maaf, jangan tuan mencari driver selama saya masih mampu dan itu akan membuat pengeluaran anda semakin besar."


"Kau punya banyak uang aku bisa menggaji 68% rakyat disini, jika mereka menjadi karyawanku"


"Tapi tuan aku hanya terkejut dengan pernyataan anda saja."


"Apa yang membuatmu terkejut?"


"Anda bilang akan menjadi ayah? seperti yang kami ketahui jika Anda belom menikah."

__ADS_1


"apa memiliki Anak harus menikah?"


"hemm aku rasa baiknya begitu"


"aku akan menikah setelah anakku lahir ahh tidak-tidak aku rasa dalam waktu dekat."


"jadi siapa ibu dari keturunanmu"


"hem" Jawaban Erland dengan senyum sinisnya


"tentu saja Gianna bagaimana kau ini dia kekasihku" lanjutnya


"baiklah tuan aku harap segala berkah ini di perlancar dan Anda segera menempuh hidup baru."


"Ahh terimakasi Andre tenang kau masih bisa bermain dengan anakku nanti."


Andre hanya tersenyum sembari melihat Erland dari kaca, dia dapat melihat kebahagian Erland sebenarnya.


dia tau persis bagaimana Erland dan sikap baiknya.


Andre percaya jika Erland akan menjadi ayah terbaik untuk anaknya.


♡♡♡♡


selepas dari jam kantor keduanya sangan akrab layaknya teman satu angkatan.


mereka dapat tertawa dan berbicara mengenai kehidupan mereka masing-masing tanpa mengurangi rasa hormat sedikitpun dari Andre untuk atasnnya.


Yang Erland ketahui dua tahun yang lalu Andre baru saja menikahi kekasihnya yang berasal dari Russia dia membawa wanita itu untuk tinggal di Indonesia dan menetap mambangun keluarganya disini.


"Jadi bagaimana pertemua dengan istrimu."


"saya rasa tidak ada hal yang menarik untuk di ceritakan."


"Astaga Andre dia istrimu"


"Yaa perjalanan kita singkat saja.. dan dia tidak pernah tau jika aku mengurus semua datanya untuk perpindahan nya ke Indonesia."


"jadi kau menculiknya?" Tanya Erland

__ADS_1


"aku rasa begitu namun di bilang menculik orang tuanya tau masalah itu dan sebelumnya aku meminta ijin pada keduanya untuk menikahi putrinya."


"ternyata tidak setragis yang aku fikirkan."


"kau harus merasakan itu Tuan"


"merasakan apa??"


"bagaimana Menikah dan memiliki Anak merubah hidupmu"


"ahh baiklah aku akan banyak bertanya padamu."


"Boleh sajaa asal jangan urusan ranjang kita punya caranya masing-masing."


keduanya tertawa..


"aku akan bertanya bagaimana membujuk istri ketika sedang marah"


"astaga Tuan itu mudah saja kau berikan apa yang dia inginkan."


"segampang itu?"


"dari pengalamanku yang sudah sudah seperti itu."


"ku fikir ide yang baik."


Andre melihat jam tangan yang melilit tangannya.


dia melihat jam menunjukan pukul 13:09 yang artinya jam makan siang telah habis dan keduanya harus pergi.


"Tuan kurasa saat nya kita harus kembali mencari dollar.."


.


.


.


.

__ADS_1


.


♡♡♡


__ADS_2