
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
Erland terus menggerakan kakinya sebagai tanda bahwa dia merasa cemas.
jujur ini adalah kali pertama dia begitu merasa detak jantungnya begitu bergerak dengan sangat cepat.
Erland begitu terlihat gerogi pada hari ini.
Namun dia terus melihat gambaran dirinya pada cermin.
Erland mencoba berguma dengan dirinya sendiri untuk mengurangi rasa geroginya kini.
"Kau sangat tampan boy, ayahmu pasti bangga memilikimu, astaga aku akan menikahi wanita yang begitu aku cintai di dunia ini jadi kau harus tetap terlihat elegant dan berwibawa di hadapannya dia pasti akan merasa beruntung memiliki ku." Ujar Erland eksis depan cermin.
"Ini hari penting bagimu Erland." Ujar suara yang terdengar dari luar ruangan tak kala pintu itu terbuka.
"Mom?" Jawab Erland mendapati siapa yang datang
Indah menampilkan senyum terbaiknya di ujung sana. begitu melihat putranya mengenakan jas yang memperlihatkan aura tak biasanya, dengan setangkai bunga pada sisi kanannya
"Aku tidak menyangka Erland kecilku sudah tumbuh besar." guma Indah mengagumi anak lelaki itu
"Momy hanya merasa kau tidak akan lagi ada untuk momy, momy bahagia kau menemukan wanita idamanmu. dia baik dan sangat cantik. kau sudah melihatnya mengenakan gaun? sangat menawan."
"Momy jangan berkata seperti itu pernikahan Erland tidak akan membatasi waktu ku untuk tetap bersama momy." Jawab Erland yang melihat wajah sedih ibunda.
"Dan apa yang dikata momy itu benar Anna begitu cantik."
Saat keduanya tengah berbincang Ponsel Erland berbunyi dia ingin melihat siapa yang mengirim pesan.
Namun ternyata itu dari pujaan hatiku.
__ADS_1
"Aku telah siap melangkah bersama." Tulisnya.
Erland yang melihat foto itu begitu terpanah terlebih dengan gaun yang sangat cocok dikenakan oleh Anna.
"Bahkan dengan make up senatural itu dia sebegitu cantiknya." guma Erland.
Beberapa waktu terlewatkan untuk sekedar mengobrol bersama sang momy Erland hanya ingin bercengkrama dengan ibunya dalam waktu sedikit setidaknya membuat rasa cemasnya berkurang.
"Bersiaplah 1 jam lagi acara akan di mulai." Ujar Indah menyapu pundak anak lelaki semata wayang.
dan berlalu pergi meninggalkannya.
Erland yang kini sendiri dia kian menelfon Andre disana.
"Ya Tuan?"
"Apakah kau sudah mengambil cincin ditoko itu."
Seketika detak jantung Andre bergerak lebih cepat.
"aastaga bagaimana bisa aku melupakannya." Guka Andre dalam Hatinya
Andre mencoba tenang meski dia tau mungkin setelah ini dirinya akan kena marah oleh Erland.
Erland yang mendengar itu hanya terdiam.
"Bagaimana bisa kau melupakannya, sejak kapan kau melewati perintahku."
"Maaf tuan sebelumnya saya betul lupa karna terlalu sibuk mengurus tempat acara dan beberapa dekorasi yang belum terpasang jadi saya memastikan untuk semuanya sudah selesai."
"Acara satu jam lagi Andre." Tegas Erland
Badan Andre seketika bergetar tak kala dia mendapati nada keras dari atasanya yang bahkan itu jarang di lakukan kepadanya.
"Aka.. akan sayan lakukan saya akan pergi mengambil cincin itu." suara Andre terbata bata.
"Tak usah biar saya ambil sendiri." Ujar Erland dingin
"Tid..tidak tuan." Belum juga dia melanjutkan ucapannya namun panggilan sudah lebih dulu terputus.
Erland tak habis fikir dengan alasan itu.
__ADS_1
berapa tahun Andre bekerja dengannya baru kali ini dia lupa akan perintah dari Erland.
Terlebih itu adalah cincin yang mana begitu penting dalam sebuah pernikahan.
Erland tidak habis fikir dia segera mengambil kunci mobilnya dan turun menggunakan lift tersedia.
Erland bergegas pergi ke Toko tersebut.
Dan di sambut hangat oleh manager toko.
"Tuan Hernandez silahkan masuk." Ujarnya
Erland tanpa banyak bicara dia segera memasuki toko perhiasana mewah itu.
"Saya fikir bukan anda yang akan mengambil sendiri pesanan itu, bukankah ini adalah hari besarmu?" Tanya nya
"Ya, Andre melupakannya dia sangat bodoh." Ujar Erland mengingat itu.
"Ini pesanan yang anda buat Tuan, begitu sederhana namun sangat mewah memang sangat cocok untuk kau berikan kepada pasanganmu."Jelas lelaki itu memberikan kotak cincin pada Erland
Erland yang melihatnya dia segera menerima kotak itu, Erland melihat hasil pesanannya itu.
"Ini seperti apa yang aku inginkan." Jawab Erland
Segera Erland meminta packingan karna dia tidak memiliki waktu lagi.
acara akan segera mulai namun dia masih di luar sana.
Ini seharusnya tidak di lakukan oleh calon pengantin yang akan naik kepelaminan beberapa waktu lagi.
"Astaga setidaknya aku telah mendapatkan cincinnya aku akan lebih tenang." Ujar Erland saat di dalam mobil
Kini saatnya dia melajukan mobilnya dengan lebih cepat karna dia merasa tidak memiliki banyak waktu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
♡♡♡♡♡