Another Loved

Another Loved
148. Pagi Yang Terik


__ADS_3

.


.


.


.


♡♡♡♡


Anna baru saja menggerakan badanya setelah tidur panjang membawanya tidak sadar.


Anna melebarkan tangannya.


Namun dia tidak melihat seorang pun disana.


Membuka mata untuk memeriksanya.


"astaga apa aku bangun kesiangan" ujarnya mengira nando sudah pergi ke Kantor.


Anna teringat Anaknya dia menyadari sejak malam tidak terbangun sama sekali untuk memeriksa anaknya.


Anna melompat dari kasur membuka pintu kamar tersebut untuk dapat masuk ke kamar Hector.


namun begitu kagetnya saat melihat Nando justru tertidur di kursi dengan Hector yang tertidur pulas di Dada bidang Nando.


Anna memandang kedua lelaki yang kini mengisi hari harinya.


Tanpa sadar air mata itu mengalir.


bukanlah air mata kesedihan tapi air mata hari baginya.


melihat bagaimana Nando mencintai Hector itu yang membawa nya Jatuh cinta pada Nando.


Dia seakan menemukan harapan baru.


Anna pun dapat melihat Hector seperti nyaman berada di dekap Nando.


Anna tidak tega jika harus memisahkan keduanya pasalnya dengan fakta yang terjadi Hector mungkin tidak bisa merasakan langsung rasanya di sentuh oleh ayah kandungnya.


namun Anna menyadari bahwa Hector layak mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah.


dan itu dia temukan di diri Nando.


Anna mengusap Air mata itu.


dia melangkah mendekati keduanya.


mengusap lengan Nando dengan pelan.


"Nando.. " panggilnya.


untuk sekali panggilan saya sudah bisa membangunkan Nando.


"owhh astaga. "


Nando tidak bisa banyak bergerak karna di menyadari Hector disana.


"biar aku angkat"


Anna menaruh kembali Hector di box miliknya.


"Kenapa kau pergi dariku"


"Astaga sayang semalam Hector terus menangis, dia terus mencari susu karna haus. aku tidak tega membangunkanmu yang tidur pulas, Aku membawa Hector bercerita sepanjang malam sampai akhirnya kita sama sama lelah dan tertidur. "


"benarkah Hector menangis? aku tidak mendengar nya"


"kau tertidur seperti orang mati"

__ADS_1


"apa kau bilang"


"ah tidak ada sayang"


Nando tidak bisa berkutik saat mendaptkan sorotan mata tajam dari Anna.


membuatnya lebih baik melarikan diri.


Namun Justru di kejar oleh nya.


Nando memilih untuk lari kedalam kamar mandi.


Dan Anna berhasil memasuki kamar mandi.


"Haahhh Honey stop" ujar Nando yang kini melihat Anna bergaya seperti vampir mau mencekiknya.


"kau tidak bisa membunuhku jika aku mati kau makan apa" ocehan Nando


"Aku akan menghabiskan semua hartamu Hahahhah" Suara yang di buat Anna.


"astaga sayang apa kau selalu berarkting menjadi Hantu"


Melihat wajah ketakutan Nando membuat Anna tidak bisa menahan ketawanya.


"hahhaha muka muuu... muka mu sepertiiiii patrik saat ketakutan hahahhaha"


"patrik siapa petrik"


"dia kartun yang hidup di bawah laut berbentuk Bintang laut"


Mendengar itu Nando melebarkan matanya tidak percaya Apa yang di ucapkan Anna.


"Astaga Kauuuu... "


Nando meraih pinggang dan leher Anna disana.


membawanya memiliki bawah akses untuk menguasai tubuh Anna.


Nando mendorong tubuh Anna ke tembok.


dan mereka terus menerima permainan itu.


Anna menggerakan tanganya meraba benda sekitarnya.


sampai dia justru menekan tombol air membuatnya seperti tengah mabuk cinta di bawah guyuran air hujan.


Keduanya saling menikmati itu.


Sampai Akhirnya mereka menyadari air telah membasahi keduanya.


Nando tetap menahan Anna dengan tangan yang berada di leher membuat dahi keduanya bertemu.


"honey please Aku menginginkanmu" Ujar Nando dengan nafas yang terbata.


Anna melepaskan kancing yang mengikat celana Nando.


begitu pun Nando yang tengah berusaha membuka penutup tubuh Anna.


Kini keduanya sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan dan butuhkan.


Anna dapat merasakan sensasi benda kerasa yang terus bermain di bawah sana.


Anna mendapatkan apa yang di mau.


"Faster Nando please"


dan Nando melakukan itu untuk Anna.


keduanya mendapatkan puncak bersama.

__ADS_1


Saat kini mereka tengah mencoba saling mengatur nafas.


setelah permainan yang mereka mainkan menyita banyak tenaga.


Anna mengusap rambutnya yang masih basah.


"Bersihkan dirimu Nando. kau harus pergi"


" aku malas ke kantor. "


"kenapa?? " ujar Anna yang kini menyemprotkan sabun di tangannya.


"ku rasa sekarang aku akan lebih banyak bersama kalian"


Anna memberi senyuman itu.


"Biar aku yang melakukan" Ujar Nando yang mendekati tubuh Anna mengusap Badan Anna dengan sabun.


"aku bisa " ujar Anna yang mencoba menolak


"Bagian punggung akan menyulitkan mu Anna"


sampai pada akhirnya Anna membiarkan Nando melakukan apa yang dia mau.


Namun tangan Nando berhenti saat dia baru menyadari.


Nando menyentuh garis itu dengan jari telunjuknya.


"Ini bekas oprasi ku saat melahirkan Hector, Jelek bukan? "


" Tidak ada yang Tidak bagus di mataku mengenai mu terlebih dengan bekas ini. menurutku ini satu keindahan betapa kini aku tau perjuangan seorang wanita hanya untuk malaikat kecilnya. "


Anna tersenyum disana.


memberikan satu kecupan di bibir Nando.


Membuat keduanya memulai kembali.


♡♡♡♡


Sedangkan di tempat lain Peter sudah menunggu sejak lama.


dia terus menelpon bos nya namun beberapa puluh kali tidak ada jawaban.


membuatnya geram sampai harus memasuki rumah itu.


mendapati kamila tengah Membuat sarapan.


"Dimana Tuan Nando? "


"Saya tidak melihatnya bahkan Nona Gianna pun belum keluar sampai sekarang"


"Hiksss dasar anak mudah yang sedang jatuh cinta memang susah untuk diingatkan"


"Yaaa?? " tanya Kamila


"aku tidak sedang berbicara dengan mu"


Ujar Peter yang berlalu pergi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


♡♡♡♡♡


__ADS_2