
♡♡♡♡
.
.
.
.
Gianna Masih menunggu di dalam ruang kerja Erland, setelah mengiyakan tawaran Erland untuk mengajaknya makan siang bersama dan menunggu Erland bersiap Anna berjalan jalan menelusuri seisi ruangan.
Dia menuju ke arah jendela kaca dan matanya menyoroti luasnya jagat raya ini.
"ternyata pemandangan dari sini cantik juga" gumanya.
Dia berlanjut berkeliling dan melihat beberapa koleksi perhargaan milik Erland Hernandez yang membuat Anna berdecak kagum, sampai akhirnya dia melihat satu pintu yang berada di ruangan tersebut, Anna tidak ingin rasa penasaran itu menghantuinya olehnya Anna berjalan menghampiri pintu tersebut.
Anna kembali mengingat perkataan Erland telah mengizinkanya untuk melakukan apa saja di ruangan ini asal tidak merusak itu yang meyakinkan Anna sekali lagi.
Saat Anna masuk, ternyata di dalamnya adalah ruangan pribadi Erland yang terdapat tempat tidur dan lemari kecil dia melihat satu pintu lagi disana, saat Anna mendekat dia menjadi semakin penasaran "kenapa diruangan kerja seperti ini banyak sekali pintu?" Tanya Anna dalam ruang hatinya.
Karna Anna tipikal orang yang suka mencari tau jadi dia mencoba menelaah menghampiri pintu tersebut,sudah berada didepan pintu tersebut.
Anna setengah membungkukan badanya dan menempelkan telinga mungilnya ke arah pintu tersebut samar-samar Anna mendengar germecik Air di sana, sampai akhirnya "ceklekkk" pintu itu terbuka dan sontak Anna merasakan rasa hangat di telinganya.
Anna menolehkan wajahnya sejajar,Alangkah terkejutnya saat yang dia lihat bukan lagi pintu kayu melainkan perut bidang berwarna coklat langsat yang membentu sixpack dengan Otot-otot yang memperindah.
"astaga Erland" suara Anna panik dan tersentak.
"Apa yang kau lakukan?"
"tidak adaaa" ucap Anna dengan membelakangi Erland dan menutup wajahnya yang merah padam merasa malu.
"kau mengintipku?" tanya Erland
__ADS_1
"enak ajaa engak!" ucap Anna, mencoba mengambil langkahnya untuk keluar dari situ
Namun langkahnya terhenti saat tangan kekar melingkar di pinggangnya. bagi Erland mudah menangkap kelinci kecil dengan satu kali ayunan tanganya.
dengan gerakan cepat Erland menarik tubuh mungil Anna kearah belakang sehingga mempersempit jarak diantaranya.
"jika memang kau ingin melihatnya tidak perlu sungkan, katakan akan aku beri untukmu sayang, jadi kamu tidak perlu bersusah payah mengintipku dari balik pintu" ucap Erland menggoda dan mengucapkanya langsung disamping telinganya, Anna merasakan geli.
"Erland stop jangan seperti ini" ucapnya sedikit memohon
"lalu seperti ini yang kau maksud sayang?" dengan gerakannya mencium sebelah kiri dari wajah Anna. Dengan sekali gerakan Anna mecoba membrontak dan berhasil terlepas darinya tanpa berkata lama Anna segera kabur dan menghilang dari balik pintu.
Erland yang melihatnya tertawa puas pasalnya ini kali pertama dia menjahili wanita dan itu cukup menyenangkan baginya.
"sialan" ucap Anna merasa kesal.
sedangkan di tempat lain Erland masih terkekeh di buatnya. dia baru ingat bisa saja Anna kabur dari ruangannya dan memilih pulang, tak menungg lama Erland segera melangkah keluar dan menemukan Anna yang sedang berjalan Erland segera menghampiri dan menarik tangan Anna, Anna pun membalikan badanya dia sempat terkejut dan melihat manik indah seorang Erland Hernandez mereka saling manatap beberapa saat.
(cekleeekkk) suara pintu itu.
yang mengejutkannya lagi dia meliat Erland Hernandez yang hanya menggunakan handuk di pinggangnya membuat Andre tidak Enak hati pasalnya dia berfikir telah mengganggu waktunya.
"ohh maaf tuan saya tidak tau." ucapnya menyesal, dengan kedua orang itu yang seketika bersamaan melihat kearahnya.
"ada apa?" tanya Erland. Anna yang menyadari itu segera melepaskan lengannya yang di cekram oleh Erland.
"maaf ini tidak sepertiii--"
"tidak apa nona saya mengertii"
"eeee..eeee tapi tapi" suara Anna terbata bata pasalnya dia bingung dengan keadaan. Erland yang melihatnya kembali menyeringai.
"andre" panggil Erland.
"ya tuan?"
__ADS_1
"tolong kau jaga di luar pintu itu, jangan sampe kelinci kecilku berasil lolos dari jeratanku" Andre yang mengerti maksud tuannya itu dia menurutt.
"jangan macam macam Erland" ketus Anna kesal
"tidak ada sayang, aku hanya ingin kau sabar menunggu" jawab Erland santai kembali menuju ruang gantinya.
♡♡♡
Beberapa menit berlalu, kini Erland sudah siap dia keluar dari ruangan itu, dia melihat Anna yang masih duduk manis sembari membuang pandanganya, Erland yang melihat berkata dalam hati "ternyata dia wanita yang penurut".
Erland menuju meja kerjanya dia mengambil kunci mobil, smartphone dan black card miliknya. dan kembali mengampiri Anna.
"masih marah?" tanya Erland. tapi tidak ada jawaban. yang mana membuat Erland sedikit kesal dan menarik tangan Anna.
"kau tidak akan bergerak jika tidak di paksa."
"lepasin aku bisa jalan sendiri"
"bagus jadi aku tidak perlu menggeret manusia"
"sialan kau!" ketus Anna.
Erland mengayuhkan langkahnya mendahului Anna, saat di luar ruangannya dia melihat Andre masih di sana.
"saya akan keluar, kau ambil alih pertemuanku."
"tapi Tuan clif sudah menunggu Anda"
"bilang padanya aku ada urusan"
"kerjalah dengan benar" suara itu membuat keduanya menoleh ke sumber suara.
"ku fikir pekerjaanmu lebih penting" ujar Anna
"andre dapat mengatasinya." jawab Erland. sepontan Erland menarik tangan Anna dan membawanya pergi.
__ADS_1
♡♡♡♡