
#selamat membacaaa
.
.
.
.
"kenapa kamu tidak bilang sejak Awal akan membawaku kesini?" ucap Anna kesal
"memangnya?"
"kamu tak lihat dandanaku yang simple ini, seharusnya kamu bilang dari awal mau ngajak aku makan kesini jadikan aku bisa tampil yang layak." ocehan Anna
"maksudmu tidak layak?"
"duhh maksudku kalo kamu bilang dari awal aku bisa tampil lebih cantik lagi, pake dress, pake heels, make up yang cantik." ucap Anna merasa malu, Erland membawa Anna ke resto bintang 5 dan Anna merasa kurang percaya diri dengan penampilannya karna hari ini dia tampil casual dengan spatu booth dan t-shrit meskipun kaosnya keluaran brand internasional tapi tetap saja membuat Anna tidak nyaman dia takut mempermalukan Erland.
"kau tetap selalu cantik untuku" Jawab Erland datar.
"alasan."
Hari ini Erland dan Anna lebih banyak menikmati waktu bersama, terlihat jelas kian hari mereka tampak semakin akrab dan dekat. mereka terlihat bahagia satu sama lain tidak ada lagi kecanggungan ataupun rasa gengsi di antara yang lain, bagi Anna Erland adalah orang yang bisa menyeimbangkan suasana dan dengan mudah terkoneksi dengan cara berfikir Anna itu yang membuatnya merasa nyaman berada di dekat Erland. dan bagi Erland Anna adalah wanita yang simple dan sederhana dia sangat pandai menghidupkan suasana terlihat jelas Anna orang yang sangat ceria. meskipun mereka belum lama saling mengenal tapi sudah terlihat dengan jelas bagaimana mereka bisa saling mengisi satu sama lain.
Sejak pertama kali bertemu, Anna memang sudah menarik perhatian Erland bagaimanapun dia bukan pria yang munafik, hanya dengan melihat kecantikan senyum dan paras wajahnya pun sudah membuatnya tertarik padahal selama ini dia belum pernah merasakan ketertarikan nya terhadap wanita semudah itu. jelas Seorang Erland Hernandez memiliki kriteria wanita idaman ,menurut Erland wanita yang pantas bersamanya tidak hanya bermodalkan cantik, cantik saja tidak cukup.
"nanti malam aku masih ada syuting"
"oh yaa?"
"aku pengisi Acara di stasiun tv swasta"
"kau jadi host"
"yaaa"
"kau harus banyak istirahat supaya bisa fit di malam hari"
"yaa terimakasi sudah perduli"
♡♡♡♡
20 menit yang lalu Gavin tahalea tengah duduk memperhatikan dua orang yang di kenal. Gavin tengah duduk mengamati keduanya yang tampak asik mengobrol dan sesekali tertawa, Gavin jadi penasaran ada apa dengan keduanya Antara Adik tirinya dan Erland Hernandez yang telah bertahun tahun menjadi saingan bisnisnya. Apakah keduanya memiliki hubungan sepesial.
Bisa dilihat dari perlakuan mereka Gavin semakin bingung di buatnya.
"sayang kau melihat apa?" tanya kekasih Gavin
Gavin yang mendengarnya terkejut "tidak ada sayang, lanjutkan makanmu."
__ADS_1
tak lama Gavin kembali menengok kearah meja pojok kanan yang di tempati oleh Erland dan Anna, dan dia melihat Anna yang berdiri dari tempat duduknya dan melangkah ke arah toilet.
"ini kesempatan buat gua." gumanya dalam hati
"sayang aku ke toilet sebentar ya, kamu tunggu disini"
"baiklah."
♡♡♡♡
Anna tengah berdiri di depan kaca dan mengoleskan lipstik red rose nya. dia kembali membetulkan rambutnya, setelah dirasanya cukup Anna segera bergegas keluar ke toilet saat menutup pintu dia melihat Gavin tengah duduk.
"kenapa kejadian ini terulang lagi, diwaktu yang tak tepat selalu ada dia dan heranya kita selalu bertemu tempat yang sama." guma Anna dalam hati
" oh hay adiku" sapa Gavin
"ada apa?"
"kau disini?"
"dengan siapa?"
" dengan siapa pun aku disini itu tidak penting bagimu" ucap Anna bergegas melanjutkan langkahnya.
"Erland hernandez?" seketika Anna kaget pasalnya Gavin tahu jika dia bersama dengan Erland.
"iya memangnya kenapa?"
"mau kau apa? tidak usah mengurusi hidupku dan pura pura perduli terhadapku, ini tidak mencerminkan dirimu sama sekali." setelah mengucapkan itu Anna kembali melangkah.
"kau tak mendengar Ayah sakit?"
"kau tak ingin menjenguknya?"
"dia selalu memanggil namamu"
"apa kau tega?"
Mendengar pernyataan itu Anna memberhentikan langkahnya lagi.
"sudah ku katakan aku menitipkan dia padamu, kau harus bisa aku percaya."
"tapi dia menginginkan kau"
" hahah sejak kapan dia menginginkanku?"
"ternyata seperti ini setelah kau terkenal dan memiliki banyak uang, ku akui kau memang hebat mendapatkan banyak uang tanpa mengemis sepeserpun uang dari orang tuamu, ku fikir setelah kau keluar dari rumah dan tidak memiliki apa apa kau akan hidup miskin dan terlantar di luar sana dan kembali ke rumah hanya untuk memohon untuk di terima kembali."
mendengan omongan itu membutnya kesal dan sakit hati yang dirasakan tapi Anna memilih untuk pergi menjauh dari pada harus meladeni yang tidak jelas.
♡♡♡
__ADS_1
Erland terlihat heran dengan raut wajah Anna setelah keluarnya dari toilet dia lebih banyak diam, dia juga langsung meminta pulang dengan alasan kenyang.
Sampai di dalam mobil pun Erland masih melihat raut wajah kekesalan Anna.
"apa makanan tadi tidak enak?" tanya Erland
"kata kan saja, biar nnti aku bisa memecat mereka karna telah membuat konsumen kecewa."
Mendengar pernyataan itu Anna segera menoleh kearah sampingnya dan memperlihatkan wajah Erland, "Hah tidak ada, makanan disana sangat enak aku menyukainya bahkan aku menyesal kenapa baru sekarang aku mengenal resto itu."
"jadi karna itu yang membuatmu sedih dari tadi? oke aku baru tahu kamu tak perlu khawatir aku akan membawa mu kapan saja." mendengar itu Anna hanya tersenyum tipis.
"memang nya kamu siapa main pecat orang seenaknya."
seketika Erland tertawa ternyata benar Anna tidak pernah tau siapa dirinya atau memang Anna tidak pernah membaca berita ekonomi bisnis.
"siapapun aku itu tidak penting" jawab Erland datar.
dalam perjalanan Anna masih banyak diam. itu yang membaut Erland kembali heran berapa menit yang lalu Anna tertawa bahagia, Emang bener kata orang "wanita memang susah di tebak."
♡♡♡♡
Anna telah sampe di apartemennya dia langsung menuju ke kamar dan merebahkan diri di kasur, betapa lelah hari ini padahal Anna kira hari ini dia akan lebih banyak diam di kamar dan menonton film kesukaannya.
"nanti malem masih ada syuting?" Anna menoleh kearah jam dinding yang melihatkan pukul 14:05
"gua tidur dulu lah, lumayan 2 jam".
Seperti biasa Anna selalu bersiap dan berangkat syuting jam 5.
Saat ini Ambar baru saja pulang, akhir akhir ini memang Anna dan Ambar jarang bersama karena mereka memiliki kesibukan masing masing, mereka bertemu dan mengobrol sesaat saja, namun syukurnya mereka masih satu program acara.
seperti sekarang Ambar baru saja pulang, lepas bertemu dan menongkrong bareng teman temannya. saat dia masuk terlihat ruangan sangat sepi.
"Anna belom pulang?"
"Naaa?? Anna?" serunya mencari seseorang. akhirnya dia membuka pintu kamar Anna, dia melihat orang yang dicari sedang tertidur membuatnya tidak tega untuk membangunkan.
Akhirnya Ambar naik ke lantai atas menuju kamar, melepaskan semua baju yang dikenakan , dia melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan badannya.
di dalam bath up Ambar kini tengah duduk sembari memejamkan matanya, dia mencoba untuk merelakan fikiran serta difisiknya, yang ada dalam fikiranya saat ini teman dekatnya Gianna tahalea.
"Entah kenapa gua ngerasa makin jauh na sama lu"
"dan ga tau kenapa gua udah ga ngerasain senyaman dulu bereng lu" Tegas Ambar dalam hatinya.
Ambar merasa makin hari mereka semakin jauh setelah bertahun tahun lamanya mereka bersama, baru kalii ini Ambar merasakan ketidak nyamanan bersama Anna.
"Ahh mungkin ini cumn fiikiran negatif gua, Ga mungkin lah Anna gituu secara gua kenal banget sama dia."
♡♡♡
__ADS_1