
.
.
.
.
♡♡♡
Sinar mentari memancarkan cahayanya menembus pintu kaca itu.
Anna tengah berdiam diri duduk di sofa tosca itu.
memperlihatkan kearah luar yang mana pandangan itu tertuju pada halaman hijau.
Anna tengah beradu dengan otaknya yang berfikir mengenai keputusannya itu.
keputusannya untuk kembali ikut bersama dengan Fernando di Barcelona.
Membuat Anna hingga kini masih terus berfikir apakah keputusan ini benar atau tidak.
Dia seakan menjadi remaja lagi yang labil akan perasaanya.
disatu sisi dia tidak bisa membohongi perasaanya karna dirinya dan Hector pun membutuhkan Nando.
namun di lain sisi keberadaanya disini membuat ancamana besar untuk Hector.
Gianna takut Hector di sakiti oleh Victoria seprti yang sudah sudah.
Anna mengingat kejadian nya saat kecil.
dimana dulu kasih sayang dari orang tua selalu di rasakan setiap harinya.
namun saat perpisahan itu terjadi.
Anna seakan kehilangan semuanya yang pernah dia dapatkan.
Kepergianya untuk melarikan diri dari rumah.
membuat Anna semakin jauh akan kasih sayang orang tua.
Fase itu lah ternyata menjadi kesakitan batin yang di alami oleh Anna.
dimana dia melihat anak yang seusianya mendapatkan perhatian serta kasih sayang cukup untuk mereka.
namun tidak dengan Anna.
itu secara perlahan melukai Anna.
Anna yang mengingat kejadian itu menjadikanya yakin memilih untuk mengikuti Fernando di sini.
karna satu yang dia perjuangkan disini adalah mental Hector.
__ADS_1
Anna tidak ingin Hector kehilangan peran Ayah dalam hidupnya.
mungkin Anna bisa saja berjuang memberikan seluruh hidupnya untuk Hector.
kasih sayang, perhatian, finansial bahkan yang yang susah di dapat sekalipun.
Giana yakin siap memberikan itu untuk Hector selama dia masih bisa berjuang.
Namun bagaimanapun Anna tau apa yang akan dirasakan Hector mendatang.
merasa beda dari yang lainya itu sangat menyakitkan.
Saat Anna berada di fkiran suntuk nya seseorang datang menghampiri Anna.
"Honey what happen? " Ujarnya
Anna menarik nafasnya dalam untuk menyadarkan fikiran nya.
"Tidak ada hanya mengantuk" jawaban Anna dengan senyuman.
Tanpa peringatan sedikitpun Nando membawa Anna dengan cara Fireman's Curry.
yang mana membuat Anna seperti karung beras.
sembari memberontak Anna mencoba untuk turun.
namun usahanya sama sekali tidak pengaruh.
Nando membawa Anna masuk kedalam kamarnya.
"bisa tidak kau tidak mengagetkan ku? "
"Kau harusnya senang Sayang karna mendapatkan kasih sayang dariku. ini sebuah hal yang langka"
Anna memasang wajahnya seperti mengambek.
yang mana justru membuat Nando merasa gemas.
"berikan aku kecupan"
"tidak"
Namun Nando tetap bersi kekeh menyamping kan wajahnya di hadapan Anna.
supaya bisa mendapatkan apa yang dia mau.
Kini keduanya saling berhadapan.
dengan Anna yang masih berada di atas lemari itu.
"kau harusnya berda di kantor "
"Aku merindukanmu"
__ADS_1
Anna yang sejak tadi memainkan rambut Nando dan sesekali merapikan itu sontak terkejut.
"apa yang kau rindukan. dua jam yang lalu kita baru bertemu"
"yaa tapi aku lebih tertarik untuk menemuimu dari pada menemuu klien yang membuatku pusing"
Anna tersenyum disana.
Anna merangkul leher Nando membuat jarak keduanya semakin dekat.
Satu kecupan mendarat di bibir Nando.
namun justru balasan dari Nando bukan hanya sebuah kecupan.
Kini Hembusan nafas, Anna rasakan menyusuri leher jenjang miliknya.
Nando menarik tubuh Anna untuk kemudian dia letakan di ranjang itu.
Perlahan Anna mempreteli kain yang menutupi tubuh Nando.
Dia sabar membuka kembali kancing yang dua jam lalu dia pasangkan.
Anna dapat merasakan gerakan candu yang mengalir dalam dirinya.
Kenyataan nya kini reflek tubuh Anna yang selalu meminta untuk bersatu dengan Nando.
itu selalu terjadi setiap Nando memulai nya.
seperti saat ini Anna merasakan benda keras menancap di bawah sana.
yang bergerak seakan tidak mengenal rem.
Anna yang merasakan itu seperti berada di tarikan nafas yang susah di kendalikan.
kenyataan Anna menikmati itu ketika bersama Nando.
sedangkan di tempat lain.
Hector yang kaget dengan gigitan nyamuk yang mengganggu tidurnya itu menangis.
Membuat Anna yang mendengar itu dari ruang samping menjadikanya gelisah.
"Nando.. Stopp Pleasss.. Hector mee.. menangis" Katanya dengan nafas tak teratur
"Honey pleas ada pengasuh yang akan menanganinya"
Kenyataanya Tangisan itu semakin menbuat Anna cemas apalagi saat dengan Jelas Hector mencari ibunya.
.
.
.
__ADS_1
.
♡♡♡♡