
.
.
.
.
.
"Erland?"
Suara itu menyadarkan Erland, segera Erland menengok kearah belakang.
tanpa sadarnya ternyata Anna ada di belakang sana.
"sayang? kenapa kau disini?" tanyanya
"kau belum berangkat?" ujar Anna mengabaikan pertanyaan Erland
"belum"
"kau bilang buru-buru bukan?"
"ya ini aku akan pergi. kenapa kau disini dimana momy?"
"momy memintaku menemaninya belanja tapi dia bilang akan ambil barang diatas jadi aku pergi keluar lebih dulu." jelasnya
tanpa sadar Erland Anna menyaksikan kejadian sebelumnya dimana Elisya memberikan kecupan yang mendarat di Erland.
"Aku masuk dulu ya ka, kau hati hati di jalan" jelas Elisya berlalu pergi yang hanya di balas anggukan oleh Erland.
sebetulnya kehadiran Anna disitu baru saja namun karna posisi Elisya yang berhadapan langsung dengan ruangan dalam dia dapat melihat dengan jelas kehadiran Anna yang berjalan kearah keluar.
Anna hanya memperhatikan kepergian wanita itu dengan ekor matanya.
__ADS_1
Jelas Anna merasa cemburu terlebih bisa dilihat dari sikap dan cara bicara Elisya yang memunculkan perasaan aneh di hati Anna, namun Anna tetap berusaha mengerti itu dan memahami bahwa Erland menyayanginya tidak lebih dari seorang Saudara.
kini yang ada hanya mereka berdua.
Anna melihat bekas lipstik yang menempel samar di pipi Erland namun tetap saja bila dia lihat secara dekat itu akan terlihat.
"kau harus tampil rapi di hadapan karyawan" ujar Anna dengan menghapus bekas itu.
"sayangg" guma Erland yang melihat raut wajah Anna.
"pergila kau sudah di tunggu oleh mereka." ujar Anna
"baiklah selamat bersenang senang dengan momy" ujar Erland yang melangkah pergi menuju mobil.
Anna memperhatikan kepergian mobil itu Erland mebunyikan lirik tlaksound itu untuk Anna yang di balas anggukan olehnya.
"Ayo Anna momy sudah siapa" ujar wanita itu dari belakang sembari membetulkan rambutnya
"baik mom"
♡♡♡♡
"kau tau ini mall milih Erland" ujarnya
"benarkah?" ujar Anna kaget
"kau belum tau?"
"belum padahal aku sering belanja disini."
"astaga kau ini, sering seringlah bertanya kenapa Erland?"
"tanya apa mom?"
"Erland seberapa kaya loe" ujar wanita itu
__ADS_1
Anna mendengarnya hanya tersenyum menahan tawa.
"betul seperti itu bukan pertanyaan anak anak jaman sekarang?"
"mungkin"
"astaga Anna kekasihmu itu sungguh kaya apa kau tidak bangga dengan itu?"
"hemm aku rasa tidak mom karna banyak orang yang belum tau soal ini, aku dengan Erland belum melangkah lebih jauh lagi jadi aku rasa tunggu waktunya saja untuk aku publis."
"tapi Erland memberikan segalanya untuk kamu bukan?" tanya nya.
Anna hanya diam di buatnya pasalnya ada benarnya juga selama ini Anna tidak pernah meminta apa-apa kepada Erland.
namun Erland sendiri yang memberikan nya untuk Anna termasuk perhiasan dan lain sebagainya.
"dulu Dady nya Erland selalu mengajari Erland soal bisnis sejak kecil dia sudah di perkenalkan dengan saham, bagaimana mengelolahnya dan bagaimana berinvestasi sudah dia tanamkan sejak kecil.seiring berjalannya waktu Erland meminta menjadi seorang TNI angkatan udara, alasannya ingin mengendarai pesawat perang tapi Dady nya menentang karna dia ingin anaknya lebih hebat daripadanya. lambat laut sampai akhirnya suami momy meninggal karna penyakit yang diderita berujung beberapa bisnis milik keluarga kita tidaklah terurus mungkin itu salah satu alasan mengapa akhirnya Erland melupakan cita citanya dan beralih ke dunia bisnis yang sedari dulu sudah dia lihat, dan ternyata segala upaya dan keberhasilan ada di tangannya." ujarnya bercerita sembari menyusuri tempat berbelanja.
Anna hanya menyimak dan mendengarkan "benarkah momy?"
"Iya benar.. menurut momy Erland adalah orang yang ambisius karna rasa itu yang membuatnya kini menjadi lebih kaya dari ayahnya, tidak semua perusahan yang ada di tangan Erland saat ini adalah warisan dari dadynya. setiap tahun Erland selalu mengembangkan bisnisnya hingga saat ini kekayaan yang berasal dari ayahnya hanya ada 6% dari kekayaan Erland. kau bisa bayangkan itu berapa banyak saham yang dimiliki Erland sekarang."
"Woow itu keren" ujar Anna
"itu sebabnya kau harus bangga."
.
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡♡