Another Loved

Another Loved
142. Kelahiran dan Kehangatan


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡


Setelah sampai di rumah sakit Anna segera dj bawa oleh beberapa dokter ke ruangan UGD.


perasaan panik terus menyelimuti hati Nando.


baru pertama kali ini dia merasakan cemas terhadap orang lain selain keluarga.


Bahkan hingga membuatnya tidak bisa duduk.


terus memikirkan kondisi Anna di dalam sana.


"Tuan saya sudah mengurus semua data dan administrasi Nona Anna." ujar peter yang mendatangi Nando.


"Bagus, sebaiknya kau menjauh dariku" ujar Nando.


Beberapa menit berlalu rasanya seperti berjam jam bagi Nando.


Hingga pintu itu terbuka.


terlihatlah seorang dokter wanita yang tidak muda lagi.


Nando melihat itu segera berbalik badan dan mendatangi sang dokter.


"dok bagaimana dok?"


"Oh Tuan anda suaminya? " tanya dokter itu


Tidak ada jawaban Nando hanya menganggukan kepala.


"Kita akan mengambil tindakan oprasi dini, karna kondisi janin yang lemah membuat kita tidak memiliki pilihan lain"


Hati Nando seperti merasakan perih mendengar berita itu.


"Lakukan yang terbaik" Ujar Nando


Mendengar kalimat itu membuat Dokter segera bergegas untuk mempersiapkan jalannya operasi.


"Heumm dok? " panggil Nando

__ADS_1


Dokter itu yang tadinya sudah jalan berlalu kini harus menghentikan langkah nya.


"Ya tuan? "


"Bolehkan saya masuk ke ruangan selama oprasi untuk mendampingi istriku. " Tanya Nando


"Oh tentu boleh Tuan, Istri Anda pasti membutuhkan support besar dari mu, dan menjadi teman ngobrol. Baiklah silakan Anda bersiap dan membersihkan diri untuk masuk ruangan operasi"


Beberapa waktu berlalu segala perlengkapan telah di siapkan.


Nando memasuki Ruangan dengan pakai khusus oprasi.


dia mengedarkan pandangannya menemukan Anna disana.


yang terlihat sangat lemah dengan beberapa alat medis yang mengelilinginya.


Nando mendekat.


Anna menyadari keberadaan nya.


"Nando?? " Lirih nya


"Anna? " Ujar Nando segera menggapain tangan Anna dan duduk di sampingnya.


melihat tangan Anna dipasang infus dengan alat bantu pernafasan membuat batin Nando merasa tidak tega.


"Its oke tidak perlu khawatir dan takut aku ada bersamamu. "


Anna yang mendengar itu hanya bisa tersenyum.


" kurasa tidak"


"bagaimana dengan perutmu apa kau masih merasa sakit. " tanya Nando yang kini melihat dokter sudah mulai bekerja.


"Aku tidak merasakan apa apa"


"Ah artinya mereka melakukan dengan benar. " ujar Nando.


Kehadiran Nando membuat Anna merasa lebih tenang dan pastinya dia bahagia.


karna Nando terus mengajaknya mengobrol itu seperti kekuatan tersendiri bagi Anna.


Nando terus mengusap kepala Anna.


membuat Anna di sana merasakan support besar yang di berikan Nando.


"Kau berjanji untuk bisa cepat sembuh setelah ini, aku akan membawa kalian bisnis trip bersamku" ujar Nando


"Benarkah kita akan kemana? "


"secret" ujar Nando, membuat Anna tersenyum.

__ADS_1


40 menit berlalu....


Kini keduanya mendengar isakan tangis bayi disana.


membuat keduannya begitu terkejut.


Apalagi Anna.


"Anakku? " tanya Anna.


Nando hanya tersenyum disana.


mendengar suara tangisannya membuat Anna merasakan bahagia yang belom pernah dia rasakan.


seperti sair indah tak kala tangisan itu mengisi ruangan.


sangat jauh dari bayangannya menjadi seorang ibu yang melihat anaknya lahir dari perutnya. adalah sebahagia ini.


Apa lagi saat bayi itu di hadapkan untuk melihat ibunya.


Anna seperti tengah melihat keindahan Tuhan yang luar biasa.


Anna menangis harus melihat itu.


"Di usia kandungan yang cukup muda dan melihat bayi yang berukuran kecil, kita harus memasukannya kedalam ruang NICU, untuk detak jantung dia Normal. tapi sebaiknya kita membawanya ke NICU saja. " Ujar dokter itu.


"Lakukan yang terbaik dok" perintah Nando.


Nando melihat jelas perubahan wajah Anna di sana.


Dia segera megapai kepala Anna untuk menenangkan ya.


"Tidak apa, kau hanya perlu waktu sedikit untuk berpisah dengannya, dia membutuhkan itu Anna, kau masih bisa melihatnya Nanti. anakmu kuat seperti mu dia akan jauh lebih senang bila cepat normal dan bertemu dengan ibunya. " Ujar Nando


Anna tetap merasakan sedih dengan kondisi bayinya.


Dan untuk pertama kalinya Nando mencium kening Anna disana.


Anna yang menyadari itu dia lebih memilih untuk membiarkan.


"Apa Anakku akan baik baik saja? "


"pastinya dia akan baik baik saja, aku meminta mereka untuk menjaga dan merawatnya dengan sebaik mungkin" ujar Nando yang di balas dengan senyuman oleh Anna.


.


.


.


.

__ADS_1


.


♡♡♡♡


__ADS_2