Another Loved

Another Loved
29.Beban baru


__ADS_3

.


.


.


.


Hari ini Anna mengantar kepergian Ambar kerumah barunya.


Anna sangat antusias dengan desain rumah Ambar yang minimalis tapi sangat elegan. ini tampak cocok untuk Ambar.


Dengan warna yang dominasi putih dan navy mempercantik di setiap sudah ruangan. terlihat juga lampu kristal yang terpasang di atas sana. dan beberapa tanaman hias didalamnya.


Anna takjub bukan kepala saat pintu itu terbuka. dia seakan melihat inspirasi baru sangat indah menurutnya.


"ternyata selera loe boleh juga"


"iyalah, bagus kan." tanyanya yang dijawab hanya dengan anggukan saja.


"apa ini dapur bersihnya?" tanya Anna yang sedang menyelusuri ruangan.


"iya keren kann, ini udah terpasang sistem terbaru."


"wah gilla canggih banget rumah loe"


"gua udah gak sabar pamerin rumah baru gua nanti, loe liat aja pasti bakal lebih keren deh."


Anna kembali menyelusuri ruangan matanya menyoroti tangga yang ada didepannya. yang terbuat dari marmer dan kaca disekelilingnya.


"yaelah masih pake tangga aja blagu loe" ujarnya dengan gaya tengil.


Ambar yang mendengarnya hanya tersenyum sinis.


"loe liat nanti di rumah gua,gua pasanga lift."


"eskalator?"


"gak usah lah, emang rumah gua mall."


"hisss sialan."


"loe boleh tidur ataupun main disini kapan pun loe mau"


"hah beneran"


"ya anggap aja rumah sendiri."


"ohh Ambar baik sekali" ujaar Anna berlari kepelukan Ambar.


♡♡♡♡


pulang dari kediaman Ambar, Anna pergi ke Rumah yang sedang dia bangun. dia tampak bergegas tidak sabar menanyakan perkembangan rumahnya.


dia segera masuk dan berkeliling ternyata ini sudah tahap proses akhir. saat Anna tengah berjalan dia berpapasan dengan arsitek di sana.


"Pak hilman?"


"oh nona, Anda datang disini?"


"ya, bagaimana kelanjutannya?"


"ya semua tampak baik"

__ADS_1


"pak tolong di lantai atas beri dua kamar besar"


"jadi dibagi dua ruangan?"


"iya bisakan pak?"


"ya akan saya usahakan."


beberapa waktu berlalu Anna berjalan mengelilìngin halaman belakang. tiba tiba saja telfonya berbunyi.saat Anna melihatnya ternyata dari pelayan rumah Ayahnya.


"Ada apa bi?"


"ini nona"


"Bapak di larikan kerumah sakit"


"kenapa?"


"ya penyakitnya semakin parah, dan juga beliau mengeluh sesak nafas. jadi segera di larikan kerumah sakit."


"dan sekarang kondisinya bagaimana?"


"saya tidak tau karena saya tidak mengantar beliau saya hanya di rumah."


"baiklah terimakasih infonya."


♡♡♡♡♡


Kali ini Anna betekat untuk datang kerumah sakit menemui sang Ayah.


bagaimanapun Anna merasa khawatir akan kondisi orang tuanya.


terlebih saat ini dialah satu satunya yang dimiliki. Anna berharap tidak bertemu dengan ibu tirinya.


setalah menempuh perjalanan 17 menit sampailah di rumah sakit. Anna berjalan menuju lift dia melihat alamat rumah sakit dan nomor kamar yang di kirimkan oleh pembantunya tadi.


dia melihat wanita itu pergi menjauh dari sudut pandangnya. Anna segera bergegas masuk kedalam kamar itu dan dia melihat Ayahnya tengah berbaring di sana.


"Ayah" ucapnya lirih


awalnya ucapnya tidak direspon oleh sang Ayah.


"ayahhh inii____"


"Giannna???" tanya Ayahnya.


"itu kamu?"


"ya aku disini"


"maaf ayah tidak melihatmu, mataku sudah tidak berfungsi normal kembali."


"tidak maslaah."


"kemana saja kamu selama ini?"


"tidak jauh dari sekitarmu."


"ikutlah bersama ku ayah untuk sementara waktu, aku akan merawatmu dan menyembuhkanmu"


"kamu tidak perlu repot repot, masih ada ibumu yang akan merawatku."


"dia bukan ibuku. jangan pernah kau menganggap wanita itu adalah ibuku"

__ADS_1


"ternyata kau tetap sama Anna."


"iya memang nya kenapa?"


"apa tindakan ku salah? mamaku hanya satu Ayah."


"cukup Anna. Apa seperti ini pembicaraan sorang Anak dan orang tua setelah sekian lama berpisah?"


"hhaha sudahlah aku tidak ingin banyak membahasnya."


Anna berlalu pergi meninggalkan tempat itu dengan kekesalan di raut wajahnya.


"seharusnya aku tidak pergi kesini" gumamnya dalam hati.


dia bergegas meninggalkan tempat itu dan berlalu membawa mobilnya.


♡♡♡♡


Sampai di unit appartement nya. Anna membuka pintu yang terkunci itu. saat Anna masuk dia dikejutkan oleh Asistennya yang sudah berada di dalam sana.


"onad?"


"hello darling"


"ngapain?" ucapnya sembari bingung memperhatikan pintu itu.


"kamu pasti bingung kan kenapa aku bisa masuk? iyalah orang aku punya iniiii" ucapnya memperlihatkan lock card di tangannya. "Taraaa"


"haaaah?"


"iya Ambar nitipin ini buat gua katanya suruh nemenin loe buar ga sendirian."


"dah gila kali ya tuh orang."


"lah emangnya kenapa?"


"bukan mukhrim" ucap Anna tegas.


"yaa tapikan kamu tau sendiri cantikkkk, gua tuh lebih nafsu sama kakak kakak yang berotot itu lohhh" ucap onad kemayu.


"ya tetap aja kita bukan mukrim."


"gapapa deh cantik yaaa" ujar onad memohon


"enggak enggak."


"kalo disini kan enak tuh uhhh kaya hotel mewah kursi empuk, tv gedong, ruangan dingin"


"dari pada di kontrakan aku kecil panas.."


"boleh dong cantik?" ujar onad tetap merayu


"yaudah deh terserah"


"makasiiiiii cantik"


"tapi tidur di sofa" ujar Anna menunjuk sofa di depannya dan segera melangkah kearah kamar.


"ya udah deh gak papa yang penting ngerasain tidur di tempak enak."


.


.

__ADS_1


.


♡♡♡♡


__ADS_2