Another Loved

Another Loved
117.virtual yang terwujud


__ADS_3

.


.


.


.


.


♡♡♡♡♡


4 hari berlalu...


Gianna memutuskan untuk ikut bersama dengan Ambar kali ini


dia merasa ada benarnya bahwa mungkin sedikit liburan akan membawa ketitik dimana mengurangi rasa sedihnya


seperti kali ini negara tujuannya adalah spanyol tempat dimana pertama kali negara yang di kunjungi keduanya.


kali ini hanya ada Ambar, Vannesa dan Gianna.


mereka tengah asik berbincang di bagian ruangan pesawat jet mereka.


Ambar senang melihat Anna yang kini mulai tersenyum tak kala Vannesa mengajaknya mengobrol dan berlajar bahasa mandarin.


"Perjalanan masih akan lama kau boleh tertidur ness." ujar Ambar disana.


"Momy kenapa dady tidak ikut?" tanya vannes


"Ah ini hari para wanita jadi kita bisa bersama disini." ujar Ambar


15 Jam berlalu


Kini ketiga sudah sampai di kota Barcellona dengan Vannesa yang ada di gendongan ibunya kini telah terlelap.


"kita akan makan malam di restoran sebelum akhirnya kita pergi kepenginapan" ujar Ambar memperingati beberapa asistennya.

__ADS_1


"lalu bagaimana dengan nyonya Hernandez dia beberapa kali sempat mengalami kontraksi." ujar Caca asisten Ambar yang di berikan oleh Guntur untuk menjaga Ambar


Ambar baru ingat jika dua kali Anna mengalami kontraksi dini di dalam pesawat.


Ambar melihat jam tangannya.


ternyata masih ada waktu satu setengah jam untuk makan malam.


"oke kita pergi ke hospital dulu mengchek kandungan Anna."


♡♡♡♡♡


Ambar baru saja selesai mengchek kandungan Anna dokter bilang itu tidak terlalu buruk mengingat mereka baru saja berada di jet dan mengalami beberapa trubulance.


Kini hanya Anna dan Ambar karna Vannesa telah dibawa oleh pengasuhnya di restoran yang mereka pesan, lantaran Vannesa tetap tertidur.


Ambar setia mendampingi Anna seperti saat ini Ambar terus mendorong Ambar yang berada di kursi roda setelah keluar dari ruangan.


Beberapa langkah mereka berjalan.


jarak mereka semakin dekat tak kala mereka berada di tempat yang sama namun arah yang berlawanan.


Jantung Anna berdetak begitu cepat, bahkam rasanya seperti mimpi nafasnya terbata bata merasakan syok yang berlebih itulah yang di rasakan Anna.


Anna terus melihat manik wajah itu terus memandangi wajah lelaki yang ada dibagian depan bahkan hingga mengalihkan obrolan Ambar.


Hingga lelaki tersebut menyadari jika dia tengah di perhatikan.


namun Anna pun bisa melihat wajah kaget dari lelaki tersebut tak kala pandangan mereka menyatu.


Langkah kaki terus berjalan hingga mereka terlewati satu sama lain


namun ini beda yang dirasakan Anna, dia begitu penasaram dengan lelaki tersebut hingga membuatnya harus membelokan arah pandangannya dan melihat lelaki itu.


Ambar yang melihatnya begitu heran saat memperhatikan Anna yang terus menghadap kebelakang padahal kursi rodanya trus berjalan.


Ambar yang ikut penasaran segera memperhentikan langkahnya dan ikut melirik kebelakang.

__ADS_1


namun begitu terkejutnya saat Ambar melihat 3 lelaki berjas tersebut telah berhenti dan melihat kearah mereka. memperhatikan mereka dari arah berjauhan.


Ambar merasa takut pasalnya wajah bule mereka yang terlihat tampan namun dingin


Ambar segera bergegas menjalankan kembali kursi roda tersebut berjalan lebih jauh dari mereka.


"apa kau mengenali mereka?" tanya Ambar dengan langkahnya tanpa henti


"tidak."ujar Anna spontan


"lalu mengapa kau memperhatikan dia seperti itu hah? kau ini apa sudah gila kau tidak lihat tadi 2 lelaki yang ada di sebelah lelaki itu mereka seperti terancam."


"astaga aku hanya sekilas mengenal wajahnya saja." ucap Anna


Anna terus berfikir dalam dia, dimana dia pernah bertemu lelaki itu.


Anna terus mencoba mengingat hingga dia menemukan memory itu.


"Astaga wajahnya.. dia yang muncul dalam mimpiku beberapa kali." Ujar Anna dalam hati


Anna begitu syok dan tidak percaya hingga dia menutupi mulutnya karna masih merasa aneh.


"Ini tidak mungkin" tegasnya menolak.


.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2