Another Loved

Another Loved
131. Bertemu dengan kamila


__ADS_3

.


.


.


.


.


♡♡♡


Anna begitu tertarik dengan desain rumah itu.


membuatnya ingin berjalan keliling.


"Apa inspirasimu mengenai bangunan ini." tanya Anna


"*aku tidak tau. aku hanya menyukai kedamaian."


"ya rumah ini hanya di terangi dengan beberapa cahaya."


"ya memang itu tujuanku."


"dan sangat jauh dari penduduk."


"yah memang itu kesukaanku*."


"Ingin berkeliling?" Tawar nando.


"*apa kau dapat membaca pikiranku?"


Nando hanya menampilkan senyumnya.


Keduanya beranjak*.


Sebelumnya Nando mendatangi sebuah pengawas disana.


"kau tunggu disini." ujar nando melangkah menjauh.


"Bereskan apapun yang dapat membuatnya curiga. tutup semua hewan jinakku." ujar nando pada anak buahnya.


Nando segera mendatangi Anna kembali.


"apa yang kau bicarakan?" tanya Anna


"tidak ada .. kita mulai dari arah sini." Ujar Anna melangkah.


Beberapa ruangan mereka jelajahi tetapi terus membuat Anna terkesimah.


Apa lagi saat dia mengetahui bagian belakang dari rumah itu adalah lautan yang luas.


Nando Awalnya tidak ingin membawa Anna ke sana.


karna angin laut di malam hari tidak bagus.


namun Anna tetap memaksa itu.


Dan pada akhirnya kini keduanya berada disana.


"aku suka melihat bulan." guma Anna memandangi langit.


Nando melihat Anna dari kejauhan karna dia tengah merokok.

__ADS_1


Nando melihat Jam yang menggelang Melihatkan jam 11 malam.


Nando melempar roko itu kemudian mendekati Anna.


"Saatnya pergi dari sini." ucapnya


Anna yang menyadari kini dirinya kedinginan pun memilih untuk menurut.


"Kau memiliki kapal pesiar itu?" tanya Anna melihat sebuah kapal pesiar terparkir di tepi Laut.


"*kenapa memangnya kau ingin menaikinya."


"lain waktu."


"kita wujudkan nanti*."


Anna tersenyum sumringah.


"ini tengah malam. apa kau ingin aku antar pulang." Ujar Nando.


Anna engan menjawab dia memilih untuk berlari kecil memasuki rumah itu kembali.


Nando yang melihatnya begitu hawatir pasalnya dengan perut yang cukup besar.


Anna tetap lincah dengan kakinya.


Namun Entah mengapa senyum nandi terukir disana tanpa sadarnya.


♡♡♡♡


Anna sedang focus memahami sebuah drama yang tengah di tonton.


namun matanya merasa lelah semakin lama.


"lagi pula ini terlihat sepi." ujar Anna yang mengingat Nando dan para anak buahnya entah ada dimana.


Tanpa sadar Anna tertidur pulas.


♡♡♡♡


Nando, Peter dan beberapa anak buah lainnya berada di sebuah ruangan.


Tengah membicarakan seuatu rencana.


"Nanti kita bicarakan lagi." Ujar Nando yang teringat dia meninggalkan Anna.


Nando turun ke lantai bawah dia mencari keberadaan Anna.


namun sorot matanya tersorot pada wanita yang tengah berada di sofa dan tertidur pulas.


Nando mendekati wanita itu.


mendudukan diri di bibir sofa sekilas memandang vitur wajah wanita yang ada di depannya.


"Telah lama aku mencarimu, ini seperti mimpi kau kau ada di depanku." ujar Nando.


Dengan tarikan nafasnya dia bangkit untuk memindahkan Anna.


♡♡♡♡


Sinar mentari menembus jendela kamar.


menyoroti celah celah jendela yang menembus ke dalam ruangan.

__ADS_1


Seseorang yang mengubah posisi tidurnya namun dia membuka perlahan mata itu.


Dengan setengah sadarnya Anna melihat seisi ruangan itu.


"Astaga." kejut Anna dengan membangunkan badannya.


Anna melihat sekitar bola matanya membulat saat melihat lukisan wajah Nandi terpasang.


Anna mengingat kembali.


Dia ingat jika dirinya tertidur di sofa rumah Nando.


Anna menuruni ranjang itu.


"Nando??" suara lirih itu


Anna menyusuri ruangan ruangan itu.


namun dia tidak menemukan.


Anna melihat cermin dan dia baru menyadari jika bajunya telah di ganti.


Anna begitu kaget melihatnya.


dia ingin sekali cepat bertemu dengan Nando untuk menanyakan perihal itu.


Menuruni anak tangga.


"nona Anda jangan terlalu cepat berlari itu berbahaya untuk anda." ucap seorang wanita muda itu.


Anna melihat melihat asing wajah itu.


karna setaunya disini sebagian besar para pelayan adalah laki laki.


"kamu siapa?" tanya Anna


"ah perkenalkan mbak nama saya Kamila." Ujar wanita itu.


Anna heran di buatnya.


"kamu begitu lancar berbahasa Indonesia. bahkan menyebutku Mbak."


"Ya sebetulnya saya adalah seorang TKW yang berkerja di negara ini dan tidak dengan tuan peter dia berkata bahwa sedang membutuhkan pelayan wanita untuk menjadi asisten Nona." ujarnya


Anna bingung di buatnya.


Tapi dia engan berfikir pusing.


"Dan nona maaf semalam saya yang menggantikan baju nona." ujar kamila.


Anna yang mendengar itu merasa lebih lega.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2