Another Loved

Another Loved
98.Ketulusan Anna


__ADS_3

.


.


.


.


.


♡♡♡♡♡


Erland kembali naik kelantai atas dimana dia ingin melihat Keberadaan Anna disana.


Erland masuk kedalam kamar dan matanya memperhatikan Anna yang terlelap dalam tidurnya.


memperlihatkan tubuh polosnya yang hanya tertutupi selimut.


Erland beranjak naik keatas kasur.


dia dapat melihat wajah indah kekasihnya yang selama 1 tahun lebih ini mengisi kekosongan hidupnya.


Erland dapat melihat harapan besar di wajah Anna.


Tangannya menarik selimut untuk menutupi tubuh Anna hingga keatas leher agar tidak kedinginan.


"Aku mencintaimu itu selalu" Ujar Erland mengelus pelan kepala Anna


dia turun perlahan dari rajang besar itu.


Erland mengambil ponsel miliknya dan mencari satu kontak siapa lagi kalau bukan Andre.


Tanpa menunggu lama "Ya Tuan apa ada yang ada butuhkan?"


"tidak ada. bagaimana dengan keadaan perusahan" tanya Erland to the point


"Harga saham semakin turun Tuan, jika semua tidak teratasi kemungkinan dalam bulan yang sama kita akan kehilangan 3 hotel yang anda kembangkan."


Erland menarik nafasnya dalam.


"Saya khawatir dengan semua ini." lanjut Erland


"apa sekertasiku tidak ada yang menemukan data itu?"


"hingga saat ini belum"


"baiklah terimakasi Andre maaf menggangu waktumu"


"Sama sama Tuan, tidak masalah ini tugasku"


Erland terus memandangi langit yang terlihat cerah malam ini.


benaknya kembali pada bayangan nya bersama sang Ayah.


Erland ingin ayahnya ada disini seandainya itu bisa di tawar.

__ADS_1


Sejak dulu Keinginan nya selalu terpenuhi oleh Ayahnya bahkan dia selalu diberikan sesuatu yang lebih dari apa yang dia inginkan.


namun saat ini kehawatirannya muncul saat Erland menyadari dia takut tidak bisa menjadi seperti ayahnya jika anaknya lahir kelak.


bahkan hingga saat ini Erland belum juga menceritakan tentang kondisi perusahanya kepada Anna.


"belum tidur?" Suara itu memudarkan lamunan Erland


Erland melihat Anna yang berada di sampingnya.


"kemana bangun?" Tanya Erland


"Karna aku tidak mendapati kau disampingku."


"diluar dingin kau akan kedinginan." Ujar Erland yang membawa Anna masuk kedalam kamar.


Erland kembali membawa Anna keatas ranjang dengan dirinya di sampingnya.


Erland memberikan lengannya dijadikan Bantalan untuk Anna.


membuat posisi mereka saling berdekatan


"Aku melihat tatapanmu yang kosong kau memikirkan sesuatu?" tanya Anna sembari memainkan jari lentiknya di rahang Erland.


"tidak semua baik baik saja." membuat Anna terdiam lantaran dia tau seseuatu terjadi membebani pikirannya namun tidak ingin di ceritakan membuat Anna memilih diam.


"Sayang, bagaimana jika suatu saat aku tidak memiliki apa apa"


"maksudmu?"


Anna hanya diam mencerna ucapan Erland disana.


tanpa lama Anna mengerti maksud dari ucapan Erland barusan.


"Apa yang terjadi?"


"Aku kehilangan berkas penting perusahan dan ada seseorang yang licik berusaha mejatuhkan ku."


"Lalu pengaruh dari perkas itu?"


"Sahan milikku jatuh 47%"


Selama ini Anna tidak terlalu paham menganai bisnis tapi dia tau bahwa 47% itu bukan angka yang sedikit.


"Aku akan disampingmu selalu bahkan sekalipun aku menemukanmu di pinggir jalan aku akan tetap mencintaimu. kita bisa mmebangun dunia kita sendiri dan membesarkan anak kita bersama bukan?" ucap Anna untuk menenangkan Erland.


"Aku takut akan kehilangan kalian"


"Percayalah Erland kami menyayangimu." Ujar Anna memberikan pelukan kepada Erland.


Anna hanya ingin Erland tetap tenang bersamanya karna mencintainya bukan tanpa Alasan.


Anna pun bersedia selalu ada di menemani Erland dalam keadaan apapun.


"Ku rasa besok kita hrus pulang ke Jakarta karna banayak urusan yang harus aku selesaikan."

__ADS_1


"Besok?" Ujar Anna kaget


"iya maaf sayang, maaf jika liburan kita mungkin tidak sesuai yang kau harapkan."


"tidak seperti itu maksudku Erlan aku hanya.."


Kenyataannya Anna mengingat kejadian sore tadi dimana dia menemui ibu kandung Ambar, dan dia ingin membujuknya bersama pulang.


"hanya?" Guma Erland menyadarkan Anna


"hemm seperti ini, saat aku jalan2 sore tadi aku tidak sengaja menemui ibu kandung Ambar disana"


"Ibu kandung?" tanya Erland bingung.


"Yaa orang yang selama ini dia cari. mereka terpisah sejak kecil."


"Kau menemukan ibu kandung Ambar? lalu bagaimana dengan ibumu?"


Anna hanya diam lantaran sampai detik ini Anna belum bertemu dengan ibundanya.


"Aku sedang mencari."


"Aku sudah mencari ibumu tanpa sepengetahuan dirimu."


"Benarkah?" Tanya Anna takjub


"benar tapi belum juga bertemu."


Anna kembali memasang wajah sedihnya.


"tidak apa sayang mari kita cari bersama nanti."


Anna hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju.


"Yang penting sekarang misi aku membawa pulang ibu Ambar untuk mau bertemu dengan Ambar, tapi kita akan pulang besok?" Anna kembali memandang Erland.


"Tidak apa kita bisa mampir ke tempat itu dan membujuknya pulang bersama kita."


"benarkah yessss"


Ujar Anna kembali bersemangat sembari memberikan kecupan kepada Erland.


.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2