
.
.
.
.
♡♡♡♡
Langkah nya membawa Anna hampir terjatuh dan dia sadar dengan tangan yang mengikat pada lengannya.
"non tidak papa?" ujar wanita itu
Anna mulai memulihkan kesadarannya itu untuk kembali terfocus setelah rasa syok ringan yang dia alami.
"tidak papa ibu, saya tidak papa" Ujar Anna berusaha tenang.
"betul kan?" tanya ibu itu kembali memastikan
"Betul ibu ngomong ngomong ikan apa yang ibu bawa ini" tanya Anna mengalihkan perhatian
"Ini ikan Bawal ka" jawab wanita itu
"boleh saya melihatnya, kebetulan saya menginginkanya?"
"yaa silahkan, tapi ini rencana akan kita setorkan kepada bos kita."
"ah tidak papa bu biar saya beli dengan uang lebih."uajr Anna
"hemm boleh sih kaa tapi bagaimana saya biacara dengan atasan saya."
"tidak papa bu biar itu saya yang urus. tapi sebelumnya boleh kita ngobrol sebentar."
Dan tanpa di sangka ibu itu mau menerima tawaran Anna.
__ADS_1
kembali Anna duduk di bagian yang lebih teduh.
saat mereka masih berada di pesisir pantai.
"Ibu kita bisa mengobrok sedikit bukan?"
"yaa ka silahkan"
"kalo boleh tau ini anak ibu?"
"yaa ini anak saya nomor 2"
"hemm lalu kakanya dia disini juga?" tanya Anna
"Ahh kakaknya itu dia ada merantau" jawabnya begitu bingung dari raut wjahanya yang terlihat
"merantau dimana ibu"
Pertanyaan Anna lantas membuat nya terdiam seakan memikirkan sesuatu dan Anna dapat melihat raut wajah sedih yang terlihat.
Mendengar cerita membuat Anna semakin yakin.
"Maksud ibu meninggalkannya?"
"Saya meninggalkannya karna saya dan suami saya bangkrut nak." Ujarnya
Anna tidak ingin berlama lama lagi karna Anna telah yakin dnegan feelingnya.
"siapa nama anak ibu?" Tanya Anna
"Ambarcitra?" lanjut Anna spontan
Mendengar nama itu sang ibu sontak kaget di buatnya
"Bagaimana kau tau." tanya sang ibu
__ADS_1
Anna tidak menjawab dia hanya focus pada hpnya dan tak lama dia memperlihatkan wajah Ambar kepada ibu tersebut.
"Ini putri ibu?"
"Ya Tuhan nak, kenapa kau tahu?"
Sontak Anna memeluk wanit paru baya itu.
"Karna kau lah orang yang selama ini di tunggu oleh sahabatku." Ujar Anna dengan menitihkan air mata.
mendengar kalimat itu membuat sang ibu kembali menangis.
"Ibu perkenalkan saya Gianna Tahalea saya adalah sahabat dari Anak ibu Ambarcitra saya orang yang selama ini menemani kehidupannya setelah kepergian ibu, saya tidak pernah tau rencana ini saya bertemu dengan Anda di waktu yang tepat dimana saya tau bahwa ibu adalah orang yang selama ini di cari oleh sahabat saya, yang sudah saya anggap seperti kakak saya. ibu saya mohon pulanglah temui Anakmu dia sangat merindukan ibu." Ujar Anna sembari memegang tangan wanita itu.
"Saya malu nak, saya malu jika harus bertemu dengan Ambar, saya bukanlah ibu yang baik untuknya saya telah meninggalkanya saya telah gagal menjadi seorang ibu, saya telah gagal menepati janji saya untuk pulang.Saya malu" kalimat itu yang terus terulang dari mulut ibu tersebut.
"Ibu dengarkan saya Ambar sangat merindukan ibu berkali kali dia mencoba mendatangi tempat dan kampung nya berasal hanya karna apa? dia ingin bertemu dengan ibunya dan kembali berkumpul pada keluarganya saya tau persis bu bagaimana Ambar mencintai kalian."
"saya tidak bisa nak giana, saya tidak bisa. Tolong nak rahasiakan ini rahasiakan pertemuan kita dan rahasiakan diamna saya berada saya hanya ingin ambar bahagia disana, saya sangat bangga dengan kesuksesnya saat ini, saya hanya biar menatapnya di depan layar kaca dnegan rasa haru dan bangga ibu minta tolong. tolong titipkan peri kecil ibu itu yaa, tolong berikan kebahagian untuknya." Ujar Wanita itu sebelum akhirnya dia lari membawa anak perempuan itu dan meninggalkan Anna.
Anna hanya terdiam paku disana.
"seorang anak tidak akan melupakan orang tuanya sekalipun dia sudah sukses dan memiliki uang." Guma Anna.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡♡