Another Loved

Another Loved
60.Kabar Duka


__ADS_3

.


.


.


.


Gianna baru menyelesaikan pekerjaannya yang dimana dia menjadi bintang tamu dalam sebuah acara.


"lagi ngapain lu?" tanya Anna pada salah satu crew yang ada disana.


"Lu ga liat gua lagi gulung kabel" ujarnya dengan tertawa


"masih ajaaa"


"mana ni kabel panjang banget lagi." ujarnya mengeluh


"Btw di meja lu tadi hp bunyi terus tuh" ujar Crew tersebut memberitahu Anna.


Anna pun segera melihat ponsel miliknya yang tersimpan dalam meja itu, fikirnya Erland yang menghubunginya.


"Astaga Ayah? ada apa?" Fikirnya bingung.


Anna melihat notifikasi yang menunjukan tiga panggilan tak terjawab, dan satu notifikasi pesan dari Ayahnya.


Anna memiliki firasat yang tidak enak lantaran dia bingung di buatnya tidak biasanya Ayahnya menghubunginya.


dengan keyakinan Anna mencoba mendengarkan voice note dalam kiriman Ayahnya.


Anna menyimak dan mendengarkan dengan baik tak tak sadarkan oleh nya ternyata air mata sudah turun di pipinya.


bagikan tertimpa suatu batu dalam hidupnya kini Anna sadar dan tau apa yang terjadi pada ayahnya.

__ADS_1


Anna segera lari meninggalkan ruangan dengan nafas tersenggal-senggal dan muka yang pucat campur panik.


orang-orang di sekitarnya dapat melihat itu begitu cemasnya Anna saat ini.


Dia menabrak orang orang di sekitarnya tanpa memperdulikannya lagi.


♡♡♡♡


Ambar baru saja menyelesaikan make up nya setelah beberapa waktu terlewat lantaran dia harus manggung di salah satu acara.


"Bagaimana dengan skripku?" tanya Ambar pada Crew tersebut


"sudah ku kirim dalam email"


"baiklah masih ada waktu berapa menit aku masuk?"


"sekitar empat puluh menit"


"oke aku akan gunakan waktu ku untuk membaca skrip."


Ambar meperhatikan gerak gerik Anna yabg tak biasa.


"Ada apa dengannya tidak biasanya aku melihat Anna seperti itu, bahkan mungkin ini kali pertamanya."


Ambar dapat melihat dengan jelas raut wajah panik seorag Gianna Tahalea yang baru kali ini dia lihat.


"Astaga Anna" Ambar berlari mengejar Anna mengikuti jejaknya bahkan panggilannya pun tidak dapat menghentikan laju larinya.


Saat sampai di lantai dasar Ambar mengedarkan pandangannya melihat sekitar mencari temannya itu.


Saat melihat sekitar dia dapat melihat dan mengenali mobil yang keluar dalam besment gedung itu.


lantaran itu adalah mobil milik keduanya yang di beli menggunakan uang Anna dan Ambar jadi Ambar dengan mudah mengenali mobil itu.

__ADS_1


Dia segera berlari menuju mobilnya dan mengejar kemana perginya Anna.


Sepanjang Perjalanan Ambar terus memantau GPS yang terpasang di mobil itu lantaran mobil itu milik Ambar dan Anna jadi Gps layar itu terpasang di ponsel keduanya.


"kemana perginya Anak ini?" guma Ambar.


beberapa menit kemudian Ambar tetap mengejar tapi tidak kunjung mendapati mobil itu satu satunya penolong dia adalah Gps dan panggilan masuk menghubungi Ambar.


"Ambar dimana kamu ini acara udah mau mulai."


"Astaga mbak Astrid sorry banget nih gua lagi di jalan kayanya gua cancel aja deh."


"loh ga bisa cancel gitu aja dong Mbar ini acara 3 menit lagi loh loe jangan bikin kita keteteran dong"


"duh mbak gua ada urusan penting nih"


"wah loe jangan seenaknya aja dong mbar, jadi artis harus proposional."


"iya iya tau" ujar Ambar dengan kebingungan melihat Gps yang menunjukan Jarak mobil Ambar dan Anna yang makin jauh.


"Udah ya gua laru buru-buru nih" Ujar Ambar dengan menutuskan telpon sepihak sedangkan lawan bicaranya masih mengomel disana.


Ambar terus memantau dan menambah kecepatan untuk mengejar Anna.


"Astaga gua yakin ini ada yang gak beres." ujarnya memastikan.


dan terus mempercepat laju mobil.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2