
.
.
.
.
Waktu terus berjalan, seperti saat ini Sara masih setia menungu manjikanya itu bangun dari kesadaarnya. ini sudah hampir 2 jam namun belum ada perubahan yang terjadi, cairan yang masuk kedalam tubuh semakin berkurang.
Dalam kehingan ruangan Sara berdoa untuk majikannya itu, supaya segera tersadarkan diri. Sara duduk di bangku samping ranjang, menatap wajah majikannya yang terlihat pucat basi, Sara sudah bekerja denganya hampir 14 tahun lamanya, semenjak dia berkerja dengan majikannya membuat hidup Sara banyak perubahan termasuk ekonomi keluarga. sara pun merasa senang bekerja dengan majikannya lantaran dia diperlakukan layaknya saudara dan keluarga.
Saat Sara tengah duduk melamum, dia dikejutkan dengan datangnya seorang wanita cantik yang wajahnya tak asing.
"selamat datang nyonya Alisya." ucap sara tunduk hormat.
"bagaimana momy bisa sakit?" tanyanya
"mungkin karna kondisinya sedang tidak fit, kebetulan pada saat nyonya pingsan saya tidak berada disana." tuturnya.
"bukanya sudah saya katakan jaga momy kemanapun dia pergi?, itu sudah menjadi tugas kamu sara"
"ya nyonya Alisya saya salah, saya minta maaf"
"ya sudah lah" ucap Alisya berlalu.
Alisya berjalan meninggalkan Sara yang masih berdiri diam dihadap pintu, dia berjalan mendekati ranjang rumah sakit.
Alisya memandangi seorang wanita yang terbaring disana,melihatnya Alisya merasa sedih.
Alisya meraih tangan wanita tersebut dia merasakan tangan mulus dan putih itu berada di genggamanya, Alisya terus memandangi dan melihat gelang pasien yang bertuliskan Nama Indah Penny Hernandez. wanita yang selama ini sudah merawat dan mengasuhnya layaknya Anak sendiri.
🍁Flasback On🍁
Jakarta,2000
Waktu menunjukan pukul 17:02 saat itu cuaca cukup baik dan bersahabat padahal ini sudah menjelang malam namun awan terlihat memancarkan sinar senja yang indah dan cantik menghiasi langit sore ini, pabila orang yang melihatnya mungkin akan terlihat terpesona dengan sinar yang ditunjukan oleh dunia ini. bisa dilihat dari beberapa orang yang berlalu lalang melintasi jalan dengan senyum dan obrolan mereka. mereka tampak bahagia jika dilihat namun kebahagian itu tidak di rasakan oleh Alisya Violla bagaimana tidak setelah kebahagiannya kini telah terengut secara bersamaan.
Alisya yang dikenal gadis ceria dan aktif dengan kehidupannya yang membahagiakan layak anak seusianya, kini harus melihat keadaan pahit setelah Ayah dan ibunya meninggal dalam insiden kecelakaan. ini sangat menyiksa untuk Alisya bagaimanapun dia masih gadis kecil yang membutuhkan Ayah dan ibu dalam hidup yang dia jalani, Kini kebahagian yang sempat dia miliki hanya tinggal sebuah cerita.
Alisya menyusuri setiap jalan dengan Air mata, seperti anak yang tengah tersesat tidak mengenal arah, hingga dia duduk di halaman rumah yang terlihat besar dan mewah, Alisya tidak tahu rumah siapa namun saat ini yang dibutuhkan hanya istirahat dan meringankan beban yang dia rasa cukup berat, dengan ketegaran hatinya Alisya berdoa agar dia dipertemukan orang-orang yang baik dikehidupannya sehingga dia tidak perlu menanggung beban kepedihan.
__ADS_1
Saat Alisya tengah menangis dengan mengusapkan Air mata yang mengalir di pipi dikejutkan oleh anak laki laki yang mungkin usianya lebih dewasa dari dirinya saat ini. dia terlihat tampan dengan wajah seperti orang barat, rambut pirang, mata coklat dan pipi yang merah alami.
"siapa gadis itu paman Daniel?" ucap sanga bocah lelaki tersebut kepada seorang pria disampingnya.
"tidak tau tuan muda, saya pun baru melihatnya." ujarnya
Alisya melihat pergerakan Anak lelaki tersebut berjalan mendekatinya, Alisya merasa tidak enak hingga dia bergegas untuk pergi dan...
"hey tunggu" suara itu membuat Alisya menghentikan langkahnya. Alisya memutar tubuhnya menghadap sang lelaki bule didepannya.
"kau mau kemana?" tanya nya
"hiks hiks tidak tau?" Jawab Alisya sembari menangis
"Apa kau tersesat?"
"tidak, aku hanya sedih?"
"apa yang kau sedihkan?"
"aku sendiri disini tidak tau mau kemana"
"tidak perlu memangis" ucap anak lelaki tersebut dengan mengusap air mata di pipi Alisya.
Kini Alisya sudah berani menatap lawan bicaranya, bisa dilihat mungkin usianya belasan tahun saat ini, dia terlihat lebih muda darinya, bisa dilihat dia orang yang baik. Disini Alisya merasakan ada kehangatan yang di kirimkan olehnya untuk Alisya, dia merasakan ada harapan baru untuknya.
"mungkin kau masih ragu dan kita belum saling mengenal Namaku Erland Hernandez siapa namamu?"
"Aku Alisya Violla"
"nama yang indah" puji Erland kepada Alisya.
Hari itulah Erland membawa Alisya masuk kedalam rumahnya disana Alisya sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya rumah yang sangat besar dan mewah dengan banyaknya pelayan disana.
"Momy aku pulang" Teriak Erland memenuhi ruangan
"Erland bisakan kau tak teriak teriak?"
Alisya melihat wanita cantik dihadapnya. yang diduga sebagai ibu dari lelaki itu. Indah yang melihatnya pun terkejut lantaran Anak lelakinya membawa seorang wanita kerumah.
"oh ya Tuhan.Erland kenapa kepribadianmu sama saja dengan deddy yang selalu membawa Anak gadis kerumah." tegas sang ibu
__ADS_1
"hahah terbongkar sudah, momy pasti cemburu kepada wanita wanita itu bukan?"
"haha tidak ya maaf. berapa banyak wanita yang dibawa oleh deddymu momy lahhh pemenangnya, momy yang berhasil menakhlukan singa jantan itu" ucap Indah membanggakan diri.
"hahhaha" keduanya tertawa bahagia. Alisya yang melihatnya kembali teringat kepada mendiam ibunya yang sama seperti mereka tertawa bahagia dengan obrolan yang terjalin.
Saat Keduanya asik tertawa Indah jadi tersadar pada gadis itu.
"hello gadis manis maaf aku melupakanmu karna si bule gesrek satu ini." ucap sang momy
"momy aku ini anakmu"
"diamlah momy sedang bertanya pada anak ini." jawab Indah ketus pada Erland.
"hello tante." sapa Alisya
"ya Ampun suaramu manis sekali"
"Namaku Alisya" ujarnya memperkanalkan diri
"Ya ampun namamu cantik sekali sangat cocok dengan wajahmu. Saya Indah penny Hernandez ibu dari Erland Hernandez. bule yang disampingmu itu "
Sejak hari ini Alisya akrab dan cocok dengan keluarga itu, mereka baik dan tidak sombong meskipun mereka dari kalangan elit namun mereka tidak pernah memandang orang orang di sekitarnya sebelah mata. Alisya banyak menceritakan tentang keluarganya hingga diapun menceritakan apa yang tengah dialami oleh dirinya saat ini,
melihatnya Indah merasa iba dengan apa yang tengah terjadi pada Alisya dan sejak saat itu bersama dengan persetujuan sang suaminya Indah menganggap Alisya sebagai Anak angkatnya.
Dari mulai pendidikan dan segala keperluan finansialnya Semua di tanggung oleh keluarga tersebut, Indah pun menyayangi Alisya layaknya Anak kandunganya sendiri tanpa membeda bedakan.
🍁Flashback off🍁
♡♡♡♡♡
Dengan mengusap tangan wanita tersebut Alisya sembari memingat semua kejadian demi kejadian yang telah berlalu dan menimpa hidupnya, tanpa kebaikan dari mereka Alisya tidak akan mungkin seperti saat ini, itu yang membuatnya sangat menyayangi Momy nya ini yang telah merawatnya sejak kecil dan membawanya jauh pergi dari rasa sedih yang membelenggu.
"sara?"
"ya nyonya muda?" ujarnya mendekat
"Apa sudah ada yang memberi tahu tentang ini kepada Erland?"
"tidak nyonya muda, selama ini nyonya Indah selalu menyembunyikan penyakitnya kepada Tuan Muda Erland, supaya tidak mengganggu pekerjaan tuan muda, itu kemauan Nyonya besar sendiri." ujarnya menjelaskan
__ADS_1
Mendengarnya Alisya Hanya bisa menghela Nafas, memang benar adanya Erland sangat sibuk dengan pekerjaan yang di jalani terlebih dengan bisnisnya yang semakin tahun semakin berkembang besar. Itu yang membuatnya kehilangan waktu bersama keluarga bahkan seringkali Alisya melihat momy yang nampak seperti kesepian terlabih setelah suami pergi meninggalkanya hanya Alisya satu satunya yang sering nampak bersama Indah saat ini.
♡♡♡♡