Another Loved

Another Loved
158. Permintaan Nando


__ADS_3

.


.


.


.


♡♡♡♡


Ternyata mereka pergi ke Indonesia untuk merayakan pergantian tahun di Bali.


Kini Anna tengah packing dengan beberapa barangnya yang akan di bawa.


Anna melihat begitu banyak barang sekaligus perlengkapan hector disana.


Anna hanya menggeleng geleng kan kepalanya melihat isi koper yang sudah tidak muat.


Nando yang sedari tadi berada di belakang Anna sangat bingung melihat perilaku Anna.


"cihhhh perempuan dia yang memilih sendiri dia yang bingung sendiri" Ujar Nando.


"diam mulut mu"


Nando menarik nafasnya dalam "dari pada aku berdebat denganmu lebih baik aku bermain dengan Hector"


"pergilah" ujar Nando.


"Bawa yang penting saja, Aku ini kaya kau tidak akan kekurangan pakaian disana"


Anna menatap Kesal Nando yang kini dimana dia sudah pergi berlalu.


♡♡♡♡♡


Anna melihat semua barang dan koper yang sudah tersusun rapi.


" Ini sangat melelahkan " gumanya.


Anna tidak menyangka dia menghabiskan banyak watktu hanya untuk packing.


sampai akhirnya dia meninggal kan ruangan itu untuk mencari keberadaan orang lain di tempat ini.


Namun Anna sama sekali tidak mendengar ada gerakan atau suara dari sudut mana pun.


membuatnya berfikir akan mendatangi kamar.


dan benar saja Anna melihat kini Hector terlelap di pelukan Nando bersama Nando yang juga ikut tertidur.


Anna enggan mengganggu kedunya.


dia hanya menarik selimut untuk menutupi mereka.


namun saat Anna akan pergi tanganya seakan seperti ada yang menahanya.


Anna terkejut saat itu juga.


"honey"


"Nando tidur lahh kau pasti lelah bukan"


"tidak honey.. satu jam bagiku sudah cukup"


Anna manarik napasnya dalam.


"lalu apa yang akan kau lakukan ini sudah malam"

__ADS_1


Nando tersenyum dengan bibir nakalnya.


"berhenti memandang ku seperti itu" kemudian Anna lari keluar kamar itu.


Nando yang melihatnya hanya tersenyum puas.


Anna membaca Novel dengan biskuit di tanganya. sorot matanya memperhatikan Nando yang kini menuruni anak tangga.


Dengan wine di tangannya.


"kau mau apa? "


"mengambil gelas"


"apa kau tidak tidur Anna? "


"belum mengantuk. "


"apa kau ingin menemani aku minum, wine akan membuat kita sedikit lebih ngantuk jika meminumnya"


"baiklah nanti aku akan datang"


Nyatanya kini Nando sudah menghabiskan gelas ke 4 nya namun Anna belum juga muncul.


tidak lama Anna datang menggunakan switer.


"Ku kira kau sudah tidur"


"Hector menangis mencari susu"


Nando hanya menganggukan kepalanya.


Anna duduk di kursi depan Nando.


"Aku merindukan Indonesia" ujar Nando.


Nando menarik nafasnya dalam.


"17 tahun yang lalu saat Mom masih hidup. "


"itu sangat lama, tapi kau masih fase berbahasa Indonesia"


"Ya itu bahasa kedua ku"


Obrolan demi obrolan mereka bicarakan sembari meminum wine.


Anna kembali merasa senang kini.


Saat dia sudah tidak merasakan kesepian lagi.


setidaknya kini dia merasa tenang karna Nando kembali menemuinya.


namun Anna tidak pernah tahu.


akankah Nando ada bersama selalu apa tidak.


meskipun Anna paham dihati Nando masih mencintainya begitu pun dirinya namun Anna tidak bisa banyak berharap karna dia tidak bisa memiliki raga Nando seutuhnya.


Anna pun tidak ingin menjadi benteng pengrusak kebahagian orang lain.


apalagi keduanya telah menikah.


"Anna apa yang kau pikiran? " tanya Nando saat melihat Anna melamun.


"Ahh tidak" Ujar Anna terkejut sembari membetulkan poninya.

__ADS_1


"kau sudah cantik "


Anna hanya membalas dengan senyuman.


Nando melihat sejak awal mereka bertemu ada sesuatu yang aneh terjadi pada Anna.


Anna selalu terlihat menjaga jarak denganya.


"Apa kau merindukan ku? "


Pertanyaan itu spontan membuat Anna terdiam.


"Itu pasti"


"Anna Ikutlah Aku ke Barcelona, Kita mulai semuanya kembali"


"You crazy hah? " ujar Anna tertawa getir


"You have wife" lanjutnya.


"Tapi aku tidak mencintainya"


"kau memulai semuanya Nando, kau juga yang harus tanggung jawab atas keadaan ini"


"aku mencintaimu Anna pleaseee tell me"


"Nando kau telah bersama.. kita tidak bisa bersama" ujarnya sembari menyingkir kan tangan nando diatas nya.


"aku takut dia akan menyakiti anaku"


"Kau tidak perlu meminta pun aku akan menjagamu dengan Hector.. please Anna"


"biar aku fikirkan Nanti"


Nando terdiam disana.


nyatanya dia juga menghargai keputusan Anna.


"apa kau kedinginan"


" lumayan Angin luar"


"mari kita masuk"


Nando melangkah mengenggam erat tangan Anna disana.


menghantarkan di depan pintu kamar Anna.


"ini sudah malam pesawat terbang jam 8 lebih baik kau tidur"


Anna belom menjawab namun dia lebih dulu pergi.


Memasuki kamarnya tempat yang pertama kali dia tuju adalah box bayi.


Anna dapat melihat betapa Hector tidur pulas disana.


.


.


.


.


.

__ADS_1


♡♡♡♡


__ADS_2