Another Loved

Another Loved
153. Wajah Lama


__ADS_3

.


.


.


.


.


♡♡♡♡


Satu minggu setelah Pernikahannya Kamila baru membawa Peter untuk ikut pulang Ke Indonesia menemui kedua orang tuanya.


itu pun Peter hanya di berikan waktu selama 2 minggu untuk Honeymoon dan cuti oleh Bosnya.


mengingat bagaimana jadwal dan padatnya Pekerjaan yang harus siap membantu Majikannya itu.


Kini mereka hanya memiliki sisa waktu 12 hari sebelum akhirnya waktu itu mereka habisnya untuk liburan.


Thailand menjadi pilihan kedua pasangan itu sebagai tempat mereka singgah menikmati waktu selama menjabat menjadi pengantin baru.


Memang Kamila baru mempertemukan Peter dengan kedua orang tuanya sekarang lantaran Peter terlalu sibuk jika harus pergi ke Indonesia itu akan menyita banyak waktu baginya.


Dan pernikahan mereka begitu cepat dari apa yang di rencanakan.


Sebelumnya Peter hanya berkomunikasi dengan orang tua Kamila lewat telefon dan keduanya merestui hubungan mereka, bahkan sekalipun mereka bertemu setelah menikah itu tidak akan masalah bagi keduanya.


yang terpenting tetap datang itu pun sudah cukup.


Kamila sedang membereskan kopernya saat keduanya akan pergi ke Jakarta terlebih dahulu.


kemudian di barulah saat di Jakarta mereka memulai perjalanan ke Thailand.


"Ibu.. " ujar Kamilla mencari keberadaan ibunya.


"Ya nak?? " jawabnya


"Ibu, Kamila akan pergi sekarang kita tidak punya banyak waktu"


"kau akan pergi sekarang nak? "


Tidak lama Kamila mendapatkan pelukan dari ibunya yang di irinya air mata.


dan saat itulah Peter mendapatkan keduanya tengah bersalam untuk pergi.


sebelumnya Peter berada di tempat lain mengobrol dengan ayah Kamila.


"Sering sering Kamila jengukin ibu di sini nak"


"Iyah ibu Kamila Janji Kamila akan sering pulang.. dulu Kamila ga bisa pulang seenaknya karena Kamila terikat dengan kontrak kerja Bu, sekarang kamila udah bebas bu, bahkan Suami Kamila mengijinkan Kamila untuk pulang kapan saja. "


"syukurlah Kamila setidaknya ibu tidak terlalu merindukanmu"

__ADS_1


"iya ibu Kamila juga pasti kangen sama ibu. "


"ya sudah ibu biarkan Kamila pergi, kita doakan saja untuk kebahagiaan nya bersama suami nya dan berdoa supaya cepat memberikan kita cucu" Ujar Ayah Kamila.


"Akan cepat terlaksana nanti" Ujar Peter


yang mana membuat mereka justru tertawa.


Keduanya berada di Mobil menuju Jakarta.


"Kenapa kau begitu cepat mengenali jalan disini? ini bukan kali pertama kamu Ke Indonesia kan Peter? " tanya Kamila.


"aku menggunakan GPS baby, lagipula menyetir sebelah kanan atau kiri pun tidak akan Berpengaruh bagiku. "


"Aku takut kau menyasar "


"hhahha mana mungkin sayang untuk apa adanya GPS jika begitu"


Kamila hanya mengganggu kepalanya.


"Peter? "


"ya Baby, apa kau lapar? "


"tidak, tapi... " ujar Kamila menggantung


"tapi itu apa? "


"memangnya kau tau dimana dia Tinggal"


Kamila berfikir sejenak.


"aku tidak tahu, tapii seinget aku dulu Nona Gianna tinggal di sebuah Apartement di Jakarta nama Apartemennya kalo ga salah Viiiirrrr...?? "


"Virrr ..??? apa Baby"


"aku sedikit lupa"


"coba kau ingat lagi nanti kita coba cek nama Apartemennya kalo pun ada kita kesana. "


"benarkah ?? " ujar Kamila dengan Mata berbinar.


Peter yang melihat itu begitu gemas.


"benarlah maka dari itu coba kau ingat lebih keras"


"baiklah"


Kamila memejamkan matanya dengan otaknya bekerja mengingat moments keduanya mengobrol di dapur.


dia membayangkan Gianna berbicara saat itu sampai Kamila itu keluar.


"Virtual Garden! ya itu nama apartemen" Ujarnya spontan

__ADS_1


Peter yang melihat cara Kamila berfikir membuatnya tersenyum lebar.


"baiklah coba kau cari di google apakah ada nama appartement itu dan cari juga alamatnya. "


Begitu mendengar kalimat itu Kamila segera mengambil ponselnya mencari tempat itu.


♡♡♡♡


Kamila dan Peter berada di depan pintu besar itu.


"Benarkah ini Peter? "


"coba saja tekan bel nya "


Dua kali Kamila menekan tombol itu namun seakan tidak mendapatkan pergerakan.


"Apa bukan ini tempatnya? "


"entahlah"


Kamila merasa sedih yang kini dia rasakan.


namun begitu terkejutnya saat ada suara di dalam sana.


yang mana suara itu sangat Kamila kenali.


"itu benar dia Peter. "


Dan dalam hitungan detik seorang wanita dengan rambut coklat menunjukkan separuh badannya di ambang Pintu.


Kamila begitu melihat jelas wajah terkejut wanita itu.


"Kamila? "


"Nona Gianna??? "


Seketika adegan romantis itu terlihat jelas di hadapan Peter.


yang mana membuat Peter tersenyum tipis.


"Dasar wanita"


.


.


.


.


.


♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2