
.
.
.
.
♡♡♡♡
Anna membereskan beberapa baju baju yang masih ada di koper keduanya kini telah sampai di Jakarta.
Anna baru saja bangun setelah melewati malam yang cukup melelahkan.
dia melihat Erland yang berada di kamar mandi.
Saat Anna tengah terfocus dengan baju baju yang berada di koper Telinga Anna mendengar suara dering telfon.
Namun tidak lama dia mendengar suara Erland yang tengah mengobrol dengan seseorang.
Anna membiarkan semuanya.
Tidak lama setelah itu dia mendapati panggilan dari kekasihnya yang membuatnya harus datang menghampiri.
"Ada apa?" Tanya Anna
"Hari ini akan masak apa? Guntur dan Ambar akan datang."
mendengar kaliimat itu sontak Anna terkejut
"Benarkah ambar akan datang?" tanya Anna senang.
di jawab dengan anggukan Erland.
Anna turun ke lantai bawah dengan semangat mengingat sahabatnya akan datang hari ini.
dia melihat isi persediaan kulkas disana.
namun Anna tidak melihat apapun.
membuatnya sangat geram, segera dia memanggil Erland disana.
"kau tidak membeli persediaan apapun?"
Erland baru ingat sebelum mereka pergi, Erland memerintahkan seseorang mengosongkan isi kulkas mereka.
"Astaga sayang aku lupa."
Tidak menunggu lama Anna segera pergi keswalayan di bawah sana.
♡♡♡♡
__ADS_1
Setelah semua bahan yang dia butuhkan sudah lengkap.
Anna segera mengolahnya menjadi makanan saji.
1 jam kemudian
Anna begitu takjub melihat semua meja makan yang sudah terisi pernuh dengan makanan yang baru saja dia masak.
membuat Erland yang datang hanya bisa melongo di buatnya.
dengan cekatan Anna menyelesaikan semuanya.
"kau membuat semua ini."
"ya" ujar Anna
"secepat itu?"
"pastinya dengan bantuan para dayang dayang."
Erland tidak mengerti maksud dari Anna
"apa itu dayang dayang?"
"pembantu."
Erland hanya melongo di buatnya
"Astaga sayang abaikan."
"kau seorang anak indihome oh maksudku indigo." tanya Erland
"Tidak, kenapa kau selalu menganggap semuanya dengan serius."
"Ya aku serius orangnya."
Dan di tengah perdebatan absurd mereka keduanya mendengar suara bel berbunyi.
Anna segera datang menghampiri , Anna tau itu pasti kehadiran Ambar.
♡♡♡♡
Erland , Guntur dan Ambar tengah duduk di sofa panjang itu dengan Anna yang sibuk membuatkan minum.
namun Anna dapat mendengar pembicaraan mereka lantaran jarak dapur yang tidak terlalu jauh.
"ini surat yang kau cari." ujar guntur memberikan map pada Erland
Anna yang baru saja datang begitu heran.
"Apa itu?" tanya Anna
__ADS_1
Erland pun ikut penasaran dengan isi map tersebut.
"Oh shit! bagaimana kau mendapatkannya." ujar Erland kaget
Anna masih merasa bingung
"Aku membelinya. kau berhutang budi padaku aku mengeluarkan uang banyak hanyak untuk mendapatkan satu lembar kertas itu." Jelas Guntur
"Jadi bagaimana ceritanya" Tanya Erland penasaran sedang Anna belum tau apa apa dia hanya mengikuti obrolan keduanya.
"Semua berawal dari Ambar." Jelas Guntur
sontak ketiga orang tersebut melihat kearah Ambar membuat Ambar merasa salah tingkah di buatnya.
"Hem itu berawal dari janji pertemuan kita Anna, saat kita akan bertemu aku melihat Zera berada dalam cafe yang sama denganku itu alasanku minta berganti tempat"
"zerra? mantan kekasih Gavin?" tanya Anna
"Yaa, aku melihat dia menemui lelaki di caffe itu dan mendengar pembicaraan mereka yang cukup serius dan aku ingat perkataan Guntur yang mengatakan Erland tengah kehilangan berkas pentinya dan di obrolan kedua orang itu aku mendengar jelas rencana mereka aku berinisiatif untuk merekam percakapan mereka tapi bodohnya aku lupa memberikan nya padamu, jadi aku mendengarkannya bersama dengan Guntur karna aku tau kalian akan pergi jadi tidak ada waktu lagi." jelas Ambar rinci.
"Mantan kekasihmu laody adalah sepupu dari zerra dan mereka hendak menghancurkan perusahaanmu lantaran ketidak sukaan keduanya terhadap hubungan kalian. dan laody lah yang mengambil data pentingmu saat bertemu denganmu malam itu." Jelas guntur
Setelah mendengar ini Erland segera menendang kaki Guntur di bawah sana untuk mengisyaratkannya diam.
Anna melirik kewajah Erland di sampingnya dengan wajah penuh heran.
"lanjutkan" Ujar Erland.
"Dan keduanya akan menjual data itu kepada saingan bisnis mu namun mereka kalah cerdas dengan otakku, aku menyuruh orang untuk menawar data itu dengan harga yang lebih tinggi dan dia ku suruh untuk mengaku sebagai saingan bisnismu dan aku lah pemenangnya aku yang berhasil mendapatkan itu "jelas guntur
"Sialan kau laody" Ujar Erland dalam hatinya.
"Jadi aku membayar mahal untuk ini"
"akan aku ganti."
"tidak perlu kau cukup menjadi pendampiku di altar nanti."
"Maksudmu kau ingin aku menjadi pengantin wanitanya?" tegas Erland
Seisi ruangan di penuhi dengan suara tawa mereka.
.
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡♡