
.
.
.
.
Anna sedang berada di jenny's Club malam ini, dia tengah asik menikmati irama detakan musik yang cukup keras ditambah lagi dengan wine yang kini ada di tangannya.
Anna asik berbincang dengan kedua temannya saat dalam keadaan setengah sadar pengaruh alkohol.
Anna terus menenggak Wine itu hingga tetes terakhir.
"musiknya makin hot aja nih" Ujar Temannya yang duduk di samping Anna.
"weh mau kemana lu?" tanya Anna kepada temanya
"Kesanalahhh" Guma temannya sembari menunjuk kearah panggung dance itu.
Anna tetap duduk bersama dengan teman yang lain,
Anna melihat ponsel di atas meja itu menyala, namun dia tak perduli akan hal itu.
"na,telfon loe tuh" Ujar temannya
"udahlah ga usah pikirin" jawab Anna sembari mengibaskan tangannya.
"loe di cariin orang tua loe, anak perawan suruh pulang" Ledek temannya
Anna hanya berdecak kesal.
waktu berlalu kini tempat semakin ramai karna waktu yang sudah larut malam.
Anna mencoba bangkit dari sadarnya, dia melihat di area Lantai dansa yang kian menarik, Anna memutuskan untuk berdiri dan mencoba berjalan menuju Arah dansa.
Anna menari dan berjoged disana dengan meliak liukan badannya yang indah itu.
Anna terus mengikuti detakan musik yang semakin menggila.
Anna begitu merasakan bahagia kali ini ketika saat dia bisa tertawa lepas dan bisa merasakan kebebasan untuk keluar dari rasa kesepiannya.
Anna terus menari disana dengan pakaiannya yang cukup terbuka.
♡♡♡♡
Sementara di ruang VIP beberapa bos sedang menikmati pemandangan Indah di bawah sana, dengan melihar para wanita yang sedang berjodeg dan bersorak.
Mereka terus melihat dan meperhatikan setiap wajah wanita-wanita itu.
__ADS_1
Termasuk dengan Stefan pengusaha muda yang kini melebarkan sayapnya di bisnis makanan.
stefan berada di lantai atas bersama teman-temannya, dia terus memandangi lantai bawah sana.
Stefan begitu terkejut saat melihat Anna ada disana.
"Gianna tahalea?" gumanya
"Diakan yang artis dan model itu?"
Stefan segera mencarinya profil nama Anna di internet.
Dia pun menemukan biodata dan beberapa foto nya yang terpajang disana.
Stefan melihat secara ditail wajahnya dan dia lantas kembali melihat wanita itu.
"Ya benar itu dia" gumanya.
Stefan terus mengscroll halamannya kebagian bawah, dia begitu tertarik dengan berita mengenai Anna baru baru ini yang di sebut sebut tengah dekat dengan pengusaha sukses diAsia yaitu Erland Hernandez.
senyum Stefan terukir sinis disana.
tidak lama dia mengambil gambar Anna yang tengah berjoged panas di Lantai dansa.
Stefan mengirimkan foto-foto yang telah diambilnya kepada Erland. dengan tulisan.
"Oh jadi ini pekerjaan lain dari wanita seorang pengusaha yang kaya raya Tuan Erland Hernandez yang terhormat."
kirim Stefan dengan senyum palsunya dan kembali menaruh Ponselnya di saku itu.
♡♡♡♡
Erland baru saja keluar dari kamar mandi setelah dirinya mengbersihkan badan.
hari ini cukup melelahkan baginya karna dia pun baru saja pulang dari kantor banyaknya meetting dan pertemuan yang membuat Erland Enggak menunda pekerjaan itu.
Erland berbaring dalam tidurnya dengan suara Tv yang sengaja dia besarkan supaya tempat itu tidak terlalu sepi baginya.
dalam sadarnya dia mendengar ponsel itu berbunyi.Fikirnya adalah Andre yang mengirim Email.
namun bergitu terkejutnya saat dia mendapati foto Anna yang mengenakan gaun merah dan cukup seksi sedang menarik di lantai dansa sebuah club.
Erland segera mebenarkan posisi tidurnya dengan duduk di kasur itu.
anna melihat secara keseluruhan dan memastikan bahwa foto itu bukanlah dirinya.
Namun tidak, terlihat jelas raut Wajah Anna disana.
Erland semakin keram dengan tulisan yang tertera disana dia begitu Emosi dibuatnya.
__ADS_1
"stefan!!!" ujarnya sembari menggenggam ponsel itu.
Dia segera mencari nomor telfon Anna, tanpa menunggu lama Erland menekan panggilan.
untuk ketiga kalinya panggilan itu tidak terangkat.
Erland semakin panik dan marah namun dia mencoba untuk sabar.
"Anna please pick up my call" guma Erland.
satu dua menit manggilan itu terus berdering, dan tak lama dia mendengar suara dari ponsel itu.
"Ada apa?" Guma Anna
"Anaa ku mohon pulang" Ujar Erland yang mendengar detakan musik di ponselnya
"memangnya kau siapa menyuruhku pulang hah?"
"Anna hentikan"
"hahah tidak mungkin aku bahagia disini"
"Anna kau sudah mabuk, berhenti meminum cairan itu"
"Eh loe tuh ga usah ngatur ngatur yaa, ga akan ada pengaruh buat gua"
Erland sempat terpaku diam mendengar penuturan Anna.
dia ingin marah namun dia tidak bisa apa apa dan dia sadr betul bahwa amarahnya tidak akan bisa menyelesaikan persoalan saat itu.
"kenapa sih semua orang ngatur-ngatur gua, emang gua siapa? Terserahlah aku mau ngapain hidup-hidup aku." Guma Anna disana.
Erland terus mendengarnya, dia sadar bahwa ucapan Anna tidak bisa dipahami tak kala dia sedang dalam keadaan pengaruh alkohol.
namun Erland pun merasa seperti perih di hatinya ketika rasa perdulinya tidak di butuhkan oleh Anna.
"Okee ku ikut maumu jika memang seperti itu."
Erland mematikan panggilan itu dan menaruh ponselnya kembali ke atas nakas.
.
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡♡♡