
.
.
.
.
.
♡♡♡
Pesawat baru saja mendarat namun Gianna masih terlelap dalam tidurnya.
Andre mendatangi bosnya yang tengah duduk sembari menikmati kopi.
"permisi Tuan Jetz telah mendarat anda sudah bisa turun karna kami telah menyiapkan mobil di bawah." Ujar Andre
"Tunggu dibawah aku" perintah Erland dan bangkit dari duduknya.
Erland mendatangi Anna yang tengah terlelap disana.
Erland merasa tidak tega untuk menggangu tidurnya pasalnya baru beberapa menit yang lalu Anna terlelap.
"Sayang" Ujar Erland mencoba membangunkan.
"Sayang kita telah sampai"
"wake up Gianna" Ujar Erland sembari memberi ciuman tipis di pipinya.
Namun tidak ada pergerakan dari Gianna sekalipun yang menandakan dia bangun.
Erland hanya menarik nafasnya dalam.
Dia pun lantas mencoba menggendong Anna untuk membawanya turun.
Dengan pergerakan pelan Erland melakukannya.
Dia tidak ingin mengganggu istirahat kekasihnya.
Erland berjalan dan keluar dari pintu Jetz nya itu.
Dia dapat melihat orang orang telah berbaris menyambut kedatangannya.
termasuk para pejabat penting di kota itu.
Namun Erland tidak ada rasa malu sama sekali yang ada di didirnya.
Erland tetap berjalan seperti biasa.
meski dia tau beberapa pasang mata melihat kearahnya.
"Selamat datang Tuan Hernandez" Ucap salah satu pejabat disana.
__ADS_1
"Terimakasi, maaf aku belom bisa bersalaman denganmu."
"Tidak masalah aku dapat mengerti."
Erland segera menuju mobil yang di sediakan.
Andre mencoba membantu Bosanya itu.
"Jangan pegang pegang kekasihku." ucap Erland mengingatlan yang melihat Andre mencoba membetulkan posisi kepala Anna.
"Astaga aku tidak bermaksud seperti itu tuan."
Erland segera keluar kembali untuk kembali menyalami para petinggi disana bahkan dia mengingat jika wakil Wali kota pun akan menemui kedatangnya siang ini.
"Selamat datang Nak." Ujar wakil wali kota itui
"Terimakasi pak."
"*Terimakasi telah menempuh perjalanan dari jaka*ta jauh terbang ke sini."
"Ah tidak masalah."
"Jika Nak Hernandez tidak keberatan Anda bisa mampir ke kediaman kami untuk makan bersama sekaligus membicarakan pembangunan ini." Tawaran dia.
"Terimakasi sebelumnya untuk tawaran Anda tapi maaf pak saya harus menolaknya karna Saya harus segera menuju hotel untuk.."
"tidak masalah saya tau kau perlu istirahat."
"bukan saya tapi kekasih saya mungkin besok atau lusa kita bisa bertemu kembali." Ujar Erland
"Pasti terimakasi pak saya permisi."
Ujar Erland sembari kembali kedalam mobilnya.
Dalam perjalanan Erland memandang wajah kekasihnya yang napak polos namun tetap cantik.
hingga dia beralih kearah perutnya yang masih datar namun dia dapat merasakan detak jantung calon pennerusnya walau mungkin saat ini belum ada nyawa di dalam sana.
"Andre kau sudah menyiapkan apa yang aku rencanakan?"
"semuanya sudah siap Tuan."
"bagus."
♡♡♡♡♡♡
Anna mendengar suara gremicik air yang membuatnya penasaran.
Anna mencoba membuka matanya.
Namun yang dia lihat Adalah nuansa putih disekitarnya.
Anna terkejut yang membuatnya segera mengambil posisi duduk.
__ADS_1
"Astaga dimana aku?"
Anna menepuk nepuk pipinya.
"Apa aku mimpi apa aku ada disurga?"
Anna melihat bajunya yang mengenakan kemeja putih membuatnya kembali merinding.
"Astaga aku? apa kejadian itu benar."
Anna merasa merinding ketakutan.
Anna melihat sekekiling namun dia melihat kertas yang terdapat pada meja yang ada di depannya.
Anna melihat dan membaca tulisan itu.
" Dear Mr. Hernandez
it's is pleasure to welcome you to
Hotel Bina Nusantara"
Terus Anna membaca kelanjutannya.
membuatnya paham "Astaga kita masih di dunia."
"siapa yang masih di dunia?" Seketika Anna kaget mendengar suara itu.
Anna segera membalikan badannya dan mendapati Erland disana.
Anna ingin memeluk Erland saat itu juga. namun Ia merasa malu lantaran Erland yang baru saja mandi hanya mengenakan handuk yang melipat pada pinggangnya.
"Erland" suara itu menggetarkan hati Erland.
"kau sudah bangun?"
"Bangun?" Guma Anna
"jadi itu hanya mimpi?" lanjutnya
"mimpi apa yang membuatmu terlihat bingung sepeprti ini"
Ucap Erland penasaran
"Tidak ada"
.
.
.
.
__ADS_1
.
♡♡♡♡