
.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
Beberapa hari kemudian Anna di bawa oleh keluarga Erland untuk pulang ke mansion mereka.
yang mana beberapa penjaga justru di perketat untuk menjaga Anna disana paling tidak hingga dia melahirkan supaya tidak ada keadaan yang terlewatkan.
kini Anna sudah mulai membaik namun tetap belum ada tanda kebahagian bahkan senyum belum juga terukir di wajah manisnya.
tatapannya masih kosong dan wajah tanpa ekspresi.
"Maaf tante aku ijin membawa Anna sebentar yah." Ujar Ambar pada Indah.
"Iya titip Anna yang tolong berikan apa yang di mau dan momy berharap dia mau tersenyum lagi." jawab Indah
"Iya tante Ambar berusaha untuk itu." lanjut Ambar
"Silahkan Anna ada di atas kau boleh melihatnya."
Ambar segera menuju Ambar diatas sana ini adalah hari dimana dia harus chek up kandungan yang memasuki usia 5 bulan.
dan hari ini pula dokter mengatakan sudah saatnya melihat jenis kelamin yang kemungkinan sudah bisa di lihat.
Kemarin Anna menawarkan Ambar untuk menemaninya tentu tidak ada penolakan bagi Ambar.
__ADS_1
Ambar memasuki kamar tersebut memperlihatkan Anna yang tengah menyisir rambutnya.
Ambar melihat Anna yang cantik dengan dress putih.
"Baiklah kau sudah siap?" Tanya Ambar yang hanya di bales dengan Anggukan
Anna melangkah melewati Ambar disana, Ambar yang melihatnya tidak banyak menyimpulkan apa apa dia sudah mulai terbiasa dengan perilaku Anna yang turun 65%.
Dan Ambar tidak banyak menuntut dia membiarkan semua namun Ambar tetap mencoba mengajak ngobrol Anna.
seperti saat ini tak kala dia melihat Anna yang berada di dalam mobil bersamanya.
Anna hanya terdiam melihat samping yang memperlihatkan jalanan dengan tangan yang terus mengusap pelan perutnya seakan penuh cinta.
Ambar yang melihatnya begitu tak tega rasanya air mata ingin menurun tapi dia tau ini bukan waktu yang tepat.
"Pelankan lajunya." Ujar Ambar pada sopir didepannya
Ambar sudah lama bersama Anna dan Ambar tau keadaan seperti apa yang di lalui oleh Anna.
♡♡♡♡♡
Familly hospital
Anna menghapus perlahan Air matanya yang mengalir tak kala dia melihat wajah Anaknya yang kian jelas dan pergerakannya yang semakin aktif.
"Kau lihat ini nyonya selamat bayi anda laki laki." ujar sang dokter
Anna yang melihatnya mulai tertawa dia mencoba untuk terlihat baik baik saja.
Beberapa menit kemudian keduanya berada di meja sang dokter.
tak kala dokter itu memberikan beberapa resep vitamin.
"Kurangi rasa strees anda nyonya, saya melihat ada sesuatu yang membuat Anda terlihat seperti tidak biasanya yang ini akan berpengaruh buruk bagi janin anda." Ujar dokter itu
__ADS_1
Anna dan Ambar hanya mendengarkan itu beberapa nasehat dari dokter kandungan itu untuk Anna.
Akhirnya keduanya keluar.
Dalam perjalanan "Ambar ku dengar kau ingin membawaku ke psikiater bukan?jika iya, aku mau" tanya Anna
Ambar yang mendengarnya sempat kaget.
"kau mau yakin?" tanya Ambar meyakinkan
"aku mau karna aku ingin bangkit dari keterpurukan ini untuk anak yang ada dalam kandunganku aku yakin jika aku bahagia dia pun akan bahagia, aku tidak ingin hanya karna kesedihanku yang membawa anak ini menjadi terancam. aku ingin kita hidup bahagia aku tidak ingim melupakan Erland Ambar dalam hidupku tapi aku ingin sembuh dari keterpurukan ini supaya aku bisa memulai hidup dengan lebih baik bersama anak yang ada di kandunganku." ujar Anna
Ambar yang mendengarkannya begitu merasa senang dan haru.
"Aku senang Anna, aku senang kau kini dengan cepat berfikir dewasa." Ujar Ambar
Ujar Ambar kian memeluk Anna dan disitu Anna mulai memperlihatkan senyumnya meski masih dalam hitungan detik saja.
namun bagi Ambar itu sesuatu yang berharga.
"Aku akan ada di sampingmu Anna, aku janji untuk selalu ada." Ujar Ambar dalam hatinya
.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡♡
__ADS_1