Another Loved

Another Loved
136.Awal Baru


__ADS_3

.


.


.


.


.


♡♡♡♡


sebelumnya Anna sudah menghubungi Peter.


Dan kini Peter sudah ada di tempat itu bersama dua Anak buah Nando.


Anna dan Peter tengah mengobrol tentang kondisi Nando.


"Jadi Tuan mengalami amnesia? "


"ya dokter bilang begitu. "


Peter sangat khawatir dengan kondisi bosnya.


Karna sejak kejadian itu ponsel nya tidak dapat di hubungi.


Peter memasuki ruangan.


dia bertemu dengan tuanya yang kini tengah duduk di ranjang rumah sakit.


Peter menundukan badanya sebagai salam hormatnya.


Peter melangkah lebih dekat dengan Nando.


"Tuan, perkenalkan saya Peter, saya adalah asisten pribadi anda. Anda bisa melihat file dokument ini, semua adalah aset milik anda,beberapa kurva saham itu semua juga milik anda, ini foto para anak buahmu dan ini foto saat ada sedang rapat di sebuah perusahaan yang Anda pimpin." ujar Peter menjelaskan kepada Nando.


Namun Peter dapat melihat Nando sepeti tidak tertarik sedikitpun


"Apa kau sedang membacakan daftar riwayat hidupku. " tanyanya.


"Tuan? " panggil Peter sekali lagi.


Nando melirik ke arah Peter.


yang membuat Peter hanya menundukkan kepala.


"Aku sedang merencanakan sesuatu tolong untuk kerjasamanya"


saat itulah Peter mengerti apa maksud Nando.


"tuan saya mengerti"


Tiba tiba Anna memasuki ruangan tersebut.

__ADS_1


dan menghampiri keduanya.


"Peter bagaimana apa dia mengingat? "


"tidak nona saya rasa dia kehilangan ingatan nya. "


Anna diam disana.


"Lalu bagaimana langkah selanjutnya? " tanya Anna pada Peter.


" Ya artinya kita harus mengikuti saran dokter. "


"kau akan menjaga dan merawatnya bukan? " tanya Anna


"hueeemmm" Peter yang sudah bingung.


"Jika aku harus di rawat oleh orang lain, aku hanya ingin di rawat dengan mu saja. aku tidak mempercayai orang itu. " ujar Nando


Peter yang mendengar hanya bisa mengelus dada kenyataanya 13 tahun mereka telah berkerja sama.


"eeettatatatta? " suara Anna yang terbata bata.


"Tidak apa Nona, barangkali memang itu yang akan menjadi jalanya. " ujar peter


Anna menarik nafasnya dalam.


♡♡♡♡


"Jadi Gianna apa alasanmu meminta ijin untuk jarang pulang. " tanya Ibunya


" heumm aku memiliki teman yang membutuhkan pertolonganku bu, aku tidak tega menolaknya karna kondisi pun cukup parah. akhirnya Anna ingin membantu pemulihan nya sebagai rasa kemanusiaan. " jelas Anna


Arra yang melihat itu tersenyum


"Tapi kamu juga harus menjaga anakmu.. jangan terlalu lelah yah dan sesekali pulang kesini. "


Anna tersenyum serta mengangguk.


♡♡♡♡


Anna kini berada dalam perjalanan bersama dengan Nando dan beberapa anak buahnya.


kini Nando sudah di ijinkan pulang setelah 4 hari berada di rumah sakit.


beberapa Anak buah menyambut kedatangan mereka.


saat akhirnya Nando turun dari mobil dan pergi masuk kedalam rumahnya.


Anna membantu menuntun Nando.


"Aku ingin ke kamar dimana kamarnya? " tanya Nando.


Peter yang berada di sana dia hanya bisa diam.

__ADS_1


"Beri tahu" ujar Anna pada petter.


Anna memilih untuk pergi ke arah dapur.


Peter dan Nando pergi kearah dalam.


" jauh. " ujar Nando


akhirnya Peter pun menghindar dari Nando.


"astaga aku berharap gianna" gumanya.


Nando memasuki kamarnya.


dia duduk di sofa yang ada


sembari melihat perban yang melekat pada tangannya.


dia kembali tersenyum


rasanya dia ingin mandi.


♡♡♡♡


Anna selesai membuat secangkir teh dan beberapa obat yang harus di konsumsi Nando.


dia naik ke lantai atas untuk menghampiri Nando.


dan saat itu juga.


"Haaaaah??? " Anna terkejut saat melihat di ujung pintu kacaa seorang tengah mandi.


"kenapa kau mandi tidak bilang bilang" ujar Anna dengan sedikit teriak.


"apa salahnya aku mandi aku semua orang harus tau" ujar Nando dengan santainya.


Anna berlalu pergi dengan kesalnya.


Nando yang melihat dia malah tertawa lepas.


.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2