
.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡♡
Nando menyadari waktu terus berlalu begitu pun hari yang terus berganti.
namun rasanya begitu berat baginya untuk menjalankan apa yang terlah menjadi perjanjianya.
kenyataanya kini semakin hari Nando semakin mencintai Gianna, terlebih kini hubungan keduanya semakin erat.
di tambah kebahagian yang semakin terasa setelah kehadiran bocah kecil yang kini telah memasuki usia 1 bulan lebih.
dimana kini bayi itu sudah mulai aktif bergerak bahkan jika diajak bicara seakan dia mengerti maksud pembicaraan.
Kehadiran Anna dan Bayi laki laki itu mengalihkan dunia Nando.
dia seakan memiliki nyawa baru.
melihat keindahan Yang Tuhan berikan kepadanya.
Nando tidak pernah menyangka sebelumnya, jika memiliki mereka dia akan merasakan kebahagiaan seperti itu.
Namun disatu sisi dia membayangkan apa yang akan terjadi bila dia tega menghianati orang yang dia sayangi siapa lagi jika bukan Anna.
Jujur Nando belom siap untuk ini.
"Tuan Anda memiliki jadwal jamuan makan siang bersama client anda. " Suara itu melamunkan Nando yang kini tengah menghadap kaca besar itu bertepatan langsung ke arah kota.
Nando membalikan badanya.
"Kau urus tempat dan waktunya. " ujarnya kepada Peter.
"Sudah saya laksanakan."
Nando hanya diam disana.
Peter melihat raut wajah Nando yang membuatnya penasaran.
sehingga dia memberanikan diri untuk bertanya.
"Tuan apa ada masalah. "
Kalimat itu membuat Nando menatap Peter seketika
"Ah.. tidak maksuddd ku" ujar Peter yang gugup.
"Aku tau kau perduli denganku. "
__ADS_1
Mendengar kalimat itu setidaknya membuat Peter manjadi lebih lega.
"Tuan aku mengenalmu sejak lama, bahkan kau banyak menolongku aku sudah menganggapmu seperti kakaku.. maka bicaralah apa yang kau pikirkan, diluar pekerjaan kita adalah teman" Ujar Peter yang kini duduk berjarak dengan Nando di sofa itu.
Nando membuka kaleng Bir itu.
Sekali tenggukan dia mampu menghabiskanya.
"Aku tidak bisa membohongi perasaanku terlalu lama, rasanya aku semakin mencintainya. "
Peter berfikir sejenak.
"Nona Anna? "
"Hadirnya mengalihkan duniaku"
"Aku sudah melihat itu sejak lama, sejak pertama kali anda mengenal nya."
Nando menarik nafasnya sejenak.
" sebaiknya anda berterus terang tentang apa yang terjadi bahwa, anda tidaklah mengalami amnesia Tuan. selagi belum terlalu jauh, lagipula saya melihat Nona Anna pun memiliki perasaan yang sama dengan apa yang mungkin anda rasa, kebohongan tidak akan selamanya tertupi tuan." Ujar Peter
♡♡♡
Sedangkan Anna baru sampai di puncak gedung.
dimana sekarang dia membawa tempat makan untuk Nando.
namun sesampainya di depan ruangan, Anna mendengar pembicaraan dia orang yang mana suara keduanya sangat dia kenali.
Anna lebih memilih untuk berhenti menunggu pembicaraan keduanya selesai.
"Tidak mengalami amnesia?? jadi selama ini Nando?? tidak kehilangan ingatnya?? " Ujar Anna yang begitu kaget menutup mulutnya.
rasanya sakit hati Anna dia seperti tengah di permainkan.
namun dia mencoba untuk tetap santai dan terlihat seakan tidak tau apa apa.
tidak lama dari itu Anna mengetuk pintu besar itu.
Peter berjalan membuka pintu itu.
"Apa Nando ada? "
"Oh ya Nona silahkan masuk, saya yang akan pergi. "
tanpa suara Anna melangkah memasuki ruangan.
Nando yang melihat kedatangan Anna memberikan senyum terbaiknya.
"Honey?"
Anna hanya membalasnya dengan senyuman.
"apa yang membawamu datang? "
"makan siang untukmu"
__ADS_1
"benarkah? "
Nando melihat sebuah hidangan daging panggang dari aromanya itu rasa BBQ.
"oh my God Honey kau tau apa yang aku mau. "
Anna menyusun hidangan itu di atas tanpa ada suara yang di ucapkan.
Nando yang melihatnya sangat heran seperti tidak biasanya.
"Baby boy di rumah dengan siapa? "
"Kamila"
Tanya Nando yang mencoba mencairkan suasana.
namun jawabanya tetap sama.
hanya sesingkat itu.
Sampai Nando menarik pinggang Anna memeluknya erat dengan kepala Nando yang dia sandarkan di bahu Anna.
terasa sekali aroma tubuh Anna serta Farhumnya rasa vanilla.
"Apa kau hormon mu berada di masa subur.. sikap dinginmu terasa hingga ke relung jiwaku" Ujar Nando mencoba menggoda Anna.
Namun Anna tetap tidak memiliki jawaban.
Hingga beberapa waktu berlalu.
Nando ingat dengan jadwal pertemuannya.
namun kini dia merasakan perutnya telah kenyang.
"honey, apa kau ingin ikut denganku bertemu dengan client bisnis."
"Dengan pakaian ku seperti ini? " tanya Anna
Nando melihat penampilan yang di pakai Anna.
"kau mempesona"
"tapi aku hanya memakai kaos dan clana jeans"
"honeeey" Ujar Nando yang mencoba menggapai tangan Anna.
"berhentilah membujuk ku, aku harus pulang karna ada anak yang aku tinggal"
Nando menyadari itu dan dia tidak memaksa Anna.
.
.
.
.
__ADS_1
.
♡♡♡♡♡