
Ilham masuk ke ruangan Kendra, Kendra menatap wajah lesu Ilham.
" Kenapa ? Pengantin baru sudah masuk kerja ? "
Hummairah tersenyu melihat Ilham masuk.
" Aku terpaksa "
" Mengapa ? "
" Medinah pergi kebandara "
" Apa ! Medinah kabur ? Apa yang telah kau lakukan Ham ? "
" Heeeh.... Siapa yang kabur, Medinah mengantar Papa nya pulang. "
" Ooo.... Aku kira Ia kabur karena tidak tahan karena keberingasan mu." Kendra tersenyum mengejek
" Sialan " Ilham melempar bantal sofa pada Kendra.
Kendra tertawa lepas, Hummairah yang saat itu berada disana hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan dua pria dewasa didepannya ini.
" Mau aku buatkan minum Kak ? " Tanya Hummairah yang baru saja selesai menidurkan Kirana.
" Aku mau Latte " Jawab Ilham
" Sayang, aku sedari tadi tidak kamu tawarkan ? Aku suami kamu lhoo " Kendra merajuk
" Baiklah, Daddy mau minum apa ? "
" Waaah, sayang udah lama ya kita gak pernah manggip dengan panggilan sayang itu. "
Hummairah dan Ilham hanya bisa menggelengkan kepalanya.
*****
Medinah telah tiba di bandara.
" Baiklah sayang, Papa pulang dulu. Jaga dirimu baik baik, jika ada sesuatu cepat beritahu Papa. "
".Iya, Pa "
" Oke sampai jumpa lagi, sampaikan salam ku untuk suami mu " Ucap Zian
" Pasti "
Sam dan Zian pun masuk, Medinah melambaikan tangannya.
Ia menatap punggung dua orang yang Ia hormati itu.
Medinah berjalan kembali menuju mobil, dan pulang kembali ke hotel.
********
Kendra telah membawa pulang anak dan istrinya, semua orang menyambut kedatangan mereka terutama Kiano dan Kirana.
" Cucu Oma sayang, Oma kangen " Ucap Mama menyambut dan mengambil Kirana dari gendongan Hummairah.
Kiano telah berlari masuk kepelukan Opa uyut nya, Kiano memang lebih dekat dengan dengan Kake dari pada yang lainnya.
" Kalian mandi dan istirahatlah, biarkan kami mengurus mereka berdua " Ucap Nanny
Hummairah menganggukan kepalanya, dan berjalan naik ke atas menuju kamarnya.
Kendra tersenyum senang, dengan sigap Ia mengejar istrinya.
Hummairah telah masuk kedalam kamar mandi, setelah mengisi air di bak, Ia pun masuk dan berendam sejenak memejamkan mata.
Dengan perlahan Kendra masuk, Ia melihat istrinya yang terlelap dan tak menyadari kehadiran nya.
Kendra segera melepas pakaiannya, dan dengan perlahan masuk kedalam bak.
Merasa ada pergerakan Hummairah
membuka matanya, Ia terkejut melihat Kendra telah berada di dalam bak.bersama nya.
" Mas, ngapain ?"
" Mandi ! "
" Iya, tapi sekarang biarkan aku selesai dulu "
" Ummi, udah lama kita gak mandi bareng, sini Daddy pijitin Ummi pasti capek " Pujuk Kendra.
Hummairah menuruti Kendra dan duduk membelakanginya.
Kendra mulai memijat istrinya, Hummairah meras lebih santai.
__ADS_1
Saat Hummairah sedang asyik dengan pijatan Kendra, tiba tiba Ia merasakan sebelah tangan sedang mengabsen bagian yang lain.
" Mas.... "
" Kenapa Ummi " Masih asyik dengan kegiatannya.
" Mas... "
" Tenang dong Ummi, Daddy hanya ingin majain Ummi " Kendra mengecup punggung Hummairah.
" Kita udah lama lho gak seperti ini, aku sibuk di kantor. Kamu sibuk dengan kurcaci di rumah, jadi biar kayak gini dulu ya Ummi. " Pinta Kendra yang masih memberikan kecupan di pundak sang istri.
" Tapi, kalau Kirana rewel gimana ? " Hummairah bersandar di dada suaminya. "
" Mama, dan yang lainnya kan ada. Kita habiskan waktu berdua dulu ya " Kendra kembali memberikan kecupan di dileher jenjang Hummairah.
******
Medinah kembali kehotel tempat mereka menginap selama beberapa hari ini.
Masuk masuk ke kamar, tapi tidak mendapatI Ilham disana.
Medinah segera menelpon Ilham.
Ilham yang sedang bertemu klien diluar, karena menggantikan Kendra yang berhalangan hadir.
Suara ponsel berdering, Ilham menghentikan obrolannya.
" Ya, sayang " Jawab Ilham
" Kamu dimana ? "
" Aku sedang bertemu klien, kenapa ? Apa kau merindukan ku ?" Tanya Ilham menggoda
Medinah menghela nafas " Aku sudah kembali ke hotel, dan aku menunggu mu untuk makan malam. "
" Baiklah, selesai urusan ini aku akan pulang "
" Baiklah, hati hati. "
Medinah menutup telpon, dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Ilham tiba di hotel tepat pukul sepuluh malam, Ian pun bergegas naik menuju kamarnya menganggukan lift khusus.
Ting....
Ia tak mau istrinya lama menunggu lagi, karena Ia sudah pulang dengan sangat terlambat.
Pintu kamar terbuka, Ilham segera mencari sosok sang istri.
Ilham berjalan masuk, dan mendapati istrinya tertidur disofa dengan televisi masih menyala.
Ilham tersenyum lega, Ia berjalan mendekat kearah sofa.
Ilham menatap wajah cantik istrinya, kemudian mengelus pipinya.
Merasa ada yang mengelus pipinya, Medinah perlahan membuka matanya.
" Kamu udah pulang ? " Berusaha bangun dari sofa.
" Maaf, aku pulang terlambat " Ucap Ilham menyesal
Medinah tersenyum dan mengelus pundaknya.
" It's oke. Kamu sudah makan ? "
Ilham menggeleng. Medinah tersenyum kembali.
" Pergilah mandi aku akan menyiapkan makan malam " Medinah pun beranjak dari duduknya.
Ilham masuk ke kamar mandi, dan segera membersihkan diri.
Setelah selesai meraba pun segera memulai makan malam.
******
Kendra meraba tempat tidur, Hummairah sudah tidak ada lagi disana.
Ia melihat jam di dinding, Ia pun tersenyum dan segera bangun untuk mandi dan segera turun kebawa untuk sarapan.
Kendra memberanikan diri untuk bicara, Ia telah meminta pendapat Hummairah. Dan sang istri hanya akan mendukung senua keputusan nya.
" Kakek, Papa, Nanny, dan Mama. Kendra mau ngomong sesuatu. "
Semua diam mencoba mendengarkan.
" Kamu mau ngomong aoa nak ? " Tanya Mama
__ADS_1
" Kendra mau bawa keluarga Kendra pindah kerumah kami Ma " Dengan bersusah payah akhirnya Kendra berhasil mengutarakan nya.
Semua terdiam,
" Kamu serius ? " Tanya Nanny
" Iya, Nanny "
" Bagaimana pendapat kamu mas ? " Nanny bertanya pada Kakek
Kakek mengehela nafas, kemudian melipat tangan di dada.
" Baiklah, kalau itu memang keputusan yang sudah kamu ambil " Ucap Kakek tersenyum
" Jadi, Kakek mengijinin Kendra bawa keluarga Kendra pindah ? " Kendra senang
" Tentu saja, dengan syarat kamu harus membahagiakan nya, terutama istri mu. Ia sudah terlalu banyak menderita karena kamu, dan asal kamu tahu selama Ia tinggak dan ikut bersama kami. Ia tak pernah kekurangan apa pun, jadi kamu harus berupaya memberikan apa pun yang Ia butuhkan dan memenuhi semua keperluan nya. "
" Kendra janji Kek, "
Semua tersenyum lega.
" Jadi, kapan kalian akan pindah ? " Tanya Papa
" Secepatnya Pa, mungkin menunggu Ilham dan Medinah pulang. " Jawab Kendra cepat
" Eh, iya anak itu tidak ada menghubungi kita sejak menikah. " Ucap Nanny
" Kemarin Ilham ada ke kantor Nanny "
" Ke kantor, kenapa ? " Tanya Nanny
" Medinah pergi mengantar Papa dan Kakak sepupu nya pulang, jadi karena bosan menunggu ke kamar Kendra suru aja dia bertemu klien " Cerita Kendra
" Sudah biarkan saja, besok juga sudah pulang " Ujar Kakek.
Kendra menghabiskan minuman nya.
" Baiklah, Kendra berangkat dulu ya " Kendra pamit.
Hummairah segera beranjak dari duduknya dan membawakan jas dan tas suaminya.
Hummairah mengantarkan Kendra hingga masuk ke dalam mobil.
" Gak nyangka ada akhirnya berani bicara sama Kakek " Hummairah berujar.
" Berani dong, siapa dulu Kendra " Bangga
" Iya, iya. Ya sudah ni pake dulu jas nya. " Hummairah membantu Kendra memakai jas, kemudian merapikan dasi.
Kendra melingkarkan tangannya kepingganga sang istri.
" Beri aku ciuma "
" Jangan macam macam "
" Kenapa, ini hadiah "
" Hadiah apa ?"
" Kan aku udah berhasil bicara sama Kakek "
Hummairah menggelengkan kepalanya, sambil mencoba lepas.
" Aku tidak akan melepaskan mu "
" Ini udah siang mas, nanti kamu terlambat ke kantor "
" I am a boss "
Akhirnya Hummairah pun mencium pipi Kendra.
" Puas ? "
Kendra tersenyum puas.
*Bersambung
jangan lupa untuk terus tinggalin jejak yaa...
kasi aku vote, like dan boom bintang lima
biar aku semangat lagi nulis nya.
Terimakasih
**I LOVE U ALL***
__ADS_1